jump to navigation

GL Pro (Genjot Langsung Protol) November 30, 2009

Posted by snhadi in Senyuman Cinta.
Tags:
trackback

Istilah ini pertama kali saya dengar dari seorang teman di UGM. Awalnya saya pikir ini merk sebuah motor, ternyata bagi mahasiswa Jogja, GL Pro ini adalah istilah yang digunakan untuk sepeda bekas, yang jika dikendarai (genjot) langsung protol (maksudnya komponen-komponen yang ada, langsung pada jatuh).

Lucunya saya baru-baru ini mengalaminya sendiri. Beberapa hari yang lalu, saya membeli sebuah sepeda bekas. Maksudnya agar mobilitas di Jogja menjadi semakin lancar tidak terbatas jarak, dan ongkos. Sekaligus kampanye “SEPEDA untuk Indonesia lebih SEHAT” (Klo belum pernah dengar jargon ini, wajar, wong itu kampanye pribadi, hehehe…). Sepeda ini saya beli di pasar sepeda bekas di dekat Alun-alun Selatan Yogyakarta.

Singkat cerita, saya memilih sepeda tak bermerk alias merknya sudah tertutup dengan cat yang mungkin sengaja dilapiskan oleh pemilik sebelumnya. Kata penjualnya sih sepeda ini “kakak”nya sepeda FEDERAL. Dibuat sekitar tahun 1990-an. Wuih cukup tua juga yah, tapi yah nggak apa-apa soalnya modelnya unik, ringan, dan yang terpenting gak terlalu mahal (seharga 400rb).

Untuk mengecek bagus atau tidaknya sepeda ini, sekalian melatih kemampuan saya naik sepeda, saya sengaja mengayuh sendiri sepeda ini dari pasar menuju kost (mungkin berjarak sekitar 10 km). Tetapi sayang seribu sayang, beberapa ratus meter menuju tempat kost, yang kebetulan jalannya naik, saya oper gigi sepeda maksudnya agar mengayuhnya lebih ringan, ternyata malah rantainya putus.

Untung waktu itu meski hari sudah malam masih ada bengkel yang buka. Akhirnya baru sekitar 2 jam dikayuh, sepeda sudah masuk “UGD”. Tetapi syukurlah selepas “UGD”, sepeda kembali bisa difungsikan. Dan saya berharap besok tidak lagi masuk “UGD”.

Eh ternyata…penyakit sepeda kambuh lagi, setelah dikayuh beberapa kilometer, rantainya putus, bahkan sampai dua kali. Akhirnya tukang bengkelnya menyerah dan bilang, “Mas, rantainya sudah terlalu tua jadi tidak bisa disambung lagi!”. Mungkin kalau orang harus segera diadakan transplantasi organ, hehehe…Terpaksa deh, saya meninggalkan sepeda saya di “UGD” bengkel, dan meluncur naik bus untuk membeli rantai sepeda yang baru.

Dalam hati saya tersenyum-senyum, ternyata perkataan teman tentang GL Pro bukan hanya isapan jempol belaka!

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: