jump to navigation

Menjual Semua Demi Istana! July 5, 2009

Posted by snhadi in Kursi Patah.
Tags:
trackback

kpu-coverBeberapa hari lagi insya allah negeri ini kembali akan berpesta, meski entah siapa yang paling diuntungkan atas diselenggarakannya acara lima tahunan ini. Sebagai orang yang mencintai negeri ini saya berharap semua pihak bisa ikut merasakan manfaatnya, dari elit sampai orang sulit, dari pejabat sampai rakyat.

Jujur, meski terpaksa tak memilih, di pemilu legislatif lalu saya cukup antusias mengikuti prosesnya. Tetapi entah kenapa justru di pemilu presiden (pilpres) antusiasme itu seakan semakin terkikis habis. Apa mungkin lantaran belum ada pasangan yang sreg di hati yah? Saya juga tidak tahu.

Meskipun saya kurang antusias mengikuti jalannya pilpres, tetapi tidak membuat saya menutup mata dan telinga mengamati setiap peristiwa yang terjadi berkaitan dengan momen berharga bangsa ini.

Yang paling terlihat dan patut digaris-bawahi secara tebal-tebal adalah situasi persaingan antarkandidat yang terlihat semakin menjurus ke arah persaingan yang tidak sehat. Dan bagi saya ini bukan pembelajaran politik yang baik bagi rakyat. Rakyat justru akan memandang bahwa segala sesuatu yang berkaitan dengan politik itu kotor; penuh tipu muslihat dan kemunafikan demi mengejar kekuasaan.

Padahal di mata saya, politik itu bagaikan seorang bayi, orang tuanya lah yang akan menjadikan dia seperti apa. Politik juga demikian, pada dasarnya dia bersih, orang yang berkecimpung di dalamnya lah yang akan mengarahkan politik ke mana, tetap bersih, elegan, dan enak dilihat atau kotor dan penuh dengan gores-gores hitam.

Karena itulah meski saya peduli politik, saya belum tertarik masuk ke dunia politik. Rasanya berat jika demi kekuasaan saya harus menjelek-jelekkan lawan politik saya dengan beragam cara. Padahal saya tahu, saya belum tentu bisa berbuat banyak dan lebih baik seperti orang lain lakukan! Apalagi jika sampai menjadikan suku, agama, ras, dan golongan sebagai sarana menjatuhkan pihak lain – Saya mendoakan semoga kebaikan menyertai siapapun yang sudah melakukan itu di pemilu kali ini.

Sebagai rakyat biasa, yang kehidupan keseharian saya habiskan mencari nafkah, saya hanya berharap, pesta ini segera berakhir dengan baik dan kembali ke normal. Tak ada lagi fitnah memfitnah! Tak ada lagi sudut-menyudutkan! Semoga energi negatif itu berubah menjadi energi positif, karena itu yang lebih dibutuhkan bangsa ini.

Kepada rakyat Indonesia saya sampaikan terima kasih atas semua yang kalian perbuat demi negeri. Dan bagi yang tanggal 8 Juli nanti akan memilih, selamat dan buktikan bahwa pilihan anda adalah pilihan hati nurani bukan semata karena kepentingan sesaat.

Comments»

1. romailprincipe - July 5, 2009

hidup presiden…

terasilmu - July 6, 2009

hidup rakyat


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: