jump to navigation

Melepas Jerat Rokok, Melepas Jerat Kemiskinan! May 28, 2009

Posted by snhadi in Inspirasi Persahabatan.
trackback

smoking_logoSebagian besar kita paham dan mungkin mengetahui dengan pasti, ada hubungan yang erat antara rokok dan kesehatan. Lebih dari 70.000 penelitian di Amerika Serikat berhasil membuktikan merokok sangat merugikan kesehatan. Untuk alasan ini pula beberapa waktu yang lalu Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberlakukan fatwa haramnya merokok di tempat umum, merokok bagi anak di bawah umur dan ibu hamil.

Tetapi tahukah kita, rokok juga turut andil dalam kemiskinan di negeri ini?

Banyak orang mungkin tidak setuju dengan pernyataan saya di atas. Dengan data-data yang ada, rokok justru turut membantu taraf hidup masyarakat. Tersedianya lapangan kerja dalam jumlah besar di setiap pabrik rokok yang didirikan, beasiswa pendidikan dan dukungan dana terhadap kegiatan olahraga atau sosial, serta pendapatan yang cukup besar dari cukai rokok setidaknya dijadikan alasan pembenar rokok masih sangat diperlukan di negeri ini.

Padahal jika mereka yang mendukung rokok ini mengetahui, banyak bukti yang menunjukkan rokok tidak selamanya menunjang perekonomian bangsa, justru menjadi salah satu bagian yang turut andil terhadap banyaknya angka kemiskinan di negeri ini. Karena ternyata orang yang banyak mengkonsumsi rokok justru datang dari kalangan bawah (12%), bukan kalangan berada (hanya 2,9%).Bahkan persentase belanja rokok dalam keluarga termiskin melampaui keluarga terkaya. Berdasarkan data ini, belanja bulanan rokok keluarga termiskin setara pengeluaran 8 kali lipat biaya pendidikan dan 6 kali untuk biaya kesehatan. Dibandingkan pengeluaran makanan bergizi, jumlah itu juga setara dengan 15 kali daging, serta 5 kali bagi telur dan susu.

Data mengejutkan lain ditunjukkan oleh penelitian yang dilakukan Helen Keller terhadap 175 ribu keluarga miskin kota di Indonesia. Penelitian ini menemukan, belanja untuk rokok merupakan proporsi pengeluaran terbesar dibandingkan pengeluaran lain dalam rumah tangga. Pada keluarga miskin tersebut, lebih dari seperlima pendapatan dikeluarkan untuk rokok, bahkan melampaui belanja makanan pokok (beras).

Jika saja kita bisa melepas jerat rokok ini, atau setidaknya mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap rokok, banyak hal positif yang akan kita dapatkan. Masyarakat kita akan jauh lebih sehat dan lebih berkualitas hidupnya. Yang pada akhirnya akan berunjung kepada meningkatnya kesejahteraan mereka. Dengan kata lain jika kita berhasil melepas jerat rokok, diharapkan kita juga bisa melepas jerat kemiskinan.

Momen peringatan hari tanpa tembakau se-dunia yang jatuh pada 31 Mei hendaknya bisa dimanfaatkan dengan baik oleh kita. Setidaknya untuk lebih menguatkan tekad menyuarakan satu kata, “Perang Terhadap Rokok!”.

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: