jump to navigation

Kesederhanaan Tak Menurunkan Citra; Belajar dari Para Pesohor Dunia March 15, 2010

Posted by snhadi in Senyuman Cinta.
Tags: , ,
trackback

Ketika 20 tahunan yang lalu orang tua saya mulai mengajarkan kesederhanaan melalui contoh nyata yang mereka berikan, saya sama sekali tidak mengerti untuk apa semua itu dilakukan. Begitu pula saat saya mulai mengenal kehidupan para nabi melalui cerita-cerita yang didongengkan para ustad madrasah ataupun buku-buku agama sekolah dasar dan menengah, saya pun masih diliputi berbagai pertanyaan yang sulit dijawab. Kenapa mereka mau bergaya hidup sederhana, bahkan harus tidur tidak beralaskan kasur yang empuk, padahal jika mereka mau, setebal apapun kasur yang mereka kehendaki, niscaya bisa diwujudkan, karena memang mereka adalah penguasa tertinggi saat itu (rasa takjub dan cinta untukmu nabi-nabiku tercinta, khususnya rasul Muhammad SAW).

Begitu pula saat saya beranjak menapaki hidup selepas kuliah, kesederhanaan tetap masih menjadi pertanyaan di benak saya, meski sudah lama saya mengenalnya, bahkan menjalani dalam kehidupan sehari-hari. Begitu pula ketika kebetulan bos di kantor saya dulu juga termasuk yang menerapkan gaya hidup sederhana. Meski jabatan tertinggi sebuah perusahaan sudah ada di dalam genggaman, beliau masih tidak risih mengenakan ikat pinggang seharga 30 ribuan, bukan ratusan ribu yang mungkin dipakai oleh bos-bos yang lain.

Dan saya semakin tidak paham, ketika gaya hidup bersahaja pun ternyata digandrungi oleh orang-orang yang kita kenal sebagai orang-orang terkaya di muka bumi ini. Carlos Slim Helu yang tahun 2010 ini dinobatkan menjadi orang terkaya di dunia oleh majalah Forbes, menggeser kedudukan Bill Gates, tidak lepas dengan keunikannya yang senang menggunakan buku saku, meski sebanyak apapun laptop mungkin bisa dia beli. Belum lagi kesenangannya yang suka mengenakan baju murah, bukan baju istimewa yang dirancang desainer ternama dunia dan berharga ribuan dolar. Atau gaya hidup Warren Buffett, orang terkaya dunia nomor 3 yang lebih senang membelanjakan jutaan dolar untuk kepentingan sosial dibanding kepentingan dirinya sendiri. Bahkan dia hanya tinggal di sebuah rumah, yang untuk ukuran orang kaya dunia dianggap terlalu sederhana, malah mungkin untuk ukuran orang kaya Indonesia sekalipun.

Lalu pertanyaan menggelitik muncul dalam pikiran saya, apa mereka tidak khawatir citra mereka, orang-orang hebat dunia ini, akan luntur dengan kesederhanaan yang mereka tampilkan? Ah…ternyata sedetik pertanyaan itu muncul, sedetik kemudian saya menemukan jawabannya. Orang-orang justu semakin menghargai mereka, semakin menghormati mereka, dan bahkan semakin mencintai mereka. Mereka mau menjadi orang kebanyakan padahal siapapun tahu mereka sebenarnya bukan seperti orang kebanyakan.

Orang-orang yang benci ketimpangan gaya hidup antara si kaya dan si miskin, akan dengan senang hati angkat topi terhadap para pelaku gaya hidup sederhana ini, apalagi jika sampai mereka juga mengikutinya dengan gaya hidup penuh kedermawanan. Lengkap sudah keistimewaan orang-orang istimewa ini. Bukan dari harta dan kekuasaannya mereka menjadi istimewa di mata manusia, tetapi dari kelembutan hatinya yang tidak mau menyakiti orang-orang di sekitarnya dengan menampilkan gaya hidup mewah sementara orang-orang di sekitarnya masih bergelut dengan kemelaratan.

Yah…kini saya mengerti mengapa mereka mau melakukan semua itu. Bukan semata-mata ingin memuaskan diri sendiri, tetapi lebih karena ingin menjaga hati orang-orang di sekitarnya.



Comments»

1. dilla - March 15, 2010

Langka banget yah orang yang mau tampil sederhana seperti apa yang dirimu utarakan….
Kadang bukan beli barang….Tapi beli merk lho!
Yah budaya materalistis merajalela!!
Aku juga sedang belajar, tapi kog susah yah?
Tulisanmu bagus to’ inspiratif!terus berkarya!
to be inspirator n’motivator Okey!

2. snhadi - March 15, 2010

ya memang susah menjalankan budaya hidup sederhana, tp ttp kita harus terus mau belajar…makasih ya dill. Aku coba menulis apa yg sdg dirasain aja, terus belajar menjadi peka…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: