Sudah Tepatkah Perhitungan Usia Anda? December 31, 2011
Posted by snhadi in Uncategorized.Tags: Kalender Hijriah VS Masehi
trackback
Seorang teman bertanya kepada saya, “Tanggal lahir dirimu tanggal berapa sih?”. Dengan mantap saya menjawab, “3 Oktober Bro!”. Namun jawaban saya ternyata tak membuat teman saya merasa puas. Sejurus kemudian lalu berkomentar,”Maksud saya, tanggal lahir dihitung dari tahun Hijriah, bukan Masehi. Itu loh kalender yang dipakai umat muslim di dunia”. Saya sontak terdiam. Aduh, iya ya…saya kan muslim kok malah gak tahu kalender hijriah saya dilahirkan?
Kemudian saya mencari data di internet. Dan setelah dikonversi ternyata hari jadi saya, Jum’at 3 oktober 1980 kalau dilihat dari kalender hijriah menjadi hari Jumat, 24 Dzul Qa’idah 1400 H. Itu artinya usia saya yang sebenarnya bukan 31 tahun lebih melainkan 33 tahun! Wah ternyata lebih tua 2 tahun ya….(untuk konversi kalender masehi ke hijriah silakan klik di sini).
Menjadi menarik sebenarnya kalau kemudian kita mempertanyakan, apa sih yang menjadi dasar perhitungan keduanya? Ternyata perhitungan Masehi didasarkan pada SOLAR YEAR (tahun matahari-syamsiyah), yaitu lamanya bumi mengorbit Matahari dalam satu putaran penuh yang berjumlah 365,242.217 hari (hari matahari). Sedangkan perhitungan Hijriah didasarkan pada LUNAR YEAR (tahun bulan-qamariyah seperti juga tahun baru IMLEK), yaitu tahun berdasarkan 12 kali lamanya orbit penuh bulan mengedari Bumi, yang berjumlah 354,367.068 hari (hari bulan). Jadi keduanya memiliki perbedaan 10,875.148,9 hari. Ini juga berarti kalender Hijriah lebih singkat sekitar 11 hari.
Lalu sistem penanggalan mana yang lebih benar? Wah untuk menjawab pertanyaan ini kita mesti cari tahu dari ahli astronomi (maaf saya bukan ahli astronomi). Tetapi bagi saya yang notabene adalah seorang muslim, saya akan cenderung mengikuti kalender Hijriah, walaupun saya juga tidak bisa 100% meninggalkan sistem kalender masehi. Kenapa sistem kalender Hijriah (berdasarkan bulan) yang lebih saya ikuti, dan saya berharap banyak yang sependapat, itu dikarenakan saya merujuk ke ayat dalam Al qur’an surat Yunus ayat 5 yang berbunyi,”
“Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.”
Catatan: * lihat yang hurufnya saya tebalkan
Meskipun saat ini, sekitar 85% umat Islam Indonesia lebih familiar dengan kalender Masehi, saya berkeyakinan kalender Hijriah tak kan pernah dilupakan kaum muslimin Indonesia sampai kapanpun.








mantap mas hadi infonya.. saya baru tahu kalau lahir tgl 8 sya’ban..hee/
ijin kopas ya mas.. buat di blog, bermanfaat baget ni..
Sama-sama mas fikri. Monggo klo mau kopas mas…