<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>snhadi</title>
	<atom:link href="http://snhadi.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://snhadi.wordpress.com</link>
	<description>Menulis dengan hati, agar dia tak jadi mati...</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Feb 2012 10:24:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='snhadi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>snhadi</title>
		<link>http://snhadi.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://snhadi.wordpress.com/osd.xml" title="snhadi" />
	<atom:link rel='hub' href='http://snhadi.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Kejujuran Seorang Pedagang</title>
		<link>http://snhadi.wordpress.com/2012/01/19/kejujuran-seorang-pedagang/</link>
		<comments>http://snhadi.wordpress.com/2012/01/19/kejujuran-seorang-pedagang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jan 2012 05:06:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>snhadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi Persahabatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kejujuran pedagang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://snhadi.wordpress.com/?p=1397</guid>
		<description><![CDATA[Sebenarnya beberapa hari ini saya hampir-hampir kehilangan ide untuk menulis. Kondisi fisik yang masih dalam masa pemulihan pasca terkena flu beberapa hari lalu membuat otak rasanya malas sekali untuk berpikir kritis, yang ujungnya membuat imajinasi menjadi seolah terhenti. Tapi berhubung saya tidak mau otak sampai karatan karena terlalu lama diistirahatkan, saya berusaha sedikit demi sedikit [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=snhadi.wordpress.com&amp;blog=2845275&amp;post=1397&amp;subd=snhadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://snhadi.files.wordpress.com/2012/01/jujur.jpg"><img src="http://snhadi.files.wordpress.com/2012/01/jujur.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" title="kampanye jujur ICW" width="300" height="200" class="alignleft size-medium wp-image-1399" /></a>Sebenarnya beberapa hari ini saya hampir-hampir kehilangan ide untuk menulis. Kondisi fisik yang masih dalam masa pemulihan pasca terkena flu beberapa hari lalu membuat otak rasanya malas sekali untuk berpikir kritis, yang ujungnya membuat imajinasi menjadi seolah terhenti. Tapi berhubung saya tidak mau otak sampai karatan karena terlalu lama diistirahatkan, saya berusaha sedikit demi sedikit mencari ide kembali. Dari beberapa topik yang ingin saya tulis di blog ini, saya ingin berbagi tentang pengalaman saya mendapati para pedagang yang jujur, tempatnya bukan di pelosok desa, tetapi di ibukota yang notabene kejujuran seringkali kalah dengan urusan perut.</p>
<p>Berbeda dengan oknum pedagang buah salak di dalam bus ekonomi jurusan Jakarta-Tasikmalaya yang dengan berbusa menawarkan salaknya yang katanya manis, tetapi ternyata masam sehingga sempat membuat komplain pembeli, berbeda juga dengan oknum pedagang kue moci khas sukabumi di terminal Bogor yang menjual moci dengan harga standar namun dengan kualitas moci yang buruk bahkan basi, atau oknum-oknum pedagang sejenis yang seenaknya menaikkan harga ketika melihat ada pembeli yang wajahnya baru dikenal, pedagang buah di pinggiran jalan UKI yang mau ke arah tol menuju Bogor dan pedagang buah sejenis di belakang warung nasi padang di perempatan simpang POLSEK Tanjung Uncang Batam begitu berbeda. Kilauan materi tak menyebabkan mereka mau mengorbankan hati nuraninya.<br />
<span id="more-1397"></span></p>
<p>Suatu ketika, menjelang sore hari saya kehausan. Sembari menunggu kedatangan bus menuju Bogor (dulu masih berhenti di dekat terowongan UKI), saya ingin membasahi lidah ini dengan menyantap buah yang tampak segar dan begitu tersusun rapi di gerobak seorang tukang buah. Bayangan akan manisnya rasa ditambah dinginnya tekstur buah karena disisipkan di antara beberapa bongkah es batu membuat ingin rasanya cepat-cepat mengunyahnya di dalam lidah. Namun saya agak ragu ketika mendekat, buah nanas incaran saya kelihatan tidak begitu matang. Tetapi karena penasaran akhirnya saya bertanya kepada sang penjual:</p>
<p>&#8220;Mas, buah nanasnya manis nggak? soalnya kelihatan kurang kuning/matang!&#8221;<br />
Saya pikir si pedangan akan menjawab dengan jawaban klise khas para pedagang, &#8220;Tentu manis mas&#8230;&#8221;, ternyata saya kecele, si pedangan justru menjawab, &#8220;Waduh mas, maaf saya belum sempat mencicipi, jadi tidak tahu pasti apa nanas ini benar-benar manis atau ada rasa asamnya&#8221;.</p>
<p>Ups&#8230;jujur sekali mas-mas pedagang buah ini. Pengalaman yang sama juga saya alami pada pedagang sejenis di Pulau Batam dan beberapa kota lainnya. Pedagang yang masih berusaha jujur mengatakan apa adanya meskipun itu sangat berisiko karena bisa jadi calon pembeli akan mundur (tidak jadi membeli) lantaran ungkapan apa adaanya tentang kualitas barang dagangannya. </p>
<p>Kira-kira kenapa yah masih ada pedagang-pedagang yang seperti ini, di kota yang notabene menjadikan uang sebagai raja, bahkan tidak jarang uang dipertuhankan?</p>
<p>Untuk umat muslim, memiliki jiwa berdagang sangat dianjurkan. Bahkan sembilan dari sepuluh pintu rejeki ada pada perniagaan. Maka sangatlah wajar pemimpin-pemimpin muslim jaman dulu tidak saja pandai berorasi dan berperang melawan musuh, tetapi juga lihai dalam berdagang. Bahkan sebagian besar mereka sebelum diangkat menjadi pemimpin umat Islam, dulunya adalah saudagar yang memiliki harta berlimpah. Bahkan Muhammad muda saat usianya 25 tahun (belum menjadi rosul) ketika meminang Khodijah memberikan mahar 100 ekor unta (kalau dirupiahkan untuk saat ini berkisar 1,2 milyar!!). </p>
<p>Namun, apakah generasi muslim pionir tersebut mendapatkan kekayaannya dengan jalan tidak jujur? tentu tidak. Bahkan Nabi Muhammad sangat dikenal dengan kejujurannya tidak hanya diakui oleh orang muslim sendiri tetapi oleh kalangan non-muslim, baik saat dia berprofesi menjadi pegangan ataupun setelah menjadi rosul dan pemimpin besar Islam. Begitu pula dengan sahabat-sahabat dan penerus nabi yang lainnya, mereka sangat menjunjung tinggi kejujuran. Karena mereka paham benar ajaran islam mewajibkan umatnya untuk berbuat jujur. Dalam sebuah hadist shohih, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:</p>
<p>عن عبد الله بن مسعود رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه و سلم: عليكم بالصدق فإن الصدق يهدي إلى البر وإن البر يهدي إلى الجنة، وما يزال الرجل يصدق ويتحرى الصدق حتى يكتب عند الله صديقا. وإياكم والكذب فإن الكذب يهدي إلى الفجور وإن الفجور يهدي إلى النار وما يزال الرجل يكذب ويتحرى الكذب حتى يكتب عند الله كذابا. متفق عليه</p>
<p>Dari sahabat Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu ia menturkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Hendaknya kalian senantiasa berbuat jujur, karena sesungguhnya kejujuran akan membimbing kepada kebaikan, dan sesungguhnya kebaikan akan membimbing kepada surga, dan senantiasa seseorang itu berbuat kejujuran dan senantiasa berusaha berbuat jujur, hingga akhirnya ditulis disisi Allah sebagai orang yang (shiddiq) jujur. Dan berhati-hatilah kalian dari perbuatan, karena sesungguhnya kedustaan akan membimbing kepada kejahatan, dan sesungguhnya kejahatan akan membimbing kepada neraka. Dan senantiasa seseorang berbuat dusta dan berupaya untuk berdusta hingga akhirnya ditulis di sisi Allah sebagai pendusta.” (Muttafaqun ‘alaih)</p>
<p>Begitu pula di hadist yang lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memperingatkan para sahabatnya yang sedang menjalankan perniagaan di pasar:</p>
<p>يا معشر التجار! فاستجابوا لرسول الله صلى الله عليه و سلم ورفعوا أعناقهم وأبصارهم إليه، فقال: إن التجار يبعثون يوم القيامة فجارا، إلا من اتقى الله وبر وصدق. رواه الترمذي وابن حبان والحاكم وصححه الألباني</p>
<p>“Wahai para pedagang!&#8221; Maka mereka memperhatikan seruan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mereka menengadahkan leher dan pandangan mereka kepada beliau. Lalu beliau bersabda: “Sesungguhnya para pedagang akan dibangkitkan kelak pada hari qiyamat sebagai orang-orang fajir (jahat) kecuali pedagang yang bertaqwa kepada Allah, berbuat baik dan berlaku jujur.” (Riwayat At Timizy, Ibnu Hibban, Al Hakim dan dishahihkan oleh Al Albany).</p>
<p>Dengan berlaku jujur, tidak hanya hasil jualan kita dipenuhi keberkahan tetapi membuat para pembeli memberikan kepercayaan yang tinggi kepada kita. Yang pada akhirnya akan menaikkan omzet hasil dagangan kita. Kalau sudah begitu, kira-kira siapa yang bakal diuntungkan? tentu kita sebagai pedagang. Itulah sunatullah yang sangat wajar diterima. Kejujuran akan membawa kebahagiaan di dunia dan akhirat, begitulah pesan agama Islam, tidak hanya untuk umatnya tetapi juga umat-umat agama lain di dunia. </p>
<p>Pikiran saya kemudian melayang&#8230;membayangkan negeri ini dipenuhi para pedagang yang jujur, para pemimpin yang jujur, para guru yang jujur, para karyawan yang jujur, para petani yang jujur, sehingga akan membawa negeri ini kembali penuh keberkahan. Semoga&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/snhadi.wordpress.com/1397/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/snhadi.wordpress.com/1397/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/snhadi.wordpress.com/1397/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/snhadi.wordpress.com/1397/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/snhadi.wordpress.com/1397/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/snhadi.wordpress.com/1397/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/snhadi.wordpress.com/1397/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/snhadi.wordpress.com/1397/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/snhadi.wordpress.com/1397/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/snhadi.wordpress.com/1397/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/snhadi.wordpress.com/1397/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/snhadi.wordpress.com/1397/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/snhadi.wordpress.com/1397/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/snhadi.wordpress.com/1397/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=snhadi.wordpress.com&amp;blog=2845275&amp;post=1397&amp;subd=snhadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://snhadi.wordpress.com/2012/01/19/kejujuran-seorang-pedagang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-7.797224 110.368797</georss:point>
		<geo:lat>-7.797224</geo:lat>
		<geo:long>110.368797</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/23642a122e22cab00dee1acb11815a06?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">snhadi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://snhadi.files.wordpress.com/2012/01/jujur.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">kampanye jujur ICW</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Back To Dinar/Dirham; Episode Kebangkitan Ekonomi Islam</title>
		<link>http://snhadi.wordpress.com/2012/01/09/back-to-dinardirham-episode-kebangkitan-ekonomi-islam/</link>
		<comments>http://snhadi.wordpress.com/2012/01/09/back-to-dinardirham-episode-kebangkitan-ekonomi-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Jan 2012 18:44:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>snhadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dinar dan Dirham]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://snhadi.wordpress.com/?p=1386</guid>
		<description><![CDATA[Terus terang kalau berbicara sistem ekonomi Islam, saya termasuk yang masih sangat awam dan perlu belajar banyak. Saya hanya sebatas memanfaatkannya saja, itu pun hanya dalam bentuk memulai migrasi tabungan dari bank konvensional (dengan sistem bunga/riba) ke bank syariah (dengan sistem bagi hasil/non-riba). Begitu pula ketika orang memperkenalkan saya kepada mata uang dinar. Awalnya saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=snhadi.wordpress.com&amp;blog=2845275&amp;post=1386&amp;subd=snhadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-1389" title="Dinar" src="http://snhadi.files.wordpress.com/2012/01/dinar.png?w=300&#038;h=181" alt="" width="300" height="181" />Terus terang kalau berbicara sistem ekonomi Islam, saya termasuk yang masih sangat awam dan perlu belajar banyak. Saya hanya sebatas memanfaatkannya saja, itu pun hanya dalam bentuk memulai migrasi tabungan dari bank konvensional (dengan sistem bunga/riba) ke bank syariah (dengan sistem bagi hasil/non-riba). Begitu pula ketika orang memperkenalkan saya kepada mata uang dinar.</p>
<p>Awalnya saya pikir dinar yang diperkenalkan sama seperti mata uang biasa (kertas/fiat) layaknya dinar Iraq. Tapi ternyata bukan itu melainkan mata uang emas dengan kemurnian 91,7% dan sedikit campuran perak 8,3% (kadar 22 karat) dengan berat 4,25 gram. Di Indonesia sendiri ada beberapa perusahaan yang telah memproduksi koin dinar seperti PT Aneka Tambang, tbk dan PERURI yang distributor utamanya adalah <strong><a href="http://geraidinar.com/">GERAI DINAR</a></strong>. Selain itu ada juga yang diproduksi oleh Islamic Mint Nusantara (IMN) yang didistribusikan di Indonesia oleh <strong><a href="http://www.dinarfirst.org/">DINAR FIRST </a></strong>dan World Islamic Min (WIM) oleh <strong><a href="http://www.wakalanusantara.com/wakala.php">WAKALA NUSANTARA</a>. </strong></p>
<p>Yang menarik adalah meskipun cita-cita ketiganya (gerai dinar, dinar first, dan wakala nusantara) sama, yaitu ingin kembali kepada kejayaan sistem ekonomi Islam dengan dinar dan dirham sebagai ujung tombak transaksi ekonominya, namun perbedaan pemahaman belum bisa menyatukan mereka. Dinar yang dibeli pada distributor yang satu, belum tentu bisa diterima oleh distributor yang lainnya.<strong> Padahal sejatinya, mata uang dinar berbeda dari mata uang kertas karena yang dinilai bukan siapa yang memproduksi dan bagaimana modelnya melainkan kadar emas yang ada di dalamnya sesuai dengan standard atau tidak!</strong><br />
<span id="more-1386"></span></p>
<p>Terlepas dari itu semua, usaha ketiga distributor dinar-dirham di Indonesia ini patut diapresiasi. Karena ketiganya masyarakat Indonesia mulai melek dinar yang sejatinya memang harus kembali digunakan karena lebih adil dan tahan inflasi dibanding mata uang kertas, yang nilainya semakin tergerus oleh waktu.</p>
<p>Dari ketiga distributor dinar di Indonesia, saya melihat gerai dinar memiliki jaringan paling luas di Indonesia. Mungkin selain karena dinar yang didistribusikan berasal dari perusahaan BUMN ternama dan berpengalaman dalam membuat logam mulia (emas batangan) dan koin dinar, gerai dinar juga memiliki strategi yang cukup menarik, yang memberikan kemudahan umat Islam dalam memiliki dinar (kita bisa membeli dinar dalam pecahan 0,1 dinar). Selain itu gerai dinar juga membangun sistem yang memungkinkan pembeli dinar menitipkan dinarnya kepada mereka tanpa harus mengeluarkan biaya penitipan (tidak seperti yang berlaku di bank atau pegadaian). Bahkan kita akan mendapatkan bagi hasil karena dinar yang kita titipkan oleh gerai dinar dikembangkan untuk pembiayaan ekonomi sektor riil. Hasil keuntungan dari pembiayaan sektor rill inilah yang kemudian dibagikan kepada para nasabahnya. Para pemilik dinar pun diberikan keleluasaan akses terhadap dinar yang dimilikinya baik secara offline melalui agen-agen gerai dinar maupun secara online melalui situs <strong><a href="https://m-dinar.com/indo/">m-dinar</a>.</strong></p>
<p>Saya jadi membayangkan, mudah-mudahan suatu saat saya bisa belanja di mall tanpa harus membawa uang kertas atau fisik koin dinar, tetapi cukup dengan menyerahkan kartu dinar (Dinar Card) yang bisa digesek (layaknya kartu ATM saat ini) kapanpun dan di manapun juga. Saya juga berharap uang dinar dan dirham semakin bisa diterima oleh masyarakat Indonesia, tidak hanya yang beragama Islam melainkan juga non-muslim, sehingga semuanya dapat menerima manfaat yang sebesar-besarnya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/snhadi.wordpress.com/1386/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/snhadi.wordpress.com/1386/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/snhadi.wordpress.com/1386/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/snhadi.wordpress.com/1386/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/snhadi.wordpress.com/1386/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/snhadi.wordpress.com/1386/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/snhadi.wordpress.com/1386/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/snhadi.wordpress.com/1386/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/snhadi.wordpress.com/1386/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/snhadi.wordpress.com/1386/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/snhadi.wordpress.com/1386/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/snhadi.wordpress.com/1386/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/snhadi.wordpress.com/1386/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/snhadi.wordpress.com/1386/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=snhadi.wordpress.com&amp;blog=2845275&amp;post=1386&amp;subd=snhadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://snhadi.wordpress.com/2012/01/09/back-to-dinardirham-episode-kebangkitan-ekonomi-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-7.797224 110.368797</georss:point>
		<geo:lat>-7.797224</geo:lat>
		<geo:long>110.368797</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/23642a122e22cab00dee1acb11815a06?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">snhadi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://snhadi.files.wordpress.com/2012/01/dinar.png?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Dinar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hati-hati, Berkebun Emas atau Berkebun Utang?</title>
		<link>http://snhadi.wordpress.com/2012/01/02/berkebun-emas-atau-berkebun-utang/</link>
		<comments>http://snhadi.wordpress.com/2012/01/02/berkebun-emas-atau-berkebun-utang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jan 2012 05:44:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>snhadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berkebun emas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://snhadi.wordpress.com/?p=1369</guid>
		<description><![CDATA[Harga emas dalam beberapa minggu ini terjun bebas. Ini membuat banyak orang membeli emas, tentu dengan beragam tujuan. Ada yang sekedar ikut-ikutan trend, ada yang bertujuan mengamankan kekayaan, dan ada juga yang bertujuan investasi. Untuk tujuan yang terakhir, kini banyak orang yang tidak sekedar berinvestasi dengan membeli sejumlah emas lalu menyimpannya kemudian menjual kembali saat harga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=snhadi.wordpress.com&amp;blog=2845275&amp;post=1369&amp;subd=snhadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://snhadi.files.wordpress.com/2012/01/berkebun-emas.png"><img class="size-full wp-image-1372 alignleft" title="Berkebun emas" src="http://snhadi.files.wordpress.com/2012/01/berkebun-emas.png?w=460" alt=""   /></a>Harga emas dalam beberapa minggu ini terjun bebas. Ini membuat banyak orang membeli emas, tentu dengan beragam tujuan. Ada yang sekedar ikut-ikutan trend, ada yang bertujuan mengamankan kekayaan, dan ada juga yang bertujuan investasi.</p>
<p>Untuk tujuan yang terakhir, kini banyak orang yang tidak sekedar berinvestasi dengan membeli sejumlah emas lalu menyimpannya kemudian menjual kembali saat harga emas kembali melambung tinggi, melainkan dengan menggunakan trik beli dan gadai ala <strong>berkebun emas</strong>.</p>
<p>Dengan cara berkebun emas, kita membeli emas misalnya 25 gram, lalu emas itu kita gadaikan di bank. Uang gadai yang kita terima, umumnya 80% dari nilai emas + 20% tambahan modal baru lalu dibelikan emas lagi. Emas tersebut lalu digadaikan kembali dan seterusnya. Dengan membayar sejumlah uang pemeliharaan di bank dan biaya administrasi kita bisa melakukan cara beli-gadai ini berulang-ulang sampai suatu saat harga emas melambung tinggi, baru kita jual emas yang terakhir. Hasil penjualannya untuk membayar biaya gadai beberapa emas lainnya. Sehingga dengan demikian si pemiliki akan menangguk untung berlipat meskipun sebenarnya tidak murni menggunakan uang sendiri (karena sekitar 60%an berasal dari bank).<br />
<span id="more-1369"></span></p>
<p>Namun menurut Bapak Muhaimin Iqbal, pengelola geraidinar.com, teorinya keuntungan akan diperoleh ketika emas naik 30% sedangkan pinjaman dari pegadaian atau bank syariah tetap/tidak naik, diluar biaya penitipan, admin dlsb. Asumsi pertama bahwa emas akan naik 30% sebenarnya tidak terlalu meleset karena memang appresiasi harga emas rata-rata tahunan dalam 40 tahun terakhir mencapai 31 %; yang perlu diingat adalah angka tersebut adalah rata-rata 40 tahun, atau rata-rata jangka panjang. Semakin pendek periode, semakin tidak pasti kenaikan ini. Jadi sistem berkebun emas tidak cocok untuk jangka pendek. Karena dalam jangka pendek saat kenaikan harga emas tidak begitu besar, si penggadai bukannya untung justru buntung karena dia harus mengeluarkan banyak biaya sementara harga emas tidak kunjung naik.</p>
<p>Si penggadai juga harus cermat menghitung, sebab kalau tidak bisa-bisa bukan berkebun emas yang sedang dia lakukan tetapi berkebun utang (karena pada hakikatnya gadai=utang).</p>
<p>Dari sisi hukum agama, hal ini juga dipertanyakan kehalalannya, karena dalam gadai emas terjadi pengambilan manfaat atas pemberian utang. Walaupun disebut fee (<em>ujrah0</em> atas jasa penitipan, namun hakikatnya hanya rekayasa hukum (<em>hilah</em>) untuk menutupi riba, yaitu pengambilan manfaat dari pemberian utang, baik berupa tambahan (<em>ziyadah</em>), hadiah, atau manfaat lainnya. Padahal manfaat-manfaat ini jelas merupakan riba yang haram hukumnya. Dari Anas RA, bahwa Rasulullah SAW,”<em>Jika seseorang memberi pinjaman (qardh), janganlah dia mengambil hadiah</em>.” (HR Bukhari, dalam kitabnya <em>At-Tarikh Al-Kabir</em>) (Dikutip dari hafidz341.com).</p>
<p><em>Selain itu,</em> dalam gadai emas, fee (<em>ujrah</em>) untuk jasa penitipan/penyimpanan dibebankan kepada penggadai (<em>rahin</em>), yaitu nasabah. Padahal seharusnya biaya itu dibebankan kepada penerima gadai (<em>murtahin</em>), yaitu bank syariah, bukan nasabah. Dalilnya sabda Rasulullah SAW,”Tunggangan (kendaraan) yang digadaikan boleh dinaiki dengan menanggung biayanya, dan binatang ternak yang digadaikan dapat diperah susunya dengan menanggung biayanya. Bagi yang menggunakan kendaraan dan memerah susu wajib menyediakan biaya perawatan dan pemeliharaan.” (HR Jama’ah, kecuali Muslim dan Nasa`i).</p>
<p>Menurut Imam Syaukani, hadits tersebut menunjukkan pihak yang menanggung biaya barang jaminan adalah <em>murtahin</em> (penerima gadai), bukan <em>rahin</em> (penggadai). Alasannya, bagaimana mungkin biayanya ditanggung <em>rahin</em>, karena justru <em>rahin</em> itulah yang memiliki barang jaminan. Jadi, menurut Imam Syaukani, hadits itu memberikan pengertian bahwa jika faidah-faidah terkait dengan kepentingan <em>murtahin</em>, seperti penitipan (<em>wadi’ah</em>) barang jaminan, maka yang harus menanggung biayanya<em> </em>adalah <em>murtahin</em>, bukan <em>rahin</em>. (Imam Syaukani, <em>As-Sailul Jarar,</em> hlm. 275-276).</p>
<p>Namun tentu keputusan terakhir ada pada Anda, mau lanjut berkebun emas atau stop di sini dan mencari alternatif investasi lain yang benar-benar menguntungkan dan berkah.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/snhadi.wordpress.com/1369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/snhadi.wordpress.com/1369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/snhadi.wordpress.com/1369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/snhadi.wordpress.com/1369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/snhadi.wordpress.com/1369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/snhadi.wordpress.com/1369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/snhadi.wordpress.com/1369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/snhadi.wordpress.com/1369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/snhadi.wordpress.com/1369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/snhadi.wordpress.com/1369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/snhadi.wordpress.com/1369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/snhadi.wordpress.com/1369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/snhadi.wordpress.com/1369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/snhadi.wordpress.com/1369/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=snhadi.wordpress.com&amp;blog=2845275&amp;post=1369&amp;subd=snhadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://snhadi.wordpress.com/2012/01/02/berkebun-emas-atau-berkebun-utang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-7.797224 110.368797</georss:point>
		<geo:lat>-7.797224</geo:lat>
		<geo:long>110.368797</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/23642a122e22cab00dee1acb11815a06?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">snhadi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://snhadi.files.wordpress.com/2012/01/berkebun-emas.png" medium="image">
			<media:title type="html">Berkebun emas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mari Menabung Emas!</title>
		<link>http://snhadi.wordpress.com/2012/01/02/mari-menabung-emas/</link>
		<comments>http://snhadi.wordpress.com/2012/01/02/mari-menabung-emas/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jan 2012 01:30:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>snhadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dinar]]></category>
		<category><![CDATA[Emas]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi Emas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://snhadi.wordpress.com/?p=1361</guid>
		<description><![CDATA[Saya masih ingat dengan jelas sekitar 2 tahun yang lalu, harga semangkuk bubur ayam tidak jauh dari tempat saya bekerja 5000 rupiah. Kemudian setelah 2 tahun berlalu, ternyata uang 5000 rupiah sudah tidak bisa untuk membeli bubur ayam lagi. Harga semangkok bubur ayam sekarang 8000 rupiah. Itu baru bubur ayam belum kebutuhan pokok lainnya. Sebenarnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=snhadi.wordpress.com&amp;blog=2845275&amp;post=1361&amp;subd=snhadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://snhadi.files.wordpress.com/2012/01/4dinar215.jpg"><img class="size-full wp-image-1364 alignleft" title="4Dinar215" src="http://snhadi.files.wordpress.com/2012/01/4dinar215.jpg?w=460" alt=""   /></a>Saya masih ingat dengan jelas sekitar 2 tahun yang lalu, harga semangkuk bubur ayam tidak jauh dari tempat saya bekerja 5000 rupiah. Kemudian setelah 2 tahun berlalu, ternyata uang 5000 rupiah sudah tidak bisa untuk membeli bubur ayam lagi. Harga semangkok bubur ayam sekarang 8000 rupiah. Itu baru bubur ayam belum kebutuhan pokok lainnya.</p>
<p>Sebenarnya kenapa hal tersebut bisa terjadi ya? apa lantaran harga barangnya yang naik atau nilai uang yang kita pegang sekarang yang justru turun? Usut punya usut, setelah saya mencari-cari info ke sana-kemari, saya berujung pada satu kesimpulan, &#8220;<strong>Bukan harga barangnya yang naik, tetapi nilai uang kita yang turun</strong>!&#8221;. Kemudian saya menemukan pada suatu fakta bahwa sebenarnya dari dulu hingga sekarang, harga barang kebutuhan manusia itu cenderung stabil, kalaupun naik tidak signifikan. Tetapi nilai uang yang digunakan oleh manusia yang cenderung fruktuatif dan semakin terjun bebas. Ini lantaran uang yang kita pakai (uang kertas) nilai intrinsiknya sebenarnya jauh lebih kecil dibanding dengan nilai nominal yang tertera. Karena biaya yang rendah untuk mencetak uang kertas ini membuat kapanpun pihak yang berwenang mampu mencetaknya jika dibutuhkan, dengan nilai nominal terserah kebijakan yang mencetak uang.<br />
<span id="more-1361"></span></p>
<p>Untuk saat ini, nilai uang kertas dunia dikonversi ke nilai mata uang dollar Amerika Serikat (AS). AS yang notabene pencetak uang kertas dollar tentu menangguk untung besar. Dengan biaya cetak yang kecil, mereka bisa mencetak banyak dollar yang nilai nominalnya cukup besar sehingga mampu mengontrol harga-harga produk di pasaran. Negara-negara lain yang ingin membeli produk harus &#8220;wajib&#8221; mengikuti harga-harga yang telah ditetapkan oleh dollar AS. Jadilah mata uang negara-negara di dunia terpaksa bertekuk lutut di bawah dollar AS, yang berarti nilainya bisa turun kapanpun.</p>
<p>Sistem inilah yang membuat ekonomi dunia menjadi tidak menentu. Coba seandainya alat transaksi yang kita gunakan kembali kepada emas atau perak yang sejak dahulu sebenarnya telah digunakan orang-orang untuk bertransaksi, niscaya ekonomi dunia lebih kuat. Dengan alat tukar dalam bentuk emas, pihak yang memiliki otoritas pembuatan uang yang terbuat dari emas tentu tidak semena-mena mencetak dalam jumlah banyak karena keterbatasan sumber daya emas yang ada. Jadi otomatis uang emas yang beredar di pasaran jumlahnya sama dengan kemampuan sumber daya dari pihak pencetak uang emas. Sehingga nilai produk akan relatif stabil.</p>
<p>Salah satu produk emas yang digunakan dalam transaksi adalah dinar (emas) dan dirham (perak). Uang emas ini sudah digunakan sejak jaman dahulu dan semakin dipopulerkan saat masa kejayaan umat Islam sekitar 14 abad yang lalu. Uang emas ini terbukti tahan inflasi. Sebagai contoh, harga seekor kambing dari jaman Nabi Muhammad SAW sampai saat ini sekitar 1 dinar. Padahal kalau kita pakai perhitungan uang kertas (uang fiat), maka tentu nilai ini tidak berlaku.</p>
<p>Jadi bagi kita yang ingin mengamankan aset keuangan kita untuk masa depan, jangan simpan dalam bentuk tabungan karena nilainya cenderung turun akibat inflasi. Belikan saja tanah, bangunan, atau emas. Karena ketiganya selain mampu mengamankan aset anda, juga memiliki nilai yang terus naik dari tahun ke tahun. Bahkan khusus untuk emas, dalam 10 tahun terakhir kenaikannya bisa mencapai 360% lebih (lihat grafik di bawah ini). Artinya jika kita memulai menyimpan emas (dinar) saat ini yang harga 1 dinarnya berkisar 2,1 juta rupiah maka tahun 2022 nilainya akan melonjak menjadi sekitar 9,8 juta rupiah!</p>
<p><a href="http://snhadi.files.wordpress.com/2012/01/trend-emas-10-tahun.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-1362" title="trend emas 10 tahun" src="http://snhadi.files.wordpress.com/2012/01/trend-emas-10-tahun.png?w=460" alt=""   /></a></p>
<p style="text-align:center;">Grafik kenaikan nilai dinar (emas) dalam 10 tahun (Sumber: geraidinar.com)</p>
<p>Jadi ayo tunggu apa lagi, simpan aset Anda dalam bentuk emas murni atau koin dinar, niscaya Anda bakal bisa &#8221;mengamankan&#8221; masa depan Anda dan keluarga. Insya Alloh.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/snhadi.wordpress.com/1361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/snhadi.wordpress.com/1361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/snhadi.wordpress.com/1361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/snhadi.wordpress.com/1361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/snhadi.wordpress.com/1361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/snhadi.wordpress.com/1361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/snhadi.wordpress.com/1361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/snhadi.wordpress.com/1361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/snhadi.wordpress.com/1361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/snhadi.wordpress.com/1361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/snhadi.wordpress.com/1361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/snhadi.wordpress.com/1361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/snhadi.wordpress.com/1361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/snhadi.wordpress.com/1361/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=snhadi.wordpress.com&amp;blog=2845275&amp;post=1361&amp;subd=snhadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://snhadi.wordpress.com/2012/01/02/mari-menabung-emas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-7.797224 110.368797</georss:point>
		<geo:lat>-7.797224</geo:lat>
		<geo:long>110.368797</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/23642a122e22cab00dee1acb11815a06?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">snhadi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://snhadi.files.wordpress.com/2012/01/4dinar215.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">4Dinar215</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://snhadi.files.wordpress.com/2012/01/trend-emas-10-tahun.png" medium="image">
			<media:title type="html">trend emas 10 tahun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sudah Tepatkah Perhitungan Usia Anda?</title>
		<link>http://snhadi.wordpress.com/2011/12/31/sudah-benarkah-perhitungan-usia-anda/</link>
		<comments>http://snhadi.wordpress.com/2011/12/31/sudah-benarkah-perhitungan-usia-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Dec 2011 07:58:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>snhadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kalender Hijriah VS Masehi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://snhadi.wordpress.com/?p=1350</guid>
		<description><![CDATA[Seorang teman bertanya kepada saya, &#8220;Tanggal lahir dirimu tanggal berapa sih?&#8221;. Dengan mantap saya menjawab, &#8220;3 Oktober Bro!&#8221;. Namun jawaban saya ternyata tak membuat teman saya merasa puas. Sejurus kemudian lalu berkomentar,&#8221;Maksud saya, tanggal lahir dihitung dari tahun Hijriah, bukan Masehi. Itu loh kalender yang dipakai umat muslim di dunia&#8221;. Saya sontak terdiam. Aduh, iya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=snhadi.wordpress.com&amp;blog=2845275&amp;post=1350&amp;subd=snhadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://52weekpreschool.blogspot.com"><img class="size-medium wp-image-1353 alignleft" title="Moon in phases" src="http://snhadi.files.wordpress.com/2011/12/moon-in-phases.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a>Seorang teman bertanya kepada saya, &#8220;Tanggal lahir dirimu tanggal berapa sih?&#8221;. Dengan mantap saya menjawab, &#8220;3 Oktober Bro!&#8221;. Namun jawaban saya ternyata tak membuat teman saya merasa puas. Sejurus kemudian lalu berkomentar,&#8221;Maksud saya, tanggal lahir dihitung dari tahun Hijriah, bukan Masehi. Itu loh kalender yang dipakai umat muslim di dunia&#8221;. Saya sontak terdiam. Aduh, iya ya&#8230;saya kan muslim kok malah gak tahu kalender hijriah saya dilahirkan?<br />
<span id="more-1350"></span></p>
<p>Kemudian saya mencari data di internet. Dan setelah dikonversi ternyata hari jadi saya, Jum&#8217;at 3 oktober 1980 kalau dilihat dari kalender hijriah menjadi hari Jumat, 24 Dzul Qa&#8217;idah 1400 H.  Itu artinya usia saya yang sebenarnya bukan 31 tahun lebih melainkan 33 tahun! Wah ternyata lebih tua 2 tahun ya&#8230;.(untuk konversi kalender masehi ke hijriah silakan klik <strong><a href="http://www.islamicity.com/prayertimes/defaulthijriconv.asp?force_drive=geo2_based">di sini</a>). </strong></p>
<p>Menjadi menarik sebenarnya kalau kemudian kita mempertanyakan, apa sih yang menjadi dasar perhitungan keduanya? Ternyata perhitungan Masehi didasarkan pada SOLAR YEAR (tahun matahari-syamsiyah), yaitu lamanya bumi mengorbit Matahari dalam satu putaran penuh yang berjumlah 365,242.217 hari (hari matahari). Sedangkan perhitungan Hijriah didasarkan pada LUNAR YEAR (tahun bulan-qamariyah seperti juga tahun baru IMLEK), yaitu tahun berdasarkan 12 kali lamanya orbit penuh bulan mengedari Bumi, yang berjumlah 354,367.068 hari (hari bulan). Jadi keduanya memiliki perbedaan 10,875.148,9 hari. Ini juga berarti kalender Hijriah lebih singkat sekitar 11 hari.</p>
<p>Lalu sistem penanggalan mana yang lebih benar? Wah untuk menjawab pertanyaan ini kita mesti cari tahu dari ahli astronomi (maaf saya bukan ahli astronomi). Tetapi bagi saya yang notabene adalah seorang muslim, saya akan cenderung mengikuti kalender Hijriah, walaupun saya juga tidak bisa 100% meninggalkan sistem kalender masehi. Kenapa sistem kalender Hijriah (berdasarkan bulan) yang lebih saya ikuti, dan saya berharap banyak yang sependapat, itu dikarenakan saya merujuk ke ayat dalam Al qur&#8217;an surat Yunus ayat 5 yang berbunyi,&#8221;</p>
<p><em>“Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan <strong>ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu)</strong>. Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak</em><em>. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.&#8221;</em></p>
<p>Catatan: * lihat yang hurufnya saya tebalkan</p>
<p>Meskipun saat ini, sekitar 85% umat Islam Indonesia lebih familiar dengan kalender Masehi, saya berkeyakinan kalender Hijriah tak kan pernah dilupakan kaum muslimin Indonesia sampai kapanpun.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/snhadi.wordpress.com/1350/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/snhadi.wordpress.com/1350/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/snhadi.wordpress.com/1350/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/snhadi.wordpress.com/1350/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/snhadi.wordpress.com/1350/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/snhadi.wordpress.com/1350/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/snhadi.wordpress.com/1350/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/snhadi.wordpress.com/1350/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/snhadi.wordpress.com/1350/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/snhadi.wordpress.com/1350/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/snhadi.wordpress.com/1350/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/snhadi.wordpress.com/1350/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/snhadi.wordpress.com/1350/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/snhadi.wordpress.com/1350/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=snhadi.wordpress.com&amp;blog=2845275&amp;post=1350&amp;subd=snhadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://snhadi.wordpress.com/2011/12/31/sudah-benarkah-perhitungan-usia-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		<georss:point>-7.797224 110.368797</georss:point>
		<geo:lat>-7.797224</geo:lat>
		<geo:long>110.368797</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/23642a122e22cab00dee1acb11815a06?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">snhadi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://snhadi.files.wordpress.com/2011/12/moon-in-phases.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Moon in phases</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kado Kecil Buat Ibu</title>
		<link>http://snhadi.wordpress.com/2011/12/22/kado-kecil-buat-ibu/</link>
		<comments>http://snhadi.wordpress.com/2011/12/22/kado-kecil-buat-ibu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Dec 2011 05:40:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>snhadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Senyuman Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Hari ibu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://snhadi.wordpress.com/?p=1344</guid>
		<description><![CDATA[“Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu. Hanya kepada-Ku lah kamu akan kembali.” (QS. Luqman: 14) Ibu itu orang yang selalu memberikan senyuman walaupun kita seringkali membalasnya dengan bentakkan&#8230; Ibu itu orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=snhadi.wordpress.com&amp;blog=2845275&amp;post=1344&amp;subd=snhadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><em>“Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu. Hanya kepada-Ku lah kamu akan kembali.”</em> (QS. Luqman: 14)</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://snhadi.files.wordpress.com/2011/12/ibu.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1346" title="Ibu" src="http://snhadi.files.wordpress.com/2011/12/ibu.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:left;">Ibu itu orang yang selalu memberikan senyuman walaupun kita seringkali membalasnya dengan bentakkan&#8230;</p>
<p style="text-align:left;">Ibu itu orang yang selalu memaafkan kita sebesar apapun duka yang kita perbuat kepadanya&#8230;</p>
<p style="text-align:left;">Ibu itu orang yang selalu tegar membimbing jalan kita, meski ketika dewasa seringkali kita lupa menjaga pelitanya&#8230;</p>
<p style="text-align:left;">Ibu itu orang yang tak pernah lelah berdoa untuk anak-anaknya, walaupun sang anak lebih sering berdoa untuk dirinya sendiri&#8230;</p>
<p style="text-align:left;">Ibu itu orang yang diberikan kedudukan yang tinggi di mata TUHAN, namun seringkali dianggap tak ada oleh anak-anaknya&#8230;</p>
<p style="text-align:left;">Ibu itu orang yang selalu ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya, meskipun anaknya seringkali justru menikmati dahulu yang terbaik untuk dirinya sendiri, dan baru memberikan sisanya kepada sang ibu&#8230;</p>
<p style="text-align:left;">Ibu itu orang yang setiap 22 Desember kita peringati harinya, namun seringkali kita lupakan di hari-hari yang lainnya&#8230;</p>
<p style="text-align:left;">Selamat hari IBU! Semoga Alloh SWT selalu memberikan perlindungan dan kasih sayang-Nya, sebuah hadiah yang justru sangat jarang diberikan oleh darah dagingnya sendiri.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/snhadi.wordpress.com/1344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/snhadi.wordpress.com/1344/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/snhadi.wordpress.com/1344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/snhadi.wordpress.com/1344/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/snhadi.wordpress.com/1344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/snhadi.wordpress.com/1344/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/snhadi.wordpress.com/1344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/snhadi.wordpress.com/1344/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/snhadi.wordpress.com/1344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/snhadi.wordpress.com/1344/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/snhadi.wordpress.com/1344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/snhadi.wordpress.com/1344/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/snhadi.wordpress.com/1344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/snhadi.wordpress.com/1344/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=snhadi.wordpress.com&amp;blog=2845275&amp;post=1344&amp;subd=snhadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://snhadi.wordpress.com/2011/12/22/kado-kecil-buat-ibu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-7.797224 110.368797</georss:point>
		<geo:lat>-7.797224</geo:lat>
		<geo:long>110.368797</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/23642a122e22cab00dee1acb11815a06?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">snhadi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://snhadi.files.wordpress.com/2011/12/ibu.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Ibu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Senyuman Masa Kecil Saat Usia Tak Lagi Muda</title>
		<link>http://snhadi.wordpress.com/2011/12/20/senyuman-masa-kecil-saat-usia-tak-lagi-muda/</link>
		<comments>http://snhadi.wordpress.com/2011/12/20/senyuman-masa-kecil-saat-usia-tak-lagi-muda/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Dec 2011 11:46:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>snhadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Senyuman Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Kontes Segger]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://snhadi.wordpress.com/?p=1335</guid>
		<description><![CDATA[Judul Foto: Senyuman Masa Kecil Saat Usia Tak Lagi Muda &#8220;Senyuman itu dari dalam hati. Tak bisa dipaksa untuk muncul, tak bisa ditolak saat sudah mengembang. Senyuman itu membuat kita selalu muda, meski usia sudah beranjak tua&#8221;<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=snhadi.wordpress.com&amp;blog=2845275&amp;post=1335&amp;subd=snhadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-full wp-image-1336 aligncenter" title="Senyuman masa kecil di saat Usia Tak Lagi Muda" src="http://snhadi.files.wordpress.com/2011/12/senyuman-masa-kecil-di-saat-usia-tak-lagi-muda.jpg?w=460" alt=""   /></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Judul Foto: Senyuman Masa Kecil Saat Usia Tak Lagi Muda</strong></p>
<p style="text-align:center;">&#8220;Senyuman itu dari dalam hati. Tak bisa dipaksa untuk muncul, tak bisa ditolak saat sudah mengembang. Senyuman itu membuat kita selalu muda, meski usia sudah beranjak tua&#8221;</p>
<p style="text-align:center;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/snhadi.wordpress.com/1335/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/snhadi.wordpress.com/1335/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/snhadi.wordpress.com/1335/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/snhadi.wordpress.com/1335/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/snhadi.wordpress.com/1335/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/snhadi.wordpress.com/1335/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/snhadi.wordpress.com/1335/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/snhadi.wordpress.com/1335/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/snhadi.wordpress.com/1335/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/snhadi.wordpress.com/1335/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/snhadi.wordpress.com/1335/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/snhadi.wordpress.com/1335/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/snhadi.wordpress.com/1335/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/snhadi.wordpress.com/1335/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=snhadi.wordpress.com&amp;blog=2845275&amp;post=1335&amp;subd=snhadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://snhadi.wordpress.com/2011/12/20/senyuman-masa-kecil-saat-usia-tak-lagi-muda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-7.797224 110.368797</georss:point>
		<geo:lat>-7.797224</geo:lat>
		<geo:long>110.368797</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/23642a122e22cab00dee1acb11815a06?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">snhadi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://snhadi.files.wordpress.com/2011/12/senyuman-masa-kecil-di-saat-usia-tak-lagi-muda.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Senyuman masa kecil di saat Usia Tak Lagi Muda</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Seandainya saya menjadi Anggota DPD RI</title>
		<link>http://snhadi.wordpress.com/2011/12/18/seandainya-saya-menjadi-anggota-dpd-ri-2/</link>
		<comments>http://snhadi.wordpress.com/2011/12/18/seandainya-saya-menjadi-anggota-dpd-ri-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Dec 2011 01:40:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>snhadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seandainya saya menjadi anggota DPD RI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://snhadi.wordpress.com/?p=1332</guid>
		<description><![CDATA[Wakil menurut pengertian awam saya adalah pembantu. Pembantu menurut saya adalah orang yang senantiasa bersedia menjalani titah tuannya dengan penuh pengabdian. Jadi menurut saya, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) seharusnya merupakan kumpulan orang yang mau dengan senang hati membantu memperjuangkan keinginan rakyat daerah. Untuk bisa menjadi pembantu yang baik, wakil daerah harus mengerti benar kondisi masyarakatnya, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=snhadi.wordpress.com&amp;blog=2845275&amp;post=1332&amp;subd=snhadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;" align="center"><a href="http://snhadi.files.wordpress.com/2011/12/sidang-wakil-rakyat.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1333" title="Wakil Rakyat" src="http://snhadi.files.wordpress.com/2011/12/sidang-wakil-rakyat.jpg?w=300&#038;h=155" alt="" width="300" height="155" /></a>Wakil menurut pengertian awam saya adalah pembantu. Pembantu menurut saya adalah orang yang senantiasa bersedia menjalani titah tuannya dengan penuh pengabdian. Jadi menurut saya, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) seharusnya merupakan kumpulan orang yang mau dengan senang hati membantu memperjuangkan keinginan rakyat daerah.</p>
<p>Untuk bisa menjadi pembantu yang baik, wakil daerah harus mengerti benar kondisi masyarakatnya, apa yang mereka butuhkan, dan bagaimana agar kebutuhan mereka bisa terwujud saat wakil tersebut sudah duduk di kursi dewan.</p>
<p>Saya yakin jalan menuju anggota dewan yang handal bukan proses yang instan, perlu waktu dan butuh kerja keras dan perjuangan yang tak kenal lelah. Makanya saya sangat miris jika ada wakil dewan terpilih bukan karena kerja nyatanya selama ini untuk rakyat di daerahnya melainkan karena kedekatannya dengan pihak-pihak berkuasa dan memiliki uang.</p>
<p>Karenanya Jika saya menjadi anggota DPD RI, satu hal yang pasti harus saya lakukan adalah mendatangi lagi rakyat yang memilih saya, lalu dihadapan mereka saya akan serius menandatangi perjanjian tertulis, jika saya tidak bisa mewujudkan apa yang mereka inginkan, tanpa perlu tekanan dari siapapun saya akan mundur dari jabatan saya. Saya juga akan menandatangani janji saya bahwa sedikitpun tidak akan melakukan tindakan yang melanggar hukum seperti KKN (korupsi kolusi dan nepotisme). Saya berharap dengan adanya janji tertulis saya, rakyat akan 100% percaya kepada saya karena kapanpun mereka bisa menagih janji tersebut, dan tentu saya tidak akan bisa menghindar karena sudah ada hitam di atas putihnya. </p>
<p>Jika saya menjadi anggota DPD RI, langkah kedua yang akan saya lakukan adalah mendorong terjadinya pertemuan khusus anggota DPD RI untuk mendengarkan pemaparan setiap anggota. Dengan mendengarkan suara 132 orang anggota dewan yang tentu akan mengemukakan misi daerahnya masing-masing, kita bisa membuat skala prioritas perjuangan, bidang apa yang menjadi porsi utama yang harus didahulukan, dan di daerah mana bidang tersebut harus pertama diwujudkan. Ini penting agar di dalam menjalankan tugasnya anggota dewan tidak tercerai-berai dan bisa selalu bersatu. Dengan suara yang hanya 132 dibandingkan ratusan anggota DPR lainnya, sungguh sangat ironi jika anggota DPD RI sampai terpecah belah.</p>
<p>Jika saya menjadi anggota DPD RI, saya akan mendorong diprioritaskannya bidang pendidikan (umum maupun agama) dan ekonomi kerakyatan di atas bidang-bidang yang lain. Alasannya sederhana, pendidikan adalah investasi bangsa di masa depan. Hanya bangsa dengan pendidikan rakyat yang baik saja yang akan mampu kuat bersaing di kancah global. Rakyat kita di masa depan tidak akan cukup puas menjadi objek melainkan mampu menjadi subjek kemajuan. Bidang ekonomi rakyat penting karena di sinilah cikal bakal setiap permasalahan timbul. Perut yang lapar membuat orang bisa melakukan apa saja, termasuk kejahatan. Perut yang lapar juga bisa membuat kesehatan masyarakat menjadi terganggu. Gizi dan kesehatan rakyat yang buruk akan mendorong terlahirnya generasi yang bodoh. Generasi yang bodoh akan melahirkan pemimpin-pemimpin yang bodoh pula. Dan ujungnya kita akan semakin mudah dibodohi oleh negara-negara lain. </p>
<p>Demikian sebuah rangkaian kata yang menjadi hal-hal prioritas yang seharusnya bisa dilakukan anggota DPD RI demi kesejahteraan, tidak hanya masyarakat daerah tetapi juga dalam lingkup nasional. </p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/snhadi.wordpress.com/1332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/snhadi.wordpress.com/1332/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/snhadi.wordpress.com/1332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/snhadi.wordpress.com/1332/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/snhadi.wordpress.com/1332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/snhadi.wordpress.com/1332/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/snhadi.wordpress.com/1332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/snhadi.wordpress.com/1332/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/snhadi.wordpress.com/1332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/snhadi.wordpress.com/1332/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/snhadi.wordpress.com/1332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/snhadi.wordpress.com/1332/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/snhadi.wordpress.com/1332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/snhadi.wordpress.com/1332/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=snhadi.wordpress.com&amp;blog=2845275&amp;post=1332&amp;subd=snhadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://snhadi.wordpress.com/2011/12/18/seandainya-saya-menjadi-anggota-dpd-ri-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-7.797224 110.368797</georss:point>
		<geo:lat>-7.797224</geo:lat>
		<geo:long>110.368797</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/23642a122e22cab00dee1acb11815a06?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">snhadi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://snhadi.files.wordpress.com/2011/12/sidang-wakil-rakyat.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Wakil Rakyat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Seandainya Saya Menjadi Anggota DPD RI</title>
		<link>http://snhadi.wordpress.com/2011/12/13/seandainya-saya-menjadi-anggota-dpd-ri/</link>
		<comments>http://snhadi.wordpress.com/2011/12/13/seandainya-saya-menjadi-anggota-dpd-ri/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Dec 2011 17:29:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>snhadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi Persahabatan]]></category>
		<category><![CDATA[Seandainya saya menjadi anggota DPD RI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://snhadi.wordpress.com/?p=1325</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu lalu, seorang mahasiswa nekad membakar dirinya. Meskipun motif dasarnya masih menjadi tanda tanya, namun aksinya yang dilakukan tepat di depan istana negara, membuat sebagian kita menduga-duga, jangan-jangan si pelaku ingin menunjukkan bahwa dia benar-benar frustasi dengan keadaan negeri ini yang tak kunjung membaik, meski bola reformasi telah bergulir lebih dari 13 tahun! Karenanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=snhadi.wordpress.com&amp;blog=2845275&amp;post=1325&amp;subd=snhadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://snhadi.files.wordpress.com/2011/12/logo-dpd-ri6.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1327" title="logo-dpd-ri6" src="http://snhadi.files.wordpress.com/2011/12/logo-dpd-ri6.jpg?w=300&#038;h=290" alt="" width="300" height="290" /></a>Beberapa waktu lalu, seorang mahasiswa nekad membakar dirinya. Meskipun motif dasarnya masih menjadi tanda tanya, namun aksinya yang dilakukan tepat di depan istana negara, membuat sebagian kita menduga-duga, jangan-jangan si pelaku ingin menunjukkan bahwa dia benar-benar frustasi dengan keadaan negeri ini yang tak kunjung membaik, meski bola reformasi telah bergulir lebih dari 13 tahun!</p>
<p>Karenanya seandainya saya dipercaya Tuhan menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melalui tangan rakyat di pemilihan umum, maka yang pasti saya tidak ingin hal yang sama (aksi mahasiswa bakar diri) terulang di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)! Saya tidak ingin masyarakat yang saya wakili karena terlalu frustasinya membuat mereka tak segan-segan melakukan tindakan nekad, bahkan sampai mengorbankan jiwanya, anugerah Tuhan yang tak ternilai harganya!</p>
<p>Saya akan sangat merasa malu, karena kalau mau jujur, seharusnya saya yang menjadi wakilnya yang lebih dulu maju ke garis depan untuk berkorban memperjuangkan kepentingan mereka, bukan justru sebaliknya, saya berlindung di ruang ber-AC dan berkursi empuk, sementara rakyat saya menjerit merasakan panasnya api yang membakar setiap jengkal kulitnya, hanya untuk menunjukkan aspirasi yang notabene adalah hak asasi setiap individu!</p>
<p>Seandainya saya menjadi anggota DPD RI, saya tak mau banyak berjanji, saya hanya ingin memberi bukti. Bukti yang membuat rakyat yang memilih saya tidak merasa dikhianati. Bukti yang membuat rakyat tak perlu sampai mati untuk menyampaikan aspirasi untuk kemajuan negeri ini.</p>
<p>Seandainya saya menjadi anggota DPD RI, saya hanya tidak ingin, saat rakyat yang saya wakili begitu bergembira ketika memulai hari, bahkan karena terlalu gembiranya sampai mereka tak terpikir akan terlambat menjemput rejeki, sementara saya dengan santai sering terlambat menghadiri rapat, yang notabene adalah tempat aspirasi rakyat negeri ini dibahas dan digodok demi kemaslahatan bersama.</p>
<p>Seandainya saya menjadi anggota DPD RI, saya hanya tidak ingin, saat rakyat yang saya wakili sebagian besar berjalan kaki menuju tempatnya menggapai rejeki, saya justru dengan tanpa perasaan bersalah menaiki mobil mercy, meskipun mungkin itu bukan hasil dari korupsi.</p>
<p>Seandainya saya menjadi anggota DPD RI, saya akan merasa malu saat anak-anak saya bisa bersekolah sampai ke jenjang paling tinggi, sementara anak-anak dari keluarga-keluarga yang saya wakili hanya mampu sekedar bermimpi untuk mengecap pendidikan tinggi.</p>
<p>Seandainya saya menjadi anggota DPD RI, saya ingin Tuhan selalu menerangi dan memberikan petunjuk kepada hati ini agar tidak sampai salah langkah dalam meniti hari untuk memperjuangkan aspirasi rakyat yang saya wakili.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/snhadi.wordpress.com/1325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/snhadi.wordpress.com/1325/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/snhadi.wordpress.com/1325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/snhadi.wordpress.com/1325/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/snhadi.wordpress.com/1325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/snhadi.wordpress.com/1325/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/snhadi.wordpress.com/1325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/snhadi.wordpress.com/1325/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/snhadi.wordpress.com/1325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/snhadi.wordpress.com/1325/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/snhadi.wordpress.com/1325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/snhadi.wordpress.com/1325/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/snhadi.wordpress.com/1325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/snhadi.wordpress.com/1325/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=snhadi.wordpress.com&amp;blog=2845275&amp;post=1325&amp;subd=snhadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://snhadi.wordpress.com/2011/12/13/seandainya-saya-menjadi-anggota-dpd-ri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		<georss:point>-7.797224 110.368797</georss:point>
		<geo:lat>-7.797224</geo:lat>
		<geo:long>110.368797</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/23642a122e22cab00dee1acb11815a06?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">snhadi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://snhadi.files.wordpress.com/2011/12/logo-dpd-ri6.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">logo-dpd-ri6</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Prosedur Klaim Jamsostek, Bisa Cair 1 Hari!</title>
		<link>http://snhadi.wordpress.com/2011/12/08/klaim-jamsostek-mudah-bisa-cair-cukup-1-hari/</link>
		<comments>http://snhadi.wordpress.com/2011/12/08/klaim-jamsostek-mudah-bisa-cair-cukup-1-hari/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Dec 2011 03:16:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>snhadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Senyuman Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[jamsostek]]></category>
		<category><![CDATA[Klaim Jamsostek]]></category>
		<category><![CDATA[prosedur klaim jamsostek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://snhadi.wordpress.com/?p=1320</guid>
		<description><![CDATA[Orang bilang klaim jamsostek itu susah dan berbelit-belit, tapi setelah saya mengalaminya sendiri, cukup mudah kok dan tidak banyak prosedur yang membuat kepala pusing 7 keliling. Berikut saya bagi pengalaman saya ya&#8230; 1. Pelajari dulu syarat2nya:Kartu Jamsostek (asli) + fotokopi (1 lembar), KTP (asli) + fotokopi (2 lembar; 1 buat penyerahan di CSO, 1 lagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=snhadi.wordpress.com&amp;blog=2845275&amp;post=1320&amp;subd=snhadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://snhadi.files.wordpress.com/2011/12/jamsostek.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1322" title="jamsostek" src="http://snhadi.files.wordpress.com/2011/12/jamsostek.jpg?w=300&#038;h=207" alt="" width="300" height="207" /></a>Orang bilang klaim jamsostek itu susah dan berbelit-belit, tapi setelah saya mengalaminya sendiri, cukup mudah kok dan tidak banyak prosedur yang membuat kepala pusing 7 keliling. Berikut saya bagi pengalaman saya ya&#8230;</p>
<p>1. Pelajari dulu syarat2nya:Kartu Jamsostek (asli) + fotokopi (1 lembar), KTP (asli) + fotokopi (2 lembar; 1 buat penyerahan di CSO, 1 lagi buat dikasir saat ambil uang jamsostek), Surat keterangan domisili tempat tinggal dari RT dan RW (bagi yang tidak punya KTP daerah setempat), Fotokopi 1 lembar surat keterangan berhenti bekerja dari perusahaan tempat kita bekerja (siapkan aslinya untuk jaga-jaga), Fotokopi kartu keluarga yang sesuai dengan alamat KTP 1 lembar (siapkan aslinya untuk jaga-jaga), dan fotokopi akte kelahiran 1 lembar (siapkan juga aslinya untuk jaga-jaga).<br />
2. Isi formulir Klaim Jamsostek beserta surat keterangan bekerja (bisa diminta di sekuriti di pintu masuk). Isi data-datanya dengan benar dan tanda tangani (tanda tangan sesuai dengan tanda tangan di KTP).<br />
3. Mengambil antrian.<br />
4. Setelah dipanggil CSO, serahkan berkas-berkas No.1-2 kepada CSO.<br />
5. CSO akan memverifikasi data-data kita. Jika sudah sesuai maka akan diserahkan ke bagian KASIR. Kita diminta mengantri di bagian kasir.<br />
6. KASIR akan memanggil untuk meminta kita tanda tangan dan menyerahkan 1 fotokopi KTP.<br />
7. Dana JAMSOSTEK bisa dicairkan&#8230;</p>
<p>CATATAN:<br />
Syarat tambahan, kita bisa mencairkan dana jamsostek jika keanggotaan kita sudah mencapai 5 TAHUN + 6 bulan jeda.</p>
<p>Selamat mencoba! Good Luck!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/snhadi.wordpress.com/1320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/snhadi.wordpress.com/1320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/snhadi.wordpress.com/1320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/snhadi.wordpress.com/1320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/snhadi.wordpress.com/1320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/snhadi.wordpress.com/1320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/snhadi.wordpress.com/1320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/snhadi.wordpress.com/1320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/snhadi.wordpress.com/1320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/snhadi.wordpress.com/1320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/snhadi.wordpress.com/1320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/snhadi.wordpress.com/1320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/snhadi.wordpress.com/1320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/snhadi.wordpress.com/1320/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=snhadi.wordpress.com&amp;blog=2845275&amp;post=1320&amp;subd=snhadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://snhadi.wordpress.com/2011/12/08/klaim-jamsostek-mudah-bisa-cair-cukup-1-hari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-7.797224 110.368797</georss:point>
		<geo:lat>-7.797224</geo:lat>
		<geo:long>110.368797</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/23642a122e22cab00dee1acb11815a06?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">snhadi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://snhadi.files.wordpress.com/2011/12/jamsostek.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">jamsostek</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
