jump to navigation

Negeri Sumber Inspirasi June 26, 2009

Posted by snhadi in Inspirasi Persahabatan.
Tags: , ,
trackback

BurqaDulu ketika saya melihat sahabat-sahabat saya yang tinggal di luar negeri, entah menetap lama atau sebentar, timbul keinginan yang sama di hati saya. Muncul pikiran sepertinya tinggal di luar negeri terlihat lebih enak dibanding di negeri ini. Di sana kelihatannya serba teratur, disiplin, masyarakatnya taat hukum, dsb.

Tetapi kemudian saya berpikir ulang. Tinggal di luar negeri untuk waktu sebentar mungkin terasa nyaman, tetapi untuk jangka waktu yang lama siapa yang menjamin kenyamanan itu masih bisa dirasakan?

Berdasarkan pengalaman saya yang sempat beberapa kali singgah di Singapura, di satu sisi mungkin kita bisa melihat keadaan di sana lebih teratur dan tertib, tetapi di sisi lain, tidak sedikit kesulitan yang saya dapatkan ketika berada di sana. Sekulernya sistem yang berlaku di Singapura menyebabkan saya sangat kesulitan sekali untuk mencari tempat ibadah. Bandingkan dengan di Indonesia, yang setiap sudut bisa terdengar kumandang adzan atau bunyi lonceng gereja.

Apalagi jika kita membandingkan keadaan alamnya dengan negeri ini? wah sungguh kita patut bersyukur tinggal di Indonesia. Di Singapura kita akan kesulitan mencari lingkungan alam yang benar-benar asri dan belum ada campur tangan manusia. Bahkan di beberapa tempat justru lingkungan buatan yang mereka ciptakan untuk menambah keindahan negeri. Bandingkan dengan negeri ini yang setiap jengkalnya bisa merupakan objek yang masih perawan nan indah.

Apalagi jika saya melihat berita luar negeri akhir-akhir ini seperti pelarangan Burqa (jilbab yang menutupi muka, tinggal mata saja yang terlihat) di Perancis. Pemerintah Perancis menganggap burqa telah memenjara hak-hak wanita. Padahal bagi saya, bisa jadi wanita memakai burqa bukan karena tekanan tetapi karena kecintaan terhadap agamanya. Sungguh ini ketidak-nyamanan yang luar biasa yang diciptakan sebuah negara. Suatu tindakan yang mencederai demokrasi dan hak asasi manusia (HAM) – dua hal yang selalu mereka gembaor-gemborkan ke seluruh penjuru dunia. Bandingkan dengan di Indonesia, meski Islam adalah agama mayoritas, tidak ada sedikitpun larangan orang agama lain mengamalkan ajaran agamanya. Simbol-simbol agama pun sah-sah saja dipakai oleh setiap individu. Bagi saya, inilah makna demokrasi yang sebenarnya. Inilah makna bahwa negeri ini begitu menjunjung tinggi nilai HAM!

Meski saya tidak menafikan, sebagai negeri kita masih harus banyak belajar dari negara lain, terutama tentang disiplin dan ketaatan hukum. Tetapi di sisi lain ada rasa bangga terselip, karena negeri ini seharusnya patut dijadikan guru dan sumber inspirasi bagi negara lain, bahkan negara Amerika Serikat sekalipun, terutama dalam hal kebebasan menjalankan ajaran agama, demokrasi dan HAM, serta keharmonisan rakyatnya meski hidup dalam kondisi yang heterogen.

Karenanya, sudah selayaknya lah kita bersyukur kepada tuhan, menetap di negeri dengan segudang kenyamanan.

Advertisements

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: