jump to navigation

Pertamina dan Perlawanan Terhadap Generasi Yang Hilang January 5, 2010

Posted by snhadi in Senyuman Cinta.
Tags:
trackback

Jika saat ini kita ditanya nasib bangsa ini beberapa puluh tahun ke depan, apa yang akan kita jawab? Sebagian orang mungkin akan menjawab, “Yah lihat saja nanti”. Sebagian lagi akan menjawab, “Yah lihat saja apa yang dilakukan para pemimpin negeri ini saat ini”. Kalau saya lebih senang menjawab, “Lihat saja apa yang terjadi pada anak-anak kita hari ini”.

Bagi saya, anak-anak adalah investasi bangsa di masa depan. Anak-anak saat ini adalah calon-calon pemimpin masa depan. Anak-anak saat ini adalah petunjuk awal apakah negeri ini akan tetap eksis ataukah akan tenggelam di masa mendatang.

Hal inilah yang mendorong kenapa pemerintah Singapura dan Jepang sangat peduli kepada penduduknya yang ingin memiliki anak, mungkin juga pemerintah di negara-negara maju lainnya. Karena mereka khawatir dengan semakin turunnya laju pertumbuhan penduduk dan meningkatnya angka harapan hidup manusia usia lanjut, mereka akan kehilangan generasi penerus di masa depan.

Lalu bagaimana dengan negeri kita? Kalau dari laju pertumbuhan penduduk, saya pikir tidak ada yang perlu dikhawatirkan seperti di Jepang atau Singapura. Namun sayangnya, ketersediaan stok yang cukup memadai dari calon-calon pemimpin masa depan ini belum diimbangi dengan usaha yang cukup dalam peningkatan kualitas mereka baik dari segi kesehatan maupun pendidikan.

Jadilah masih banyak anak kita yang berkeliaran di jalanan, kekurangan gizi, putus sekolah, dan sebagainya. Kondisi yang cukup potensial melahirkan generasi yang hilang di masa depan! Generasi yang tidak saja lemah secara fisik tetapi juga kalah secara intelektual. Lalu inikah generasi masa depan yang bangsa ini harapkan? Tentu tidak bukan?

Syukurlah semangat untuk memerangi lahirnya generasi yang hilang di negeri ini tidak pernah padam, setidaknya sampai saat ini. Salah satunya apa yang telah dilakukan Pertamina, BUMN dengan masukan dana terbesar bagi pemerintah. Dengan berbagai program coorporate social responsibility-nya, seperti Pertamina Sehati (perhatian terhadap kesehatan anak dan ibu), World Food Program with End of Hunger (bantuan pangan tambahan bagi masyarakat di Wilayah Indonesia Timur), pembangunan atau rehabilitasi sekolah dan universitas, beasiswa pendidikan untuk siswa SD sampai perguruan tinggi, dan beberapa program kesehatan dan pendidikan lainnya.

Dan saya yakin jika upaya ini terus dilakukan dan ditingkatkan secara berkesinambungan, dan ikut juga ditiru oleh perusahaan-perusahaan lainnya, kita tidak perlu khawatir lagi akan nasib bangsa ini beberapa puluh tahun ke depan. Dan bisa jadi jika di negeri ini sudah tidak ada lagi berita anak-anak yang kekurangan gizi, anak-anak yang berkeliaran di jalanan, dan anak-anak yang tidak dapat mengakses pendidikan karena biaya yang mahal, maka kita bisa yakin bangsa ini akan bisa tetap eksis di masa depan. Dan sangat mungkin akan menjadi salah satu bangsa yang patut disegani di dunia.

Memang tidak mudah mewujudkan mimpi. Namun yakinlah dengan kerja keras, mimpi akan bisa diwujudkan. Bukan untuk kita, Pertamina atau siapapun pelakunya, tetapi untuk nasib bangsa ini di hari nanti.

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: