jump to navigation

Anakku, STOP Kampanye BERBAHAYA…! March 20, 2009

Posted by snhadi in Kursi Patah.
trackback

stop-kampanye2

Musim kampanye terbuka sudah dimulai. Partai politik berlomba-lomba mengerahkan “pasukannya” untuk mensukseskan pesta ini. Tua, muda, besar, kecil ikut serta di acara lima tahunan ini.

Berbeda dengan tahun 2004, ada tambahan dalam aturan kampanye, yaitu tidak boleh melibatkan anak-anak! Tetapi kemudian, efektifkah aturan ini? TERNYATA  TIDAK! Lebih dari 100 kampanye yang sudah berlangsung atau sedang berlangsung, masih melibatkan anak-anak.

Saya tergolong pemerhati anak. Tetapi kemudian saya bertanya, sudah tepatkah larangan itu? Menurut pendapat pribadi saya, anak-anak jangan di bawa ke arena kampanye jika:

  • Dalam kampanye itu ada hiburan yang mempertontonkah atraksi artis2 seksi, dengan gaya berjoget atau bergoyang macam-macam yang cenderung ke arah porno-aksi. Kampanye model ini justru bisa membuat moral anak akan terganggu. Jadi wajib ada larangan! Bahkan jangan hanya anak-anak, sebaiknya kampanya yang menyuguhkan hal-hal porno secara total harus dilarang untuk siapapun!

kampanye2

  • Anak-anak dibawa dalam kampanye yang membahayakan, misalnya konvoi-konvoi jalanan, dll.
  • Keikut-sertaanya karena faktor keterpaksaan.

Tetapi saya juga tidak bisa melarang jika keikut-sertaan anak-anak karena faktor-faktor yang masuk akal untuk diperbolehkan. Misalnya,

  1. Orang tuanya tidak memiliki pengasuh di rumahnya, jadi masa harus meninggalkan anaknya di rumah sendirian sedangkan orang tua berkampanye? Atau mungkin punya pengasuh, tetapi khawatir harus meninggalkan anaknya dengan pengasuh tanpa pengawasan langsung orang tua.
  2. Orang tua mengajak anaknya dengan maksud memberikan anak pembelajaran politik sejak dini, dan mengajarkan bahwa politik itu bisa indah jika orang-orang di dalamnya taat aturan.
  3. Orang tua tahu konsekuensi yang harus dia jalani dengan mengajak anaknya ke arena kampanye, misalnya harus menghindari ikut serta kampanye yang membahayakan, atau kampanye yang dapat berdampak buruk bagi mental dan moral sang anak.

Bagi saya, peraturan sah-sah saja dibuat, dengan catatan, objektif dan mempertimbangkan banyak hal. Jangan sampai aturan ini justru menyulitkan dan akhirnya banyak dilanggar. Nah kalau sudah banyak yang melanggar, beranikah sang pembuat aturan memberikan hukuman? Saya meragukannya…

Batam, menjelang tengah malam,

mylive-signature

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: