jump to navigation

Membumikan Perbankan Syariah di Bumi Indonesia August 6, 2009

Posted by snhadi in Inspirasi Persahabatan.
Tags: ,
trackback

Saat ini, dunia perbankan sangat sulit dipisahkan dari kehidupan kita. Jarang sekali transaksi yang kita lakukan tanpa melibatkan bank, dari mulai yang sederhana misalkan mengirim sejumlah uang untuk keluarga di kampung sampai mengajukan kredit usaha bertaraf milyaran rupiah. Kalau mau dibuat survey, saya yakin sebagian besar individu di negeri ini pasti memiliki account di bank, baik bank konvensional maupun bank syariah.

Terlepas dari perbedaan sistem yang dianut oleh kedua bank ini, saya lebih tertarik menyoroti perbedaan keduanya dari sisi keterkenalannya di mata masyarakat. Berkaitan dengan ini, saya pernah iseng mengajukan beberapa pertanyaan kepada sejumlah rekan kerja saya. Pertanyaan pertama adalah berapa jumlah account bank yang dimiliki saat ini. Sebagian besar rekan kerja saya menjawab memiliki lebih dari satu account. Mereka rata-rata memiliki tiga nomor rekening di tiga bank yang berbeda. Setelah mendapatkan jawaban ini, saya beralih ke pertanyaan selanjutnya, dari sejumlah nomor rekening yang dimiliki, adakah account di bank syariah. Dan cukup mengejutkan, semua rekan kerja saya ini menjawab tidak memiliki.

Tentu jawaban dari rekan kerja saya ini membuat saya semakin penasaran. Kenapa hal ini bisa terjadi. Kenapa mereka lebih tertarik mempercayakan transaksi ekonominya kepada bank konvensional dibanding bank syariah, apa keistimewaan bank konvensional dibanding bank syariah sehingga membuat perbedaan mencolok ini terjadi, dan sejumlah pertanyaan menggelitik lainnya.

Meski mungkin jumlah rekan kerja saya tidak cukup mewakili jumlah seluruh penduduk Indonesia yang berinteraksi dengan dunia perbankan, tidak menyurutkan langkah saya menggali informasi lebih dalam dari mereka. Tentu untuk menjawab rasa penasaran saya terhadap sejumlah pertanyaan yang menggelitik tentang kenapa perbankan syariah tidak cukup terkenal di mata mereka.

Setelah saya mengajukan sejumlah pertanyaan lanjutan ke sejumlah rekan kerja saya ini, saya mendapatkan sejumlah fakta. Sebenarnya, mereka cukup mengetahui informasi berkaitan dengan perbankan syariah, tetapi masih tidak cukup berani untuk bisa membuka rekening di bank ini. Sejumlah alasan mereka lontarkan. Dan dari sejumlah alasan yang mereka kemukakan tersebut, sebagian besar memang sangat mendasar dan saya yakin permasalah tersebut harus bisa diatasi untuk bisa membumikan perbankan syariah di negeri ini.

Beberapa faktor yang cukup penting yang membuat rekan-rekan saya masih belum berani mempercayakan sejumlah dananya di bank syariah adalah minimnya informasi dan sosialisasi tentang bank syariah dan sistem yang dimiliki termasuk sejumlah keuntungan yang ditawarkan, masih minimnya fasilitas yang dimiliki bank syariah, misalnya sangat sulit ditemui anjungan tunai mandiri (ATM) yang benar-benar milik bank syariah, kebanyakan masih menggunakan ATM bersama dan konsekuensinya untuk setiap bertransaksi, nasabah akan kehilangan sejumlah uangnya untuk biaya administrasi, kinerja bank syariah yang masih relatif kurang optimal, misalnya untuk bisa memiliki kartu ATM biasa saja – tanpa nama nasabah di kartu – diperlukan waktu 14 hari kerja, padahal di bank konvensional hanya butuh beberapa menit saja, bank syariah masih terkesan eksklusif di mata mereka, yang artinya masih dianggap sebagai sistem perbankan Islam sehingga orang non muslim menjadi ragu untuk membuka rekening, masih terbatasnya sejumlah transaksi keuangan dengan menggunakan fasilitas di bank syariah, misalnya saya pernah mengalami kesulitan saat ingin membayar sejumlah barang belanjaan dengan menggunakan kartu debet bank syariah, sedangkan kartu ATM bank konvensional sangat mudah digunakan, dan sejumlah permasalahan lainnya, yang saya yakin ikut berkontribusi terhadap masa depan bank syariah di negeri ini.

Tentu semua permasalahan yang saya kemukakan di atas cukup penting untuk diurai dan diselesaikan dengan baik. Dan yang bertanggung jawab tentu bukan hanya orang-orang yang duduk di perbankan syariah, namun juga pihak-pihak lain yang membuat kebijakan seperti pemerintah, dan tentu masyarakat yang mendambakan sistem perbankan yang lebih adil, menentramkan, dan tahan terhadap krisis keuangan.

Untuk lebih mendekatkan diri ke masyarakat, perbankan syariah harus lebih gencar mengadakan sosialisasi di tingkat akar rumput – masyarakat kebanyakan, jangan hanya mengadakan pameran berskala besar saja yang sangat sulit diakses oleh orang-orang di daerah. Mungkin dengan bekerja sama dengan beberapa lembaga yang kompeten semisal MUI (Majelis Ulama Indonesia), organisasi politik islam seperti Muhammadiyah dan Nahdatul Ulama (NU), dan juga organisasi kemasyarakatan lainnya, sosialisasi bisa berjalan dengan lebih baik dan tepat sasaran. Sosialisasi ini sebaiknya juga dilakukan kepada komunitas agama lain, untuk menghilangkan kesan eksklusif dari bank syariah di mata masyarakat non muslim. Dalam hal sosialisasi, pemerintah baik pusat atau daerah diharapkan juga ikut berperan serta dengan membuka akses seluas-luasnya bagi perbankan syariah untuk berkembang di wilayahnya.

Peningkatan kinerja perbankan syariah juga harus terus dibenahi. Kebijakan-kebijakan yang diambil perbankan syariah harus bisa membuat sistem yang ada berjalan lebih baik, cepat, nyaman, dan aman. Sehingga di masa depan, nasabah tidak perlu lagi sampai menunggu belasan hari untuk hanya membuat sebuah kartu ATM, harus mengganti kartu debetnya dengan bank konvensional untuk bertransaksi belanja atau mengeluarkan sejumlah uang untuk biaya bertransaksi di ATM bersama.

Tentu pada akhirnya, hanya perbankan syariahlah yang bisa menentukan nasibnya sendiri, tetap berada di menara gading dan tak tersentuh, atau turun ke akar rumput untuk bisa mewujudkan mimpi bersama membuat sistem perbankan yang lebih adil, menentramkan, dan tahan krisis.

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: