jump to navigation

Pesan dari Seorang Mantan Jaksa October 19, 2009

Posted by snhadi in Inspirasi Persahabatan.
Tags:
trackback

Mungkin bukanlah suatu kebetulan belaka – dan saya percaya itu – selalu ada pelajaran berharga setiap saya mengadakan suatu perjalanan. Kali ini datang ketika saya tengah berada dalam perjalanan dari Jakarta menuju Yogyakarta, tepatnya di dalam kereta Api Senja Utama Yogyakarta, 19 Oktober 2009, menjelang shubuh, tadi pagi.

Pak Wakijo dan KeluargaDi samping saya duduk seorang kakek, mungkin usianya menjelang 65 tahun. Beliau memperkenalkan diri sebagai pak Wakijo, seorang mantan jaksa,  sekarang tinggal di Jogja, pernah berdinas di Jambi. Pak Wakijo seorang pribadi yang ramah dan senang bercerita, membuat saya senang mendengarkan dan berharap ada pengalaman yang bisa saya petik.

Meski saya baru dikenalnya beberapa saat saja, kakek yang satu ini tidak segan memberikan saya nasihat. Beliau mengingatkan saya, berusahalah konsisten dalam upaya “dekat” dengan Allah. Dan Insya Allah beliau yakin itu akan membawa kita ke arah kesuksesan. Tak lupa beliau juga menyebutkan kepada saya contoh tokoh-tokoh sukses yang juga punya konsistensi tinggi dekat dengan Sang Pencipta. Mungkin sebagai gambaran agar saya lebih termotivasi.

Beliau juga memberikan saya hikmah bekerja. Bekerja menurut beliau bukan sekedar mencari nafkah, tetapi juga mencari ketenangan batin. Dan ketenangan batin hanya bisa terwujud jika diri kita bersih, jujur, dan amanah dalam menjalankan pekerjaan. Tak lupa beliau menceritakan pengalamannya puluhan tahun bekerja sebagai jaksa.

Beliau bercerita dengan sangat bersemangat – seakan ingin menularkan semangat itu kepada saya, bahwa meski beliau dianggap gagal oleh sebagian orang karena kondisi ekonomi yang biasa-biasa saja untuk ukuran seorang mantan jaksa, beliau menilai dirinya telah berhasil memegang teguh komitmen kejujuran yang memang seharusnya dimiliki aparat penegak hukum. Meski beliau akhirnya tidak bisa naik pangkat selama belasan tahun karena komitmennya ini, beliau menerima semua dengan lapang dada. Bagi pak Wakijo, menyesali takdir tuhan hanya akan berbuah kesengsaraan.

Sebenarnya saya masih ingin menimba banyak pengalaman dari beliau, namun waktu dan kesempatan jualah yang memisahkan kami. Beliau ingin melanjutkan perjalanan bersama anak dan cucunya, saja juga sama, ingin kembali berjalan menapaki asa. Dalam hati saya terus berdoa, semoga saya bisa menjadi manusia yang kuat, sabar, dan punya komitmen kuat kepada kejujuran dan kebenaran. Agar pak Wakijo bisa tersenyum karena pengalaman hidupnya mampu menginspirasi orang-orang.

Comments»

1. juffan - October 24, 2009

kejujuran dan keramahan selalu berkesan di dalam hati.

snhadi - October 24, 2009

ya…kebaikan sll membawa kebaikan🙂

2. Kang Yadi - December 10, 2009

nice posting…

snhadi - December 14, 2009

terima kasih mas..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: