jump to navigation

Fanatisme BUTA February 20, 2010

Posted by snhadi in Kursi Patah.
Tags:
trackback

Kadang secara tidak sadar kita mencintai sesuatu secara berlebihan. Entah itu jabatan, orang, ataupun harta kekayaan. Bahkan tidak jarang hal itu membuat kita lupa bertindak objektif, berpikiran jernih dan berhati bersih dalam memandang sesuatu.

Untuk hingar-bingar kasus bank Century, sudah selayaknya semua pihak mengedepankan kebenaran, tidak berusaha menutupi apa yang terjadi karena fanatisme buta (atau mungkin pura-pura buta karena takut kehilangan sesuatu). Biarkan proses hukum berjalan apa adanya, dan dukung secara tuntas siapa-siapa saja yang harus bertanggung jawab. Meski secara pribadi saya sangat percaya akan kejujuran pihak-pihak pembuat keputusan masalah bank Century ini, namun kebobrokan sistem yang ada yang mungkin akan turut menyeret mereka harus dibuka secara lebar agar di masa depan kasus ini tidak terjadi lagi.

Saya teringat kasus korupsi yang menjerat Prof. Rokhmin Dahuri (seorang pribadi yang mengagumkan di mata saya) beberapa tahun lalu, sistem yang ada membuat seringkali seorang yang tak bersalah “dipaksa” bersalah dan dihukum meski tidak pernah melakukan penyelewengan. Kebobrokan sistem seperti ini yang harus mulai dibongkar kabinet SBY Jilid II, yang dulu saat kampanye dulu getol mengusung tema anti-korupsi.  Saatnya kasus bank Century dijadikan langkah awal pembersihan kekotoran sistem yang ada di negeri ini. Jadi alangkah lucunya jika masih ada pihak-pihak yang dengan membabi buta berusaha menutupinya, hanya karena ketakutan yang berlebihan (yang mungkin justru dibuat-buatnya sendiri).

Saya percaya rakyat kita sudah sangat kritis, cerdas, dan jernih dalam menyikapi kasus Century ini. Meski jika sampai suatu saat akan terjadi perubahan susunan kabinet di pemerintahan, tidak akan banyak guncangan yang bakal ditimbulkan. Saya yakin, masyarakat kita sudah sangat capai dengan segala macam kekacauan. Yang mereka harapkan saat ini adalah bisa hidup tenang dinaungi oleh pemerintah yang bersih, berwibawa, dan menyayangi rakyatnya. Tidak penting siapa yang duduk di pemerintahan tersebut. Rakyat juga butuh pemimpin yang kuat, tegas, dan berani berkata tidak untuk korupsi.

Jika nanti pansus DPR sampai menyebutkan nama-nama yang harus bertanggung jawab di dalam kasus bank Century, yang saya harapkan cuma satu, jangan adili orang-orang tersebut sebelum terbukti mereka benar-benar bersalah di mata pengadilan. Pansus DPR bukanlah pengadilan, karenanya masyarakat saya harapkan jangan menghakimi mereka. Hormati mereka seperti layaknya kita penghormati guru-guru kita, karena pada hakikatnya mereka telah banyak berjasa bagi negeri ini. Dan tidak menutup kemungkinan mereka adalah orang-orang bersih yang terjebak di dalam permainan orang-orang kotor di negeri ini. Mari sayangi mereka demi bangsa ini…

Advertisements

Comments»

1. endang setio - March 15, 2010

ya saya setuju. katakan benar itu benar meskipun pahit terasa.
saat nya indonesia menata kembali sistem hukum yang kokoh untuk masa depan. kalo bukan dari sekarang maka kapan lagi?

2. snhadi - March 15, 2010

ya betul ayo dukung pemerintah yg bersih….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: