jump to navigation

Email Dikirim, Penjara Didapat! June 2, 2009

Posted by snhadi in Cermin Tergores.
Tags: ,
trackback

Ironis memang, di saat kebebasan berpendapat di negeri ini sedang berkembang pesat, masih saja ada pihak-pihak yang bersebrangan. Alasan pencemaran nama baik seringkali dijadikan pembenar untuk menjebloskan sang pelaku ke jeruji besi.

Setidaknya ini yang dialami oleh seorang ibu rumah tangga dengan dua orang anak di Tangerang, Banten. Gara-gara menulis email di milis yang berisi pengalaman kurang menyenangkannya ketika berobat di salah satu rumah sakit di Banten, ibu Prita Mulyasari harus terpisah dari kedua anaknya dan harus merasakan dinginnya lantai penjara. Bagi yang penasaran isi email yang dilayangkan ibu Prita, silakan baca di sini.

Sangat disayangkan, maksud hati mengungkapkan keluhan agar pihak rumah sakit memperbaiki kinerjanya, justru balasan penjara yang didapat. Pihak rumah sakit tidak mau terima dan menganggapnya sebagai upaya pencemaran nama baik. Adilkah ini terjadi di republik ini?

Kalau saja rumah sakit mau berbesar hati menerima kritikan dan menganggapnya sebagai usul yang membangun, tentu ini akan menjadi sesuatu yang sangat berharga baginya. Rumah sakit akan dianggap sebagai rumah sakit yang peduli dan merespon baik semua keluhan pasiennya. Dan kepercayaan masyarakat akan semakin meningkat.

Sebaliknya, jika karena keluhan dan kritikan saja, rumah sakit merasa dicemarkan nama baiknya, dan membalas orang yang mengkritiknya dengan menjebloskan ke penjara, justru akan mencitrakan negatif rumah sakit yang bersangkutan. Masyarakat akan semakin meninggalkan rumah sakit ini. Dan pada ujungnya rumah sakit sendiri yang akan mengalami kerugian.

Bagi saya pribadi, adalah wajar jika saya mengeluarkan sejumlah uang untuk berobat, tetapi kemudian pelayanan yang diberikan mengecewakan dan tidak sebanding dengan jumlah uang yang saya keluarkan, saya memberikan kritik dan keluhan. Lalu apakah lantaran ini saya menjadi orang yang berdosa dan harus merasakan tidur di kamar penjara?

Saya hanya bisa berharap, semua ini bisa menjadi pelajaran bagi semua pihak. Bagi pengkritik, hendaknya mengungkapkan semua keluhannya secara baik disertai dengan bukti-bukti yang akurat supaya tidak disangka ingin memfitnah. Bagi pihak yang menerima kritik, sekeras apapun kritikan diberikan, berlapang-dadalah, anggap ini sebagai bentuk ungkapan kasih sayang pihak lain yang mau mengingatkan agar kita senantiasa mau memperbaiki diri.

NB : DUKUNG UPAYA PEMBEBASAN IBU PRITA MULYASARI!

Comments»

1. Ono Gosip - June 9, 2009

BREAKING NEWS !!!
JAKSA AGUNG MEMERINTAHKAN MEMERIKSA PARA JAKASA YANG MENUNTUT PRITA, YANG MENURUTNYA
TIDAK PROFESIANAL.

TANGGAPAN KEJATI BANTEN ATAS PEMERIKSAAN JAKSA YANG MENUNTUT PRITRA:
“Kita tidak berbicara siapa yang akan kemudian bertanggung jawab terhadap pembuatan …(BAP),yang penting, tapi siapa yang harus bertanggung jawab mereka yang melakukan tindakan pidana (PRITA). Saya berikan apresiasi kepada jaksa tersebut!!”

2. Ono Gosip - June 9, 2009

HASIL DENGAR PENDAPAT KOMISI IX DPR DGN MANAGEMENT RS OMNI:
1. KOMISI SEMBILAN TIDAK PUAS DENGAN JAWABAN DARI PIHAK RS OMNI
2. MENGUSULKAN PENCABUTAN IZIN OPERASIONAL RS OMNI
3. MENCABUT TUNTUTAN RS OMNI KEPADA PRITA MULYASARI
4. RS OMNI HARUS MINTA MAAF SECARA TERBUKA KEPADA PRITA MULYASARI


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: