jump to navigation

Berawal dari Mengemis Dukung Politik… January 19, 2009

Posted by snhadi in Kursi Patah.
trackback

Suatu malam di hari minggu. Sebagai orang yang hidup di perantauan, menelepon adalah jurus yang jitu untuk mengobati rindu kepada sanak famili di kampung. Maklum bertatap muka secara langsung adalah hal yang sangat mahal.

Banyak hal yang diobrolkan, dari mulai menanyakan kesehatan sampai bicara masalah politik.

Secara kebetulan, kakak ipar adalah salah satu pengurus cabang partai bergambar banteng mata merah (PDIP). Padahal bapak dan kakak saya adalah pengikut kental partai bergambar beringin (GOLKAR), sedangkan kakak saya yang lain adalah simpatisan PKS. Tak menjadi masalah bagi kami, berbeda bukan jurang pemisah. Hubungan tetap baik selama masing-masing menjaga dan menghormati.

Akhir-akhir ini rumah saya di kampung sering dipakai ajang sosialisasi calon legislatif (caleg) dari PDIP. Kenapa acaranya tidak diadakan di kantor mereka? tentu dengan maksud biar lebih dekat dengan masyarakat katanya. Atribut dan bendera partai tentu tak lupa menghiasi di sana-sini.

Ternyata aktifitas politik ini cukup menarik kedatangan masyarakat. Dari yang awalnya cuma 50 orang yang diundang ternyata yang datang lebih dari 150 orang. Wah…gak kebayang banyaknya! Usut punya usut ternyata mereka datang tertarik karena ada bingkisan yang diberikan. Amplop berisi uang 5o ribu siap mengisi kantong jika kita menghadirinya. Hehehe…hari gini ada uang nganggur, tentu ini rejeki pikir masyarakat kampung pada umumnya. Dan menurut keyakinan banyak orang, rejeki pantang ditolak!

Money politic seperti ini tentu punya tujuan agar mendapat dukungan di pemilu nanti. Nah karena kejadiannya di daerah, apa mungkin aparat polisi bisa mengendusnya sebagai kegiatan kampanye di luar jadwal? tentu tidak bukan! Bandingkan dengan aksi demonstrasi menentang agresi ISRAEL yang dilakukan PKS di Jakarta tanggal 2 Januari lalu yang berujung dengan status tersangka Presiden PKS, Tifatul Sembiring!

Secara logika 150 orang berkumpul mengadakan kampanye dengan membagi-bagi uang seharusnya  jauh lebih masuk diakal untuk diproses secara hukum, dibanding aksi solidaritas terhadap penderitaan rakyat PALESTINA akibat agresi biadab ISRAEL yang dilakukan sekitar 200 ribu simpatisan PKS!

Tujuan kampanye PDIP di kampung saya sangat jelas minta didukung, sampai mengeluarkan uang segala! Ada CALEG yang diusung pula! Tempat diadakannya juga jelas, rumah saya yang dalam hal ini kakak saya sebagai bendahara partai! Sedangkan dalam aksi PKS, apakah ada bagi-bagi uang untuk minta didukung? (Saya yakin TIDAK, karena saya sangat mengenal partai ini. Justru simpatisannya yang sering mengeluarkan uang untuk kegiatan partai). Apakah ada aksi kampanye CALEG yang minta dipilih dalam pemilu nanti? Atau apa tujuan demo ini, ingin unjuk kekuatan agar dipilih dalam pemili nanti? Saya yakin bukan itu, melainkan menentang agresi biadab ISRAEL bukan? Lantas di mana demo itu dilaksanakan? bukannya salah satu tujuannya KEDUBES AS – dalam hal ini sebagai pihak yang mendukung aksi biadab ISRAEL! 

Begitu pula aksi kampanye Prabowo di Jakarta baru-baru ini, siapa yang berani menindak? Bahkan Prabowo dengan partai GERINDRA-nya berani berkata, “Tak takut di PKS-kan oleh aparat kepolisian!”

Jujur, saya bukan anggota PKS, PDIP, atau parta GERINDRA. Saya hanya menyuarakan apa yang menurut saya sebagai suatu ketidak-adilan! Jika mau fair, TINDAK saja semua partai-partai yang diduga mengadakan kampanye terselubung di luar jadwal tanpa pandang bulu, dan proses apakah memang terbukti? Bagi saya, penegakan hukum jangan dilakukan setengah-setengah!

Lalu siapkah aparat kita melakukan itu? kalau tidak, saya yakin keadilan hukum cuma sebatas mimpi di negeri tercinta ini! dan korban-korban ketidak-adilan akan selalu muncul menyuarakan isi hati nuraninya!

Advertisements

Comments»

1. Gugus - February 22, 2009

Panwaslu kan cuma cari enaknya, yang dikampung-kampung kan sulit nyarinya. Kalau yang masuk TV nasional kan nggak repot cari bukti.

Btw, kalau dari 10 partai saja kampanye setiap minggu sekali saja dan bagi-bagi amplop, saya datangin semuanya deh. Bisa lebih dari gaji PNS itu dalam sebulan. Cuma hore-hare 😀

Dukung Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 !


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: