jump to navigation

Serasa di Negeri Asing… April 24, 2009

Posted by snhadi in Senyuman Cinta.
trackback

Beberapa waktu lalu, ceritanya saya dapat undangan untuk menghadiri pernikahan seorang rekan yang kebetulan kerja di perusahaan tetangga, yah masih satu kawasan industri dengan saya. Tempatnya di Hotel Sydney, Batam.

Berangkat dengan beberapa orang teman memakai taxi menuju tempat acara (bagi rekan-rekan yang akan atau baru sampai di batam, hati-hati jangan gunakan taxi plat hitam alias taxi gelap karena selain harganya tak menentu, tidak dilindungi dengan asuransi). Ternyata jalanan cukup macet saat itu, jadinya terpaksa melewati jalan-jalan alternatif agar tidak terjebak macet. Tentu kita tidak mau datang ke acara pernikahan dengan kondisi yang lusuh karena kelamaan di jalan, apalagi sampai terlambat.

Sampai di Hotel, kita langsung menuju tempat acara. Di pintu aula kita disambut sama kedua mempelai dan orang tuanya masing-masing…Yah salam-salaman dan kasih selamat gitu –padahal ke ortunya mah gak kenal, hehehe….

Pas masuk…Wuih…Dekorasinya oriental abis! Serba merah khas etnis China. Tiap tamu dipersilakan memilih meja masing-masing sesuai dengan konfirmasi kedatangannya (satu meja sekitar 9 orang). Di setiap meja sudah ada minuman kaleng, gelas, mangkuk, sambal, kacang tanah, dan lain-lain.

Melihat sekeliling, kebanyakan tamu asalnya dari etnis chinesse dan ekspatriat. Jadi seperti di mana gitu…Belum lagi dari awal sampai akhir, Master Ceremony-nya ngomong bahasa Mandarin terus — padahal kita sama sekali tidak paham, walhasil tiap orang di sekitar kita tepuk tangan, yah ikutan tepuk tangan saja, hehehe…(jadi sibuk memperhatikan tingkah tamu-tamu yang lain, supaya bisa ikut menikmati pesta).

Uniknya hidangan makanan datang satu per satu tidak sekaligus, jadi tiap hidangan satu habis..disusul hidangan lainnya. Setiap hidangan diiringi satu lagu, yah tentu lagu mandarin. Semua yang hadir tidak dibedakan. Baik yang bos atau pun yang buruh. Pokoknya tiap tamu dapat makanan yang sama.

Ternyata, meski para undangan kebanyakan etnis Cina dan ekspatriat seperti jepang dan kawan2nya, mereka terlihat bersahabat banget. Kita jadi asyik aja meski bahasa yang mereka pakai sebagian inggris dan mandarin.

Jam sepuluh, rombongan pengantin dan keluarganya beranjak pergi. Ternyata mereka berdiri lagi di depan pintu keluar — yah ngerti kan ini tandanya pesta dah waktunya bubar, hehehe…Yah akhirnya saya bareng rombongan kembali beramah-tamah sekalian pamit pulang. Dengan taxi yang sama seperti sewaktu datang, akhirnya kita kembali ke mess tersayang kita, di kawasan latrade batam untuk beristirahat.

NB: Thanks buat yang punya hajat, meski kita etnis berbeda tetapi kita tetap disambut hangat, belum lagi sea food yang dihidangkan enak-enak. Memang Batam surganya sea food, hehehe…!

Advertisements

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: