jump to navigation

Merasa Mencinta Bekasi? Mari Dorong Bekasi Menjadi Istana Para Pemulung Yang Modern February 2, 2010

Posted by snhadi in Inspirasi Persahabatan.
Tags: ,
trackback

Tidak bisa dipungkiri, sebagian orang mengenal Bekasi karena sampah, termasuk saya. Sampah seakan menjadi icon penting bagi Bekasi, selain tentu dunia industrinya yang tampak semakin berkembang. Mungkin karena Bekasi sejak dahulu sampah sekarang menjadi tumpuan bagi Jakarta untuk membuang sampahnya. Tidak tanggung-tanggung sekitar 5000 ton sampah setiap harinya dilempar dari Jakarta ke Bekasi, belum lagi jika ditambah sampah yang berasal dari sekitar dua juta penduduk bekasi sendiri.

Namun sayangnya, dari dulu hingga saaat ini, potensi besar istana para pemulung (tempat pembuangan akhir sampah) ini, masih belum digali secara maksimal. Seperti tempat pembuangan sampah (TPA) Bantar Gebang, ribuan ton sampah yang memadatinya hanya menjadi onggokan barang tidak berguna (kalaupun ada paling hanya beberapa yang dimanfaatkan para pemulung). Tak ada sistem terpadu yang diterapkan, hanya cara-cara konvensional berupa penimbunan sampah dengan tanah merah agar sampah tak terbentang terbuka, sementara air limbahnya diolah di Instalasi Pengolahan Air Sampah dan gas metana yang terkumpul dibuang melalui ventilasi (padahal gas ini memiliki daya rusak lapisan ozon 21 kali lebih hebat dibanding gas karbon dioksida). Selain menimbulkan polusi baik udara maupun lingkungan serta potensi penghasil gas perusak ozon, sampah di TPA-TPA kita kerapkali dapat membahayakan penduduk disekitarnya, seperti longsornya sampah di Bandung yang sampai menimbulkan korban jiwa warga sekitarnya.

Yang menimbulkan pertanyaan kemudian adalah benarkah sampah hanya bisa ditumpuk dan dibiarkan menjadi gunungan sampah, tanpa bisa menghasilkan potensi bagi kesejahteraan manusia dan hanya menjadi biang masalah? Secara sederhana kita bisa menjawab dengan lantang tidak! Banyak potensi besar yang bisa digali dari sampah, dari mulai sampai sebagai sumber barang daur ulang dan pupuk kompos, sampai potensi sampah menjadi penghasil energi listrik dan bahan bakar kendaraan bermotor (biofuel).

Pertanyaan susulan yang muncul di benak kita saat melihat begitu banyak potensi yang bisa digali dari sampah adalah kenapa dari dulu sampai sekarang kita tidak bisa melakukannya? Bagi saya jawabannya cukup singkat, kita bukannya tidak bisa, tetapi belum mau saja (atau mungkin belum terpikirkan karena begitu banyak masalah yang harus dipikirkan para pembuat kebijakan di negeri ini, misalnya masalah perebutan kursi jabatan dan lain-lain).

Untuk kasus Bekasi, akankah  hal seperti ini terus dibiarkan begitu saja? Sampai-sampai mungkin suatu saat Bekasi akan tertimbun sampah karena ketidakmampuan mengelolanya? Bagi kita yang merasa mencintai kota ini, tentu jawabannya adalah tidak. Bekasi harus berubah, kalaupun tetap menjadi istana bagi para pemulung, tetapi istana tersebut harus dibangun se-modern mungkin. Istana tersebut harus mampu mensejahterakan warganya, selain tentu tidak menimbulkan dampak negatif bagi penduduknya.

Syukurlah ternyata mimpi membangun istana para pemulung yang modern di Bekasi bukan hanya menjadi miliki warga biasa, warga Bekasi yang termasuk orang penting juga ternyata memimpikan hal yang sama. Karena mungkin di mata mereka (termasuk juga mungkin kita), tak mungkin lagi menghilangkan TPA sampah, yang mungkin adalah bagaimana TPA ini bisa disulap sehingga tidak selalu menjadi biang masalah, bahkan bisa jadi mampu meningkatkan taraf hidup masyarakatnya.

Salah satu yang mereka pikirkan adalah bekerjasama dengan perintah Jakarta (yang notabene sebagai pembuang sampah) dan pihak-pihak swasta menyulap TPA menjadi tempat yang tidak hanya menjadi tempat akhir pembuangan sampah tetapi juga tempat pengolahan terpadu dengan sistem modern. Mereka bermimpi suatu saat Bekasi memiliki TPA dengan berbagai fasilitas seperti mesin pembuat pupuk kompos, bangunan pemilahan sampah, fasilitas daur ulang, gasification (Pirolisis), Sanitary Landfill (gas collection), pembangkit listrik berkapasitas tinggi, dan sebagainya.

Bagi kita warga biasa, mimpi para pembuat kebijakan ini harus terus kita dorong agar bisa terwujud sambil terus berharap rencana tersebut tidak luntur diterpa dinamika politik dan rumitnya birokrasi yang seringkali menjadi ganjalan. Dengan demikian di masa mendatang tidak ada lagi penolakan terhadap datangnya sampah dari Jakarta, bahkan kalau bisa semua kota di wilayah yang berdekatan dengan Bekasi seperti Bogor dan Tangerang juga bisa membuang sampahnya di Bekasi. Selamat datang sampah ke Istana Para Pemulung yang kami cintai!

Comments»

1. mobil88 - February 2, 2010

Blog yang bagus…lebih banyak menulis ya 🙂
http://mobil88.wordpress.com

2. Update Data Peserta Lomba Blog dan Lomba Foto “Aku Cinta Bekasi” | Komunitas Blogger Bekasi - February 12, 2010

[…] 52. Sapto Nugroho Hadi, Judul : Merasa Mencinta Bekasi? Mari Dorong Bekasi Menjadi Istana Para Pemulung Yang Modern […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: