jump to navigation

Bermodal Nasionalisme, Cukupkah Bagi Pertamina Menjadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri? December 31, 2009

Posted by snhadi in Inspirasi Persahabatan.
Tags:
trackback

Menatap Asa dengan Pasti Fakta di lapangan membuktikan, hampir semua kendaraan bermotor di negeri ini adalah produk asing (meski mungkin dirakit di tanah air). Akankah produk-produk yang mendukungnya, seperti bahan bakar, minyak pelumas, dan sebagainya, juga akan dikuasai produk bangsa lain? Lalu di manakah produk-produk Pertamina (lokal) saat ini mendapat tempat?

Bagi orang yang memiliki jiwa nasionalisme tinggi, cinta produk dalam negeri adalah harga mati. Produk lokal akan didukung habis-habisan, meski mungkin kualitasnya tidak sebagus produk made in luar negeri.

Tetapi sebagian yang lain lebih realistis. Nasionalisme itu penting, tetapi realitas jauh lebih penting. Kalau memang produk asing jauh lebih berkualitas, kenapa juga harus memakai produk lokal?

Uniknya ada juga orang yang memiliki pandangan yang berbeda dari kedua pandangan di atas. Tanpa harus memandang kualitas, kelompok ketiga ini akan mati-matian mendukung cinta produk asing. Dalam pikiran mereka, semua yang berbau luar negeri pasti lebih oke!

Kalau sudah begini cukupkah bagi Pertamina hanya mengandalkan rasa nasionalisme agar produknya mendapat tempat di hati konsumen, setidaknya di negeri sendiri? Andaikan ini cukup bagi Pertamina, alangkah meruginya. Tetapi andaikan hal ini dianggap belumlah memadai, tentu tantangan ini harus semakin membuat Pertamina lebih cerdas dalam melangkah, tidak hanya lebih keras dalam berusaha.

Kerja keras dan kerja cerdas harus bisa disatukan menjadi energi positif bagi Pertamina untuk berbenah diri. Untuk bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri, Pertamina harus bisa membuktikan bahwa produk Pertamina tidak kalah berkualitas dari produk asing. Pelayanan yang diberikan Pertamina kepada konsumen juga harus lebih membuat nyaman, menarik, profesional, dan ramah. Pertamina juga harus mau membenahi kualitas di dalam tubuhnya agar image negatif seperti Pertamina sarang KKN, dan lain-lain, yang mungkin masih ada di dalam diri masyarakat lambat laun akan sirna.

Dan saya berharap hasil program transformasi Pertamina suatu saat akan membuktikan semuanya. Kalau sudah begitu saya akan dengan bangga berkata, “Saya cinta produk lokal (Pertamina), bukan karena cinta membabi buta tetapi memang produknya pantas dicintai dan mendapat tempat di hati”.

Advertisements

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: