jump to navigation

Sudah Tepatkah Perhitungan Usia Anda? December 31, 2011

Posted by snhadi in Uncategorized.
Tags:
3 comments

Seorang teman bertanya kepada saya, “Tanggal lahir dirimu tanggal berapa sih?”. Dengan mantap saya menjawab, “3 Oktober Bro!”. Namun jawaban saya ternyata tak membuat teman saya merasa puas. Sejurus kemudian lalu berkomentar,”Maksud saya, tanggal lahir dihitung dari tahun Hijriah, bukan Masehi. Itu loh kalender yang dipakai umat muslim di dunia”. Saya sontak terdiam. Aduh, iya ya…saya kan muslim kok malah gak tahu kalender hijriah saya dilahirkan?
Read more…

Kado Kecil Buat Ibu December 22, 2011

Posted by snhadi in Senyuman Cinta.
Tags:
add a comment

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu. Hanya kepada-Ku lah kamu akan kembali.” (QS. Luqman: 14)

Ibu itu orang yang selalu memberikan senyuman walaupun kita seringkali membalasnya dengan bentakkan…

Ibu itu orang yang selalu memaafkan kita sebesar apapun duka yang kita perbuat kepadanya…

Ibu itu orang yang selalu tegar membimbing jalan kita, meski ketika dewasa seringkali kita lupa menjaga pelitanya…

Ibu itu orang yang tak pernah lelah berdoa untuk anak-anaknya, walaupun sang anak lebih sering berdoa untuk dirinya sendiri…

Ibu itu orang yang diberikan kedudukan yang tinggi di mata TUHAN, namun seringkali dianggap tak ada oleh anak-anaknya…

Ibu itu orang yang selalu ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya, meskipun anaknya seringkali justru menikmati dahulu yang terbaik untuk dirinya sendiri, dan baru memberikan sisanya kepada sang ibu…

Ibu itu orang yang setiap 22 Desember kita peringati harinya, namun seringkali kita lupakan di hari-hari yang lainnya…

Selamat hari IBU! Semoga Alloh SWT selalu memberikan perlindungan dan kasih sayang-Nya, sebuah hadiah yang justru sangat jarang diberikan oleh darah dagingnya sendiri.

Senyuman Masa Kecil Saat Usia Tak Lagi Muda December 20, 2011

Posted by snhadi in Senyuman Cinta.
Tags:
add a comment

Judul Foto: Senyuman Masa Kecil Saat Usia Tak Lagi Muda

“Senyuman itu dari dalam hati. Tak bisa dipaksa untuk muncul, tak bisa ditolak saat sudah mengembang. Senyuman itu membuat kita selalu muda, meski usia sudah beranjak tua”

Seandainya saya menjadi Anggota DPD RI December 18, 2011

Posted by snhadi in Uncategorized.
Tags:
add a comment

Wakil menurut pengertian awam saya adalah pembantu. Pembantu menurut saya adalah orang yang senantiasa bersedia menjalani titah tuannya dengan penuh pengabdian. Jadi menurut saya, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) seharusnya merupakan kumpulan orang yang mau dengan senang hati membantu memperjuangkan keinginan rakyat daerah.

Untuk bisa menjadi pembantu yang baik, wakil daerah harus mengerti benar kondisi masyarakatnya, apa yang mereka butuhkan, dan bagaimana agar kebutuhan mereka bisa terwujud saat wakil tersebut sudah duduk di kursi dewan.

Saya yakin jalan menuju anggota dewan yang handal bukan proses yang instan, perlu waktu dan butuh kerja keras dan perjuangan yang tak kenal lelah. Makanya saya sangat miris jika ada wakil dewan terpilih bukan karena kerja nyatanya selama ini untuk rakyat di daerahnya melainkan karena kedekatannya dengan pihak-pihak berkuasa dan memiliki uang.

Karenanya Jika saya menjadi anggota DPD RI, satu hal yang pasti harus saya lakukan adalah mendatangi lagi rakyat yang memilih saya, lalu dihadapan mereka saya akan serius menandatangi perjanjian tertulis, jika saya tidak bisa mewujudkan apa yang mereka inginkan, tanpa perlu tekanan dari siapapun saya akan mundur dari jabatan saya. Saya juga akan menandatangani janji saya bahwa sedikitpun tidak akan melakukan tindakan yang melanggar hukum seperti KKN (korupsi kolusi dan nepotisme). Saya berharap dengan adanya janji tertulis saya, rakyat akan 100% percaya kepada saya karena kapanpun mereka bisa menagih janji tersebut, dan tentu saya tidak akan bisa menghindar karena sudah ada hitam di atas putihnya. 

Jika saya menjadi anggota DPD RI, langkah kedua yang akan saya lakukan adalah mendorong terjadinya pertemuan khusus anggota DPD RI untuk mendengarkan pemaparan setiap anggota. Dengan mendengarkan suara 132 orang anggota dewan yang tentu akan mengemukakan misi daerahnya masing-masing, kita bisa membuat skala prioritas perjuangan, bidang apa yang menjadi porsi utama yang harus didahulukan, dan di daerah mana bidang tersebut harus pertama diwujudkan. Ini penting agar di dalam menjalankan tugasnya anggota dewan tidak tercerai-berai dan bisa selalu bersatu. Dengan suara yang hanya 132 dibandingkan ratusan anggota DPR lainnya, sungguh sangat ironi jika anggota DPD RI sampai terpecah belah.

Jika saya menjadi anggota DPD RI, saya akan mendorong diprioritaskannya bidang pendidikan (umum maupun agama) dan ekonomi kerakyatan di atas bidang-bidang yang lain. Alasannya sederhana, pendidikan adalah investasi bangsa di masa depan. Hanya bangsa dengan pendidikan rakyat yang baik saja yang akan mampu kuat bersaing di kancah global. Rakyat kita di masa depan tidak akan cukup puas menjadi objek melainkan mampu menjadi subjek kemajuan. Bidang ekonomi rakyat penting karena di sinilah cikal bakal setiap permasalahan timbul. Perut yang lapar membuat orang bisa melakukan apa saja, termasuk kejahatan. Perut yang lapar juga bisa membuat kesehatan masyarakat menjadi terganggu. Gizi dan kesehatan rakyat yang buruk akan mendorong terlahirnya generasi yang bodoh. Generasi yang bodoh akan melahirkan pemimpin-pemimpin yang bodoh pula. Dan ujungnya kita akan semakin mudah dibodohi oleh negara-negara lain. 

Demikian sebuah rangkaian kata yang menjadi hal-hal prioritas yang seharusnya bisa dilakukan anggota DPD RI demi kesejahteraan, tidak hanya masyarakat daerah tetapi juga dalam lingkup nasional. 

 

 

 

 

Seandainya Saya Menjadi Anggota DPD RI December 13, 2011

Posted by snhadi in Inspirasi Persahabatan.
Tags:
2 comments

Beberapa waktu lalu, seorang mahasiswa nekad membakar dirinya. Meskipun motif dasarnya masih menjadi tanda tanya, namun aksinya yang dilakukan tepat di depan istana negara, membuat sebagian kita menduga-duga, jangan-jangan si pelaku ingin menunjukkan bahwa dia benar-benar frustasi dengan keadaan negeri ini yang tak kunjung membaik, meski bola reformasi telah bergulir lebih dari 13 tahun!

Karenanya seandainya saya dipercaya Tuhan menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melalui tangan rakyat di pemilihan umum, maka yang pasti saya tidak ingin hal yang sama (aksi mahasiswa bakar diri) terulang di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)! Saya tidak ingin masyarakat yang saya wakili karena terlalu frustasinya membuat mereka tak segan-segan melakukan tindakan nekad, bahkan sampai mengorbankan jiwanya, anugerah Tuhan yang tak ternilai harganya!

Saya akan sangat merasa malu, karena kalau mau jujur, seharusnya saya yang menjadi wakilnya yang lebih dulu maju ke garis depan untuk berkorban memperjuangkan kepentingan mereka, bukan justru sebaliknya, saya berlindung di ruang ber-AC dan berkursi empuk, sementara rakyat saya menjerit merasakan panasnya api yang membakar setiap jengkal kulitnya, hanya untuk menunjukkan aspirasi yang notabene adalah hak asasi setiap individu!

Seandainya saya menjadi anggota DPD RI, saya tak mau banyak berjanji, saya hanya ingin memberi bukti. Bukti yang membuat rakyat yang memilih saya tidak merasa dikhianati. Bukti yang membuat rakyat tak perlu sampai mati untuk menyampaikan aspirasi untuk kemajuan negeri ini.

Seandainya saya menjadi anggota DPD RI, saya hanya tidak ingin, saat rakyat yang saya wakili begitu bergembira ketika memulai hari, bahkan karena terlalu gembiranya sampai mereka tak terpikir akan terlambat menjemput rejeki, sementara saya dengan santai sering terlambat menghadiri rapat, yang notabene adalah tempat aspirasi rakyat negeri ini dibahas dan digodok demi kemaslahatan bersama.

Seandainya saya menjadi anggota DPD RI, saya hanya tidak ingin, saat rakyat yang saya wakili sebagian besar berjalan kaki menuju tempatnya menggapai rejeki, saya justru dengan tanpa perasaan bersalah menaiki mobil mercy, meskipun mungkin itu bukan hasil dari korupsi.

Seandainya saya menjadi anggota DPD RI, saya akan merasa malu saat anak-anak saya bisa bersekolah sampai ke jenjang paling tinggi, sementara anak-anak dari keluarga-keluarga yang saya wakili hanya mampu sekedar bermimpi untuk mengecap pendidikan tinggi.

Seandainya saya menjadi anggota DPD RI, saya ingin Tuhan selalu menerangi dan memberikan petunjuk kepada hati ini agar tidak sampai salah langkah dalam meniti hari untuk memperjuangkan aspirasi rakyat yang saya wakili.

Prosedur Klaim Jamsostek, Bisa Cair 1 Hari! December 8, 2011

Posted by snhadi in Senyuman Cinta.
Tags: , ,
add a comment

Orang bilang klaim jamsostek itu susah dan berbelit-belit, tapi setelah saya mengalaminya sendiri, cukup mudah kok dan tidak banyak prosedur yang membuat kepala pusing 7 keliling. Berikut saya bagi pengalaman saya ya…

1. Pelajari dulu syarat2nya:Kartu Jamsostek (asli) + fotokopi (1 lembar), KTP (asli) + fotokopi (2 lembar; 1 buat penyerahan di CSO, 1 lagi buat dikasir saat ambil uang jamsostek), Surat keterangan domisili tempat tinggal dari RT dan RW (bagi yang tidak punya KTP daerah setempat), Fotokopi 1 lembar surat keterangan berhenti bekerja dari perusahaan tempat kita bekerja (siapkan aslinya untuk jaga-jaga), Fotokopi kartu keluarga yang sesuai dengan alamat KTP 1 lembar (siapkan aslinya untuk jaga-jaga), dan fotokopi akte kelahiran 1 lembar (siapkan juga aslinya untuk jaga-jaga).
2. Isi formulir Klaim Jamsostek beserta surat keterangan bekerja (bisa diminta di sekuriti di pintu masuk). Isi data-datanya dengan benar dan tanda tangani (tanda tangan sesuai dengan tanda tangan di KTP).
3. Mengambil antrian.
4. Setelah dipanggil CSO, serahkan berkas-berkas No.1-2 kepada CSO.
5. CSO akan memverifikasi data-data kita. Jika sudah sesuai maka akan diserahkan ke bagian KASIR. Kita diminta mengantri di bagian kasir.
6. KASIR akan memanggil untuk meminta kita tanda tangan dan menyerahkan 1 fotokopi KTP.
7. Dana JAMSOSTEK bisa dicairkan…

CATATAN:
Syarat tambahan, kita bisa mencairkan dana jamsostek jika keanggotaan kita sudah mencapai 5 TAHUN + 6 bulan jeda.

Selamat mencoba! Good Luck!

Sebenarnya ini Karunia atau Masalah sih? December 1, 2011

Posted by snhadi in Goresan Ilmu.
Tags:
add a comment

Sebuah pertanyaan menggelitik diutarakan ustad Yusuf Mansur, Rabu pagi, 30 Desember 2011 saat member kuliah pagi di ANTV. Pertanyaan yang membuat saya tertegun. “Menurut Anda apa itu MASALAH dan apa itu KARUNIA?”

Bagi saya dan mungkin sebagian dari kita, yang dinamakan MASALAH itu: Kalau kita punya hutang, kalau kita usahanya bangkrut, kalau kita ditipu orang, kalau kita belum punya kerjaan, dan sejuta kalau-kalau yang lain, yang intinya sesuatu yang buruk yang menimpa kita itu kita sebut MASALAH.

Sementara KARUNIA itu: Kalau kita punya rumah mewah, harta berlimpah, jabatan tinggi, kalau kita dihormati orang, kalau kita diidolakan orang, dan kalau-kalau lainnya yang sejenis. Pokoknya kita mengartikan KARUNIA itu sesuatu kebaikan atau rejeki yang kita terima atau miliki.
Read more…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.