jump to navigation

Pertamina, Keluar dari Zona Nyaman Atau Tenggelam December 24, 2009

Posted by snhadi in Inspirasi Persahabatan.
Tags:
trackback

Bisnis minyak dan gas (migas) termasuk bisnis yang menggiurkan, tidak hanya di Indonesia tetapi di dunia. Terbukti banyak sekali pihak yang ingin terlibat di dalamnya, dari perusahaan migas kelas kakap sampai toko-toko kelontong di sudut-sudut kampung atau bahkan tukang minyak keliling. Karenanya banyak jutawan lahir dari bisnis ini.

Namun benarkah situasi positif ini akan terus berlangsung selamanya? Benarkah di saat banyak ladang migas sudah kehilangan sumber alamnya, karena selalu dikuras habis-habisan, pihak-pihak yang terlibat di dunia migas masih tetap dapat bernafas dengan lega?

Mungkin karena mengetahui beratnya tantangan masa depan terutama pasca semakin sulitnya didapatkan ladang migas baru, banyak pihak yang terlibat terutama perusahaan-perusahaan migas (tidak hanya kelas kakap tetapi juga kelas teri) menjadi semakin agresif memburu peluang. Mereka tidak mau tertinggal langkah oleh para pesaing, tentu kalau memang masih mau terus hidup di dunia migas.

Pertamina sebagai salah satu pemain yang terlibat di dalam dunia migas, sudah selayaknya melakukan hal yang sama, semakin bersemangat dan agresif. Pertamina tidak bisa lagi terus merasa lega berada di dalam lingkaran zona nyaman, yang selama ini dirasakannya (misalnya dengan banyaknya campur tangan pemerintah dalam mengatur dan menguasai BUMN ini sehingga menimbulkan ketergantungan dan kemalasan atau juga Pertamina sudah cukup merasa bangga menjadi BUMN terbesar dari segi revenue dan profit di negeri ini).

Zona nyaman memang seringkali membelenggu kita. Membuat kita acapkali menolak perubahan. Kita khawatir perubahan akan menghasilkan dampak yang buruk bagi keberlangsungan kehidupan kita di masa depan. Dan kalau bayangan ini yang terbentuk dalam benak kita, keluar dari zona nyaman adalah suatu momok yang menakutkan.

Tetapi bagi orang yang pikirannya jauh ke depan, keluar dari zona nyaman kadang kala diperlukan. Perubahan acapkali harus dilakukan untuk menciptakan peluang zona nyaman baru yang jauh lebih baik. Dan rupanya inilah yang melandasi pikiran direktur utama (dirut) Pertamina periode 2006-2009, Ari H. Soemarno. Beliau berusaha membawa Pertamina berubah, dari perusahaan manja menjadi perusahaan yang mandiri, profesional, dan mampu bersaing dengan perusahaan-perusahaan migas dari negara-negara lain. Beliau berani mengarahkan pertamina keluar dari zona nyaman.

Dirut Pertamina yang baru, Karen Agustiawan, yang menggantikan Ari H. Soemarno di tahun 2009, ternyata juga punya visi yang sama dengan pendahulunya. Untuk bisa menjadi National Oil Company (NOC) berkelas dunia (tidak cuma jago kandang), Pertamina harus terus melanjutkan program transformasinya, meski mungkin itu akan membutuhkan banyak biaya dan usaha yang ekstra keras.

Dengan transformasi, Pertamina harus berani bangun dari mimpi. Dan kembali terjaga untuk melakukan upaya lebih keras bagi keberlangsungan hidupnya di masa depan. Kerja keras harus menjadi energi positif bagi Pertamina sehingga melahirkan semangat yang tidak mengenal lelah dan konsisten dalam menggapai cita menjadi NOC kelas dunia.

Kalau semangat kerja keras melakukan perubahan ini bisa terus dijaga, visi Pertamina di tahun 2023 menjadi perusahaan migas kelas dunia sangat mungkin untuk digapai, bukan lagi hanya sebatas angan. Dan kalau sudah begini, zona yang jauh lebih nyaman dari saat ini akan segera bisa dirasakan, tidak hanya bagi orang-orang di dalam tubuh Pertamina, tetapi juga bagi bangsa Indonesia.

Advertisements

Comments»

1. whien - December 29, 2009

i like this …hehehhe,benar adanya tulisannya..lanjooetkan bos 🙂

snhadi - January 2, 2010

terima kasih yah…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: