jump to navigation

Idwebhost.com Trend Hosting Indonesia; Tujuh Hal Yang Membuat Jatuh Hati February 23, 2011

Posted by snhadi in Inspirasi Persahabatan.
Tags:
add a comment

Ketika beberapa hari yang lalu saya diundang untuk ikut lomba blog review idwebhost.com pasca perpanjangan kontrak domain saya dengan perusahaan ini, saya cukup lama berpikir untuk memutuskan mau ikut bergabung atau sekedar menjadi penonton. Karena bagi saya, menulis sebuah review terhadap hal tertentu (apalagi produk tertentu) tidak semudah seperti membalik telapak tangan. Saya harus membuat tulisan yang benar-benar objektif dan berimbang serta tidak terkesan “mencari” muka.
Read more…

Hosting dan Apa Pentingnya Bagi Kita! February 22, 2011

Posted by snhadi in Goresan Ilmu.
Tags:
1 comment so far

Jika pertanyaan, “Pernah mendengar istilah hosting?” ditujukan kepada saya sepuluh atau lima tahun yang lalu, saya akan menjawab dengan mimik wajah yang sedikit bingung,”Hosting? Maksudnya pembawa acara di televisi ya?” Ya benar, meski saya sudah mengenal dunia maya sejak belasan tahun yang lalu, istilah hosting sama sekali belum familiar di telinga saya. Maklum karena biasanya saya menggunakan internet hanya sebatas mengecek email atau mencari-cari artikel untuk tugas kuliah.

Namun syukurlah, gagap teknologi (gaptek)saya tidak sampai berlangsung terus-menerus. Ini lantaran saya menemukan sisi lain dunia internet, yang tidak hanya bisa dijadikan sebagai bahan mencari artikel atau sekedar berkomunikasi dengan teman melalui email, melainkan juga bisa saya jadikan sebagai media untuk mengekspresikan diri bahkan lebih jauh lagi, yaitu bisa dijadikan sebagai sumber mencari penghasilan tambahan!
Read more…

Kriteria Webhost Terbaik dalam Menuju Trend Hosting di Indonesia February 21, 2011

Posted by snhadi in Inspirasi Persahabatan.
Tags:
1 comment so far

Pengalaman adalah guru yang terbaik” begitulah kita meyakini kebenarannya. Namun bisa jadi pengalaman justru menjadi guru yang buruk bagi kita atau mungkin tak menjadi guru sama sekali seandainya kita tak pernah mau memetik pelajaran darinya.

Di dalam mengambil keputusan apapun, kita tentu tak ingin keputusan itu akhirnya menjadi beban bagi kita atau siapapun yang ada di sekitar kita. Untuk itu segala pengalaman yang kita miliki terus digali, agar bisa menjadi bahan pertimbangan untuk memutuskan yang terbaik.

Saya ingat, sekitar tahun 2007, saat gairah menulis melalui media internet semakin menggebu, saya menyewa jasa webhosting dan domain untuk mendukung maksud saya ini. Tanpa adanya bekal pengalaman sebelumnya, saya nekad menyewa dua domain sekaligus untuk blog pribadi saya. Dengan harapan, saya bisa menjadikan kedua blog saya tidak sekedar untuk sharing informasi melainkan mendapatkan profit melalui iklan-iklan yang ditampilkan di blog saya. Namun apa mau dikata, tanpa bekal pengalaman yang cukup membuat saya melakukan langkah yang kurang tepat dalam bekerjasama dengan jasa penyedia webhosting dan domain. Ujung-ujungnya banyak artikel di blog saya raib karena ketidakstabilan server yang dimiliki oleh penyedia webhosting dan domain tersebut (maaf untuk keperluan etika, saya tidak menyebutkannya di sini).
Read more…

“Murah, Tetapi Bukan Murahan” Trend Hosting Indonesia, Kini dan Masa Depan! February 16, 2011

Posted by snhadi in Inspirasi Persahabatan.
Tags:
add a comment

Kalau diadakan survei, kata apa yang paling banyak disukai masyarakat secara umum, dalam kaitannya dengan dunia jual-beli? Dengan yakin saya akan menjawab, kata “murah”, selain tentu kata “diskon”. Apalagi kalau kata murah dibarengi dengan kata “bukan murahan”, jelas akan menjadi magnet yang menarik bagi para calon pembeli.

Bagi sebagian orang, kata “murah” dan “bukan murahan” tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Percuma kalau suatu produk dilabel murah tetapi tidak berkualitas alias murahan, karena ujung-ujungnya konsumen akan merasa dirugikan, dan selanjutnya bisa ditebak produk itu tidak akan laku lagi di pasaran. Sebaliknya, produk berkualitas namun dibandrol dengan harga selangit, tentu tak banyak dari kita yang akan tertarik membelinya. Kalau sudah begini, pihak produsenlah yang akan dirugikan.

Dua sambungan kata tersebut menjadi sangat popular di ranah jual-beli, tidak hanya di dunia nyata, melainkan juga di dunia maya. Mungkin tidak berlebihan jika saya menyebut dua kata ini akan menjadi trend center bagi promosi banyak produk di masa depan!
read more…

Primadona Dunia Maya & Persiapan Menuju Kebebasan Finansial February 14, 2011

Posted by snhadi in Inspirasi Persahabatan.
Tags:
add a comment

Sewaktu saya kecil, saya tidak pernah bermimpi akan hidup di dunia yang seterbuka seperti sekarang. Tak ada lagi sekat yang membatasi satu daerah dan daerah lainnya, atau bahkan satu negara dengan negara lainnya. Orang-orang menyebutnya globalisasi. Globalisasi membawa makna yang sangat besar di berbagai bidang kehidupan, misalnya yang baru-baru ini terjadi, mundurnya presiden Mesir Hosni Mubarak akibat tekanan rakyatnya yang telah terinspirasi kasus serupa di Tunisia.

Selain di dunia politik, di dunia ekonomi, arus globalisasi juga membawa pengaruh yang besar. Misalnya di dalam pemasaran produk, kalau dulu untuk menjual produk, si penjual harus setengah mati mencari cara supaya produknya banyak dikenal orang dan akhirnya bisa dibeli, misalnya melalui penawaran dari pintu ke pintu atau hanya sebatas memajangnya di etalase toko atau kios-kios pasar. Kalau sekarang, meski cara-cara lama ini tetap tidak ditinggalkan sepenuhnya, faktor globalisasi menyebabkan sebagian orang melakukan perubahan strategi pemasaran yang cukup besar, misalnya memanfaatkan dunia maya untuk memperkenalkan produk sekaligus menjualnya.
Read more…

Web Hosting Tahan Banting Untuk Toko Online Anda February 8, 2011

Posted by snhadi in Goresan Ilmu.
Tags:
add a comment

Sebagian dari kita meyakini, “Dunia Maya Rentan Aksi Penipuan”. Sebagian yang lainnya berpendapat, “Dunia Maya Tak Sekejam Dunia Nyata”. Bagi saya, kedua-duanya sama benarnya! Jujur beberapa kali saya pernah mengalami kerugian akibat aksi penipuan di dunia maya. Tetapi Saya juga tidak bisa memungkiri, bahwa dari dunia maya ini, saya bisa menghidupi diri sendiri dan kuliah S2 saya di UGM!

Sewaktu memutuskan cuti bekerja dan melanjutkan kuliah di Yogyakarta, hidup saya berubah total dari karyawan swasta dengan gaji besar dan fasilitas mewah, menjadi mahasiswa tanpa gaji (semenjak cuti kuliah, saya tak lagi mendapat jatah gaji sepeserpun dari kantor) dan hidup di tempat kost sederhana berukuran 3×3 meter. Saya pun harus banting setir dari pegawai tetap sebuah perusahaan asing di Batam menjadi penjual souvenir tradisional di Yogyakarta.
Read more…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.