jump to navigation

Angka 13 Tak Selamanya Sial; Refleksi 13 Tahun Kota Bekasi February 10, 2010

Posted by snhadi in Senyuman Cinta.
Tags: ,
trackback

Jaman dulu, ada film setiap jumat yang berjudul “Friday 13th” yang membuat bulu kuduk kita berdiri saat menyaksikannya. Meski menyeramkan, tak sedikit dari kita yang penasaran untuk terus menunggu kisah selanjutnya. Bahkan film ini menjadi salah satu film horor favorit di tanah air.

Beberapa waktu lalu saat saya melakukan perjalanan dari Batam menuju Jakarta menggunakan salah satu pesawat terbang milik salah satu maskapai penerbangan swasta di negeri ini, beberapa penumpang dibuat bingung karena ternyata kursi nomor 13 tidak tersedia. Padahal ada beberapa penumpang yang saat check in mendapatkan nomor 13. Akhirnya penumpang yang memiliki tiket dengan nomor 13 harus duduk di kursi paling belakang. Malang nian nasibnya!

Tidak hanya sampai di situ, cerita angka 13 dengan segala keunikannnya ternyata mampu memberikan momok menakutkan tersendiri bagi sebagian orang. Bahkan kemudian angka 13 diidentikkan dengan angka sial, dan wajib hukumnya untuk dihindari atau diwaspadai. Bahkan hal tersebut masih terus berlanjut sampai saat ini, setidaknya untuk sebagian masyarakat kita.

Berkaitan dengan ulang tahun yang ke-13 kota Bekasi, akankah kita masih percaya kesialan angka ini? Akankah masyarakat menjadi takut dalam menghadapi ulang tahun Bekasi di tahun ini?

Ternyata saat menilik lebih jauh, saya melihat tidak ada efek apa-apa antara momok kesialan angka 13 dan keadaan kota Bekasi di ulang tahunnya yang ke-13 ini. Ulang tahun ke-13 ini justru dijadikan pemerintah kota Bekasi sebagai titik tolak agar bisa mewujudkan visi kota Bekasi menjadi kota cerdas, sehat, dan ihsan. Visi yang menurut saya sangat layak diperjuangkan tidak hanya oleh kota Bekasi tetapi juga oleh negeri ini (seandainya mau).

Saya melihat pemerintah kota Bekasi tidak main-main di dalam usaha mewujudkan visi masa depan ini. Bahkan langkah pemerintah kota Bekasi di dalam menggapai visi ini cukup mendapat dukungan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi. Misalnya di dalam mewujudkan Bekasi menjadi Kota Cerdas, pemerintah kota Bekasi dan DPRD kota Bekasi sepakat mengucurkan sedikitnya sekitar 36% dari total dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) untuk anggaran pendidikan. Jumlah yang bahkan mengalahkan anggaran pendidikan pada skala nasional.

Begitu pula dalam mewujudkan kota Bekasi menjadi Kota Sehat, pemerintah dengan program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda)-nya berupaya untuk terus membantu masyarakat di dalam mendapatkan haknya memperoleh fasilitas kesehatan yang memadai dan baik khususnya bagi masyarakat golongan tidak mampu. Belum lagi dengan pencapaian julukan kota Adipura di tahun 2009 membuat semakin nyata perkembangan positif kebersihan dan kesehatan di kota Bekasi. Tinggal bagaimana hasil positif ini terus dikembangkan dan ditingkatkan di masa mendatang sehingga visi Kota Sehat benar-benar bisa terwujud tidak hanya sebatas mimpi belaka.

Hal yang sama juga terlihat di dalam upaya mewujudkan kota Bekasi menjadi Kota Ihsan. Pemerintah kota tidak segan-segan mendukung segala upaya baik yang berasal dari usulan masyarakat maupun pemerintah guna mendukung tercapainya kehidupan masyarakat kota Bekasi yang lebih religius dan harmonis. Mungkin karena pemerintah menyadari bahwa di dalam mendukung masyarakat yang kuat, aspek agama adalah hal yang penting untuk bisa menopang masyarakat di dalam melakukan kegiatan sehari-harinya. Dengan masyarakat yang ihsan, tak akan ada lagi budaya korupsi, kolusi, dan nepotisme. Dengan masyarakat yang ihsan, kehidupan masyarakat akan jauh lebih teratur dan harmonis dan ini sangat baik bagi perkembangan kota Bekasi di masa mendatang. Walau memang masih sangat jauh untuk bisa mencapai kondisi ideal kota Bekasi menjadi Kota Ihsan (saya masih melihat kehidupan “kelam” masyarakat kota Bekasi yang mungkin masih sulit dicium aparat atau pihak-pihak terkait), namun setidaknya upaya ini patut kita hargai dan dukung bersama.

Yah angka 13 ternyata tidak berarti menjadi angka sial bagi kota Bekasi. Bahkan yang menggembirakan justru angka 13 seakan berubah menjadi angka keberuntungan bagi Kota Bekasi, beruntung bukan karena hadiah tiba-tiba dari langit tetapi merupakan hasil dari upaya keras pemerintah dan masyarakatnya dalam mewujudkannya.

Comments»

1. Update Data Peserta Lomba Blog dan Lomba Foto “Aku Cinta Bekasi” | Komunitas Blogger Bekasi - February 10, 2010

[…] 44. Sapto Nugroho Hadi, Judul : Angka 13 tak selamanya sial : Refleksi 13 tahun kota Bekasi […]

2. adhy poeguena zInoeaga - March 12, 2010

ihhhhh,,,,,,,,,,,,,
ngeri boock,,,
gue ultah dcitu! gmana donk!!
percaya ma Tuhan ja,
ga ad yg g mustahil kan???


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: