jump to navigation

Menjadi Blogger Sejati! December 8, 2009

Posted by snhadi in Senyuman Cinta.
Tags:
trackback

Tak terasa hampir empat bulan sudah menghuni tanah Jogja. Tak dinyana tak diduga, ternyata kehidupan di Jogja tak semanis yang dibayangkan sebelumnya. Tapi yah berhubung sudah menginjakkan kaki di kota “Serambi Madinah” ini, mau tidak mau semua konsekuensi harus diterima. Mungkin ini sudah menjadi jalan-Nya.

Awalnya saya pikir mencari pekerjaan sampingan (freelance) di Jogja relatif mudah. Maklum kalau full time belum bisa karena masih ada kegiatan kuliah yang cukup memerlukan konsentrasi. Melamar menjadi freelance editor belum gol juga, mengirim lamaran jadi dosen juga belum tembus, artikel yang di kirim ke koran-koran daerah ternyata juga belum dilirik. Namun, ada prinsip orang jawa yang saya anut, melihat segala sesuatu dari segi positifnya (untungnya…).

Karena prinsip inilah, sambil terus mencari kesempatan saya iseng-iseng kembali ke dunia saya awal sebelum terjun kuliah, dunia blogger. Yah daripada pusing memikirkan pekerjaan sampingan yang belum kunjung jua datang, mending saya kembali ikut berkompetisi menulis di dunia maya. Untungnya ada beberapa info lomba yang sepertinya menarik untuk coba diikuti. Yah hitung-hitung mengisi waktu luang sambil mengerjakan tugas dari bapak dan ibu dosen yang super banyak, hehehe…Memanfaatkan segala kesempatan yang ada tidak salah, bukan?

Yah, ternyata saya tidak bisa lepas dari dunia maya, dunia blogger. Dunia yang membawa saya berkenalan dan berinteraksi dengan banyak orang. Dunia yang memberikan saya kesempatan mengecap blackberry gratis, hehehe. Dunia yang bagi saya penuh pesona!

Meski tidak bermimpi menjadi blogger sejati (karena sampai sekarang saya masih terus belajar menjadi blogger yang baik), minimal saya bisa menyampaikan segala isi hati saya, syukur-syukur ada yang mau melirik, dan lebih syukur lagi kalau ada yang mau mengikuti jejak saya, hehehe…

Comments»

1. masmpep - December 9, 2009

jogja sebagai serambi madinah? baru denger saya mas.

saya pun termasuk pengagum jogja. meski banyak hal yang dapat mengurangi keidealannya–macet, sumpek, dan mulai menjadi metropolitan–bagi saya jogja tetap eksotis.

salam blogger,
mpep

2. snhadi - December 10, 2009

Iya mas, Aceh dianggap sebagai Serambi Mekah, Yogyakarta dianggap sebagai serambi Madinah (karena di masa perjuangan, jogja dijadikan tempat mengungsi orang2 republik (presiden, dll), bahkan ibukota RI saat itu juga sementara dipindah ke Jogja).


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: