jump to navigation

Ruli, Karenanya Batam Ada! April 24, 2009

Posted by snhadi in Inspirasi Persahabatan.
trackback

Pertama kali menginjakkan kaki di Batam empat tahun yang lalu, saya agak tertegun dengan kondisi Batam. Saya melihat banyak sekali rumah-rumah terbuat dari papan atau kayu seadanya di sekitar jalan-jalan kota Batam. Sekarang saya tahu, orang di Batam menyebutnya sebagai ruli (rumah liar).

Meski terlihat kotor dan berantakan, dan kita cenderung memandangnya sebelah mata, ternyata ruli memiliki banyak arti, setidaknya bagi sang pemilik. Dengan mendirikan ruli, mereka tak usah membayar sewa rumah untuk tempat tinggal. Ini setidaknya mengurangi beban sendiri.

Sebenarnya kita tidak pantas memandang sebelah mata terhadap orang yang mendirikan ruli ini. Justru karena mereka ini jualah Batam bisa menjadi seramai saat ini, dan menjadi salah satu ikon kota industri di nusantara.

Kita seharusnya patut belajar dari para pemilik ruli ini. Yah keuletan dan kesabaran yang mereka punya patut kita tiru. Keberaniannya membuat ruli di lahan-lahan kosong yang tak terurus patut diancungi jempol! Karena mereka jualah banyak komunitas baru masyarakat terbentuk. Lahan yang tadinya kosong dan sepi bisa menjadi ramai. Batam bisa menjadi lebih hidup.

Bagi saya, untuk menyambut visit Batam 2010, memberangus ruli bukan solusi yang tepat. Justru ruli bagi saya cukup memberikan peluang tersendiri bagi Batam. Asal pemerintah Batam mau mengelolanya dengan baik. Bisa jadi suatu saat rumah-rumah khas ruli ini bisa menjadi objek wisata tersendiri yang banyak mengundang rasa keingin-tahuan para wisatawan.

NB: Tulisan ini didedikasikan untuk saudara-saudaraku yang tinggal di ruli (kampung aceh, sagulung, batu aji, dll).

Comments»

1. Lomba Blog 2009 » Ruli, Karenanya Batam Ada! - April 24, 2009

[…] https://snhadi.wordpress.com/2009/04/24/ruli-karena-mereka-batam-ada/ April 24th, 2009 Posted in Tulisan Peserta This entry was posted on Friday, April 24th, 2009 […]

2. Belajar dari Kota 1001 Ruko « Paman Tyo - June 16, 2009

[…] Bascom. Ada cerita tentang reservoir air di pulau panas itu. Dan… ini yang menyentuh: rumah liar (ruli) yang selama ini muncul di koran-koran sebagai potret sosial. Batam bukan cuma pabrik, karaoke (dan […]

3. terasilmu - June 16, 2009

yah…memang batam tempat serba ada.

4. ruly - June 18, 2009

ya saya ada di batam

5. Kang Yadi - December 10, 2009

ruli… bagaimana kalau dibikinkan rumah susun sederhana aja, yah?

snhadi - December 14, 2009

wah ttp ga mampu bayar mas…

6. budi - February 18, 2010

RULI adalah sumber masalah di batam.sumebr masalah sosial,sumber kriminalitas,dan sumber kekumhan. Penghuni ruli seenaknya melanggar hukum dengan menempati tanah-tanah hutan lindung, sementara masyarakat yg lain banting tulang untuk membeli rumah dengan menabung dan mencicil meski dirasa agak berat tapi penghuni ruli malah dengan seenaknya merambah dan menjarah tanah yang bukan miliknya dengan tanpa rasa malu.
Ruli menjadi penghambat kemajuan ekonomi dan penghambat kemajuan budaya di sebuah kota termasuk Batam.
Penghuni ruli adalah orang-orang malas yang tidak mau berusaha untuk memperbaiki tempat tinggal mereka dengan alasan tidak mau rugi mengeluarkan uang untuk mendapatkan rumah yang layak huni.
Meski pihak OB (Sekarang BP Batam) dan Pemko Batam sudah menyediakan rusunwa dengan sewa gratis, tapi penghuni ruli tidak mau pindah karena tidak mau keluar duit, jadi mereka mau enaknya sendiri yang pentinga dapat tanah gratis.
Sudah sering himbauan dari pemerintah agar penghuni ruli mau pindah, tapi mereka memang orang-orang bebal yang menimbulkan masalah sosial di masyarakat.
Penghuni ruli umumnya adalah pendatang yang tidak punya kemampuan atau sdm memadai untuk bertarung mendapatkan kehidupan yang layak, maka mereka datang ke batam dengan modal nekat padahal tidak punya bekal dan kemampuan untuk bersaing di batam. Jadi, orang-orang penhuni ruli adalah orang-orang yang mencari penyakit atau mendapatkan kesusahan hidup akibat ulah mereka sendiri! Mereka adalah tipikal orang miskin yang jadi miskin dan susah karena pola hidup mereka sendiri.
Apalagi sudah tahu masih susah dan tinggal di ruli, kawin dan beranak lagi! benar-benar menambah masalah sosial saja.
Mereka itu tak beda dengan bonek yang tidak berpendidikan dan tidak punya uang, namun nekat menuruti nafsu mereka untuk bermimpi mendapatkan kesuksesan atau mendapatkan apa yg mereka mau dengan jalan mudah dan gratis alias jalan pintas.
Bahkan penghuni ruli lebih ganas dan merusak dari bonek,karena bonek hanya musiman,sedangkan penghuni ruli tiap hari-tiapbulan-tiap tahun mereka ada dan bertambah jumlahnya serta terus menerus membebani masyarakat dan pemerintah kota dengan permasalahan hidup mereka serta membebani APBD pemko dengan alokasi dana untuk penanganan masalah-masalah sosial seperti kili (kios liar) dan pedangan kaki lima yang mengotori dan memenuhi jalan-jalan sehingga menjadi sumber coper dan jambret.

manurung - June 24, 2013

Budi,sebelum memberi komentar pikir dulu:
“Penghuni ruli seenaknya melanggar hukum dengan menempati tanah-tanah hutan lindung, sementara masyarakat yg lain banting tulang untuk membeli rumah dengan menabung dan mencicil meski dirasa agak berat tapi penghuni ruli malah dengan seenaknya merambah dan menjarah tanah yang bukan miliknya dengan tanpa rasa malu.
Ruli menjadi penghambat kemajuan ekonomi dan penghambat kemajuan budaya di sebuah kota termasuk Batam.
Penghuni ruli adalah orang-orang malas yang tidak mau berusaha untuk memperbaiki tempat tinggal mereka dengan alasan tidak mau rugi mengeluarkan uang untuk mendapatkan rumah yang layak huni.”

coba jelaskan arti kalimat mu diatas,mungkin ini hanya masalah nama “RULI” dan Perumahaan,memangnya lahan perumahan itu bukan nya tadinya HUTAN juga yang dibabat habis,RULI kan tidak dibabat habis masih bayak pohon tumbuh disana,
mungkin kamu kaya harta dan berpendidikan,tapi apakah saudaramu semua kaya,apakh hidup mu dan hidup keturunanmu bisa kamu jamin sukses,tidak budi,dunia berputar,
jadi jangan sombong kamu itu,saran saya kamu tidak perlu komentar seprti itu

Djoko Tamtomo - April 29, 2015

Googling ruli, muncul wordpress ini.
Penyebab ruli adalah kemiskinan yg kemudian menjadikan alasan ini untuk tindakan illegal dgn menempati lahan milik orang lain. Ruli di batam tumbuh jg karena ada pembiaran dr pemerintah. Boso jawane “ora teges”.
Utk mas pemilik blog ini silahkan mencoba tinggal di kp. aceh selama 6 bulan saja. Mudah2an betah.

ruli - November 24, 2013

meskipun mereka sudah punya kendaraan mobil, motor dst dan peralatan rumah tangga kulkas, tv, mesin cuci, yang biasa dipunyai orang mapan, tetapi tetap penghuni ruli tidak mau pindah. mungkin nunggu uang ganti rugi kali ya, masih berlaku gak ya aturan pemutihan atau penggantian lahan?

7. miftah - July 10, 2010

ya betul mereka (ruliers) merupakan komunitas yang malas secara sistemik, cenderung tidak mau tahu tentang aturan di masyarakat.
JALAN TENGAHNYA SILAHKAN COBA;
– pemko jangan kapok tangani ruli
– para pengusaha yang berduit para investor industri hrs turun tangan juga
– adakan pelatihan-pelatihan kewirausahaan dan pelatihan sadar hukum bagi ruliers

miftah - July 10, 2010

namanya aja manusia malas, dimana-mana ya merugikan orang lain, gitu…

snhadi - July 22, 2010

He3…padahal mereka blm tentu malas looh! Bisa jadi mereka blm punya cukup uang utk membangun rumah sendiri 🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: