jump to navigation

Jiwa Yang Terancam January 9, 2010

Posted by snhadi in Cermin Tergores.
Tags:
trackback

Hidup itu anugerah…

Karena sepatutnya membawa berkah

Hidup itu cinta…

Karenanya sudah selayaknya dijaga

Bagitulah kata yang selalu meluncur dari mulut seorang bijak,

lembut, menenangkan, dan sering membuat kita terbuai

Tetapi sayangnya kemanakah mereka?

Saat sebagian orang lain merasa hidup hanya sekedar perjalanan menunggu maut

Saat nyawa mungkin hanya seharga sekeping rupiah atau bahkan sebutir peluru, atau mungkin senilai dengan sebuah kebanggaan dan pujian

Di manakah mereka?

Saat cinta seakan hilang di hati para pencinta

Saat kasih tak lagi mengisi sanubari

Saat hidup menjadi sebuah permainan

Saat kematian seakan bukan lagi milik tuhan

Janganlah engkau bersembunyi sahabat,

Saat keserakahan dan ketidak-adilan mulai mendekat

Datanglah kemari, para pemuja kebajikan

Jangan hanya bisa bersembunyi di balik kata-katamu yang terukir indah di lembaran-lembaran lontar

Jangan hanya bisa bernyali, kala dunia sepi

Jangan biarkan kami sendiri, menunggu mati dengan jiwa yang tak lagi dihargai

NB: Untuk jiwa yang tak dihargai

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: