jump to navigation

The Lost Generation dan Pertaruhan Hidup Batam Masa Depan May 21, 2009

Posted by snhadi in Cermin Tergores.
trackback

Free Trade Zone (FTZ) memang tantangan bagi masa depan Batam. Mungkin juga pertaruhan hidup Batam masa depan. Tetapi tahukah kita, ada yang jauh lebih penting dari FTZ? Potensi munculnya the lost generation atau generasi “hilang” di Batam?

Sebagian kita mungkin masih bertanya-tanya, apa sebenarnya The Lost Generation itu? Apakah Batam terancam tidak memiliki generasi penerus di masa yang akan datang? Bukankah puluhan anak atau bahkan ratusan bayi terlahir di kota ini setiap tahunnya? Lalu kenapa sampai menimbulkan momok yang menakutkan bagi keberlangsungan hidup Batam di masa depan?

The Lost Generation sebenarnya adalah gambaran kondisi generasi penerus suatu negeri di masa mendatang. Namun, Generasi penerus di sini bukan generasi yang diharapkan melainkan generasi yang penuh dengan keterbatasan, seperti kualitas individu yang rendah, baik ditinjau dari segi kesehatan, kecerdasan dan kemampuan berpikir, maupun mental. Generasi penerus ini akan memiliki kreativitas dan produktivitas yang rendah dan menjadi sumber daya yang tidak kompetitif. Yang pada akhirnya menjadi ancaman serius bagi keberlangsunan hidup Batam sebagai kota yang bercita-cita menjadi Bandar Dunia Madani.

The Lost Generation menjadi Simbol Kekalahan

Seperti yang kita ketahui bersama faktor terpenting dalam mendukung kemajuan suatu negeri adalah kualitas sumber daya manusia (SDM). Sekaya apapun suatu negeri tanpa ditopang oleh kualitas SDM yang mumpuni, tidak akan berarti apa-apa. Kekayaan akan habis seiring waktu jika tidak mampu dikelola dengan baik dan benar oleh penduduk negeri itu. Kekayaan justru akan menjadi bumerang bagi kehidupannya.

Tanpa generasi penerus yang unggul, tidak ada yang bisa diharapkan apalagi dibanggakan di masa depan. Mungkin suatu kota masih akan tetap ada atau tidak hilang dari peta dunia, tetapi bisa jadi kota tersebut hanya akan menjadi simbol ketidak-berdayaan penduduknya dalam menghadapi persaingan dunia yang semakin kompleks.

Fakta Mengejutkan

Tidak hanya di Batam, di semua kota di dunia ini, potensi generasi yang “hilang” ini akan selalu ada. Bahkan di negara maju pun ancaman generasi ini akan selalu mengintai. Bagai mimpi buruk yang selalu membayang-bayangi setiap gerak kehidupan penduduknya.

Fakta mengejutkan diungkapkan menteri Kesehatan Siti Fadilah, saat ini 1,7 juta dari 19 juta anak balita di berbagai pelosok Indonesia terancam gizi buruk. Fakta lebih mengkhawatirkan di laporkan UNICEF, jumlah anak balita yang menderita gizi buruk di Indonesia, tak hanya 1,7 juta orang balita seperti dipaparkan Menkes Siti Fadilah. Gizii buruk pada balita sudah menjadi 2,3 juta jiwa. Ini berarti naik 500.000 jiwa dibandingkan tahun 2004/2005 sejumlah 1,8 juta jiwa. Sayangnya saya belum mendapatkan data yang pasti untuk kota Batam.

Tahukah kita, setiap anak dengan gizi buruk berisiko kehilangan Intelligent Quotient (IQ) hingga 10-15 poin. Jadi anak Indonesia berpotensi kehilangan IQ sekitar 34.5 juta point! Kehilangan IQ sebesar 34.5 juta poin pada anak Indonesia berpotensi besar melahirkan generasi ”hilang’’ di masa mendatang.

Yang lebih mengkhawatirkan lagi, potensi ini akan semakin besar dan nyata ketika didukung oleh rendahnya kualitas pendidikan yang kita ciptakan baik di dalam lingkup keluarga maupun masyarakat. Saat ini kita boleh sedikit lega ketika pemerintah mencanangkan sekolah gratis bagi sekolah dasar dan menengah pertama. Tetapi kita harus waspada, sekolah gratis jangan sampai justru mengendorkan semangat para pendidik untuk membimbing generasi ini, yang pada akhirnya justru bisa berujung kepada rendahnya mutu pendidikan. Jangan karena gratis, kualitas muridnya menjadi seadanya.

Solusi yang Bisa Ditempuh

Salah satu upaya yang dapat ditempuh untuk mencegah kelahiran the lost generation adalah dengan memperbaiki tingkat kesejahteraan masyarakat akar rumput. Yang dimaksud akar rumput di sini adalah masyarakat yang memiliki potensi tinggi melahirkan the lost generation, yaitu masyarakat golongan bawah.

Langkah yang bisa diambil dalam memperbaiki tingkat kesejahteraan masyarakat kecil ini, misalnya melalui pemberian keterampilan praktis yang dapat diaplikasikan dalam waktu singkat, penggalakkan ekonomi kerakyataan melalui pemberdayaan potensi masyarakat secara lebih optimal, pemberian kemudahan mendapatkan kredit untuk memulai usaha dan sebagainya.

Bagi saya untuk mengikis lahirnya the lost generation, masyarakat dan pemerintah kota Batam harus bisa bergandengan tangan dan berjalan beriringan. Zona Perdagangan Bebas mungkin tidak bisa dielakkan lagi di kota ini, tetapi kita bersama tetap memiliki kewajiban untuk menjaga dan melindungi kehidupan masyarakat akar rumput. Hal ini penting, karena sekali kita gagal memproteksi mereka, jurang kehidupan sosial akan semakin lebar dan potensi lahirnya generasi “hilang” akan jauh lebih besar. Pada akhirnya akan merugikan semua pihak.

Investasi di bidang pendidikan bagi saya juga salah satu upaya meredam lahirnya generasi “hilang”. Dua puluh persen anggaran belanja negara atau daerah untuk dunia pendidikan harus benar-benar dijalankan dan tepat sasaran. Sekolah gratis harus didukung oleh semakin meningkatnya kualitas para pendidik, dan semakin baiknya sarana dan prasarana sekolah sehingga memberikan ruang yang lebih terbuka bagi anak didik untuk mengembangkan diri. Bagi kota Batam, peluang perbaikan kualitas pendidikan ini akan semakin besar karena dukungan oleh letak geografis Batam yang berdekatan dengan Singapura, yang notabene memilki kualitas pendidikan yang cukup maju dan diakui dunia internasional. Tidak ada salahnya bukan berkiblat ke negeri asing untuk kebaikan?

Jika sinergi masyarakat dan pemerintah bisa berjalan dengan baik secara beriringan, kita tidak perlu takut lagi dengan ancaman the lost generation di masa mendatang. Kita yakin, kalau mau berusaha, tidak ada yang tak mungkin di dunia ini. Dan setiap jenis upaya apapun untuk mengikis habis potensi lahirnya generasi “hilang” harus didukung dengan sepenuh hati tanpa ragu-ragu oleh semua pihak

Advertisements

Comments»

1. Dedhy Kasamuddin - May 21, 2009

Assalamu ‘alaikum mas, demi menjalin silaturahmi sesama Blogger marilah kita saling bertukar link, gimana mas?? Salam kenal yah dari Dedhy Kasamuddin 😀

2. terasilmu - May 21, 2009

Wa’alaikumussalam wr.wb. Insya allah mas boleh2. Salam kenal juga.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: