Revolusi PSSI Saat Ini atau Sepakbola Kita Mati Selamanya! February 24, 2011
Posted by snhadi in Kursi Patah.Tags: PSSI, Timnas
add a comment
Kekalahan Tim Nasional (timnas) Sepakbola “Garuda Muda” di pertandingan kandang atas timnas Turkmenistan kemarin malam memang pantas diterima dan sudah diprediksi sebelumnya oleh berbagai pihak.
Ternyata modal semangat saja tidak cukup untuk mengantarkan timnas harapan kita ini menjadi jawara. Rakyat Indonesia pun memakluminya. Bagaimana timnas mau berjaya sedangkan induk organisasinya (PSSI) sendiri masih disibukkan dengan urusan pemilihan ketua umum (ketum) yang diduga banyak pihak sarat konspirasi dan dipenuhi mafia sepakbola tanah air. Belum lagi persiapan timnas yang cukup mepet dan stok pemain yang terbatas.
Read more…
Piala AFF Pergi, Nasionalisme Juga Pergi (?) January 14, 2011
Posted by snhadi in Cermin Tergores.Tags: LPI, PSSI, Sepakbola
add a comment
Sebagai rakyat, wajar jika saya dan sebagian besar penduduk negeri ini memiliki harapan besar agar Indonesia menjadi negeri kaya prestasi. Tentu bukan prestasi korupsi dan segala bentuk mafia yang sekarang sedang merajalela di bumi ini. Tetapi prestasi anak negeri yang mampu membuat di manapun penduduknya berada akan merasa bangga telah menjadi bagian dari ibu pertiwi.
Belum genap satu bulan yang lalu, kita hampir saja mampu berbicara di ajang piala AFF 2010. Pertandingan sepakbola yang sempat membuat nasionalisme bangsa kita bangkit dan meredam segala bentuk keegoismean pribadi. Tak ada lagi sekat-sekat suku, agama, ras, atau golongan. Semua tertuju pada satu, mendukung agar putera-putera terbaik bangsa mampu berbicara di ajang internasional.
Read more…
Media dan Politisi “Bunuh” TIMNAS Indonesia! December 27, 2010
Posted by snhadi in Cermin Tergores, Kursi Patah.Tags: Politisi, PSSI, Sepakbola, Timnas
1 comment so far
Hal yang sama mungkin dirasakan jutaan penduduk Indonesia tadi malam, saat tim sepakbola kesayangannya dibantai tim Harimau Malaya, tiga gol tanpa balas! Hasil yang sungguh di luar dugaan semua pihak (kecuali pendukung tim Malaysia tentunya) karena sebelumnya di babak penyisihan grup, tim Garuda berhasil menekuk tim Malaysia 5-1! Sedih, kecewa, marah larut dalam satu ditambah lagi dengan ulah suporter Malaysia di stadion Bukit Jalil yang tidak sportif mengganggu Markus, dkk dengan tembakan sinar laser dan petasan!
Sial nian nasib timnas kita, dari babak penyisihan sampai masuk final digadang-gadang bakal menjadi kampium baru piala AFF 2010, namun kini hancur berantakan, bukan lantaran kualitas pemain yang jelek ataupun strategi pelatih Riedl yang kacau, melainkan karena faktor mental yang ambruk.
Read more








