jump to navigation

Kata Tak Sekedar Penghias Dunia January 29, 2010

Posted by snhadi in 1.
trackback

Ngebutbenjud Dulu, saat saya masih tinggal di sebuah asrama mahasiswa di Bogor, saya sempat mengkritik ketika ada salah satu calon penghuni baru yang sedang diospek membuat prakarya berupa tulisan, “Dilarang Masuk Bagi Yang Tidak Berkepentingan!”, dan dipasang di pintu gerbang masuk asrama.

Mungkin bagi sebagian orang tulisan seperti ini dianggap biasa aja, tetapi bagi saya bukanlah hal yang biasa. Kalau dilogikakan, apa fungsi tulisan seperti ini? mampu menghalangi para pencuri masuk kah? ternyata tidak (karena dari sudut pandang para calon pencuri, mereka tetap diizinkan masuk karena larangan ini hanya berlaku bagi mereka yang tidak berkepentingan, sedangkan pencuri kan punya kepentingan, yaitu mencuri).

Saat ini, delapan tahun kemudian, ternyata hal seperti ini masih juga saya temui. Kalau saya berangkat ke kampus menaiki sepeda, maka di pinggir-pinggir jalan sesekali ada tulisan-tulisan yang maksudnya mungkin rambu-rambu, seperti “Bukan Jalan Umum. Dilarang Lewat!” (Nah loh kok bisa, lalu yang harus lewat siapa padahal tulisan ini di tempatkan di depan gerbang yang terbuka), “Awas, Ngebut Benjut!” (harus hati-hati bagi yang ngebut didoain celaka, hehehe), “Turun Dari Motor dan Matikan Mesin!” (perintah bagi pengguna motor yang akan melewati gang sempit), dan sejumlah tulisan “unik” lainnya.

Dari satu sisi, rambu-rambu ini seperti ini sangat lugas dan jelas (walau mungkin kadang tetap masih menimbulkan multi tafsir). Tetapi dari sisi yang lain mungkin menurut saya agak sedikit kurang pas. Sebenarnya mungkin yang membuat rambu-rambu itu tidak bermaksud demikian dan saya yakin maksudnya baik. Tetapi saya tetap menyayangkan jika maksud yang baik harus disampaikan dengan cara-cara yang tidak pas. Karena dikhawatirkan tujuan dari yang ingin disampaikan tidak bisa diterima dengan baik. Misalnya seorang bos yang ingin karyawannya lebih disiplin, namun ketika teguran itu dilakukan di depan banyak karyawan yang lain, yang ada justru sang karyawan akan merasa direndahkan oleh sang bos, sedangkan maksud baik sang bos akan lenyap terkikis oleh rasa benci karena teguran itu.

Yah saya sih berharap ke depannya kita bisa lebih baik lagi dalam banyak hal. Terutama dalam berinteraksi dengan orang. Karena bagi saya, satu orang musuh itu sudah sangat banyak (jadi jangan ditambah lagi, kalau bisa dihilangkan), sedangkan sejuta teman masih teramat sangat sedikit (jadi harus terus ditambah).

Advertisements

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: