jump to navigation

Saat Allah Memberi Cinta March 31, 2010

Posted by snhadi in Goresan Ilmu.
Tags:
trackback

Sore hari, 29 Maret 2010, hape saya tiba-tiba bergetar. Sebut saja dari Mr. Z, bergelar haji, yang mengaku bekerja di Dept Agama RI dan memiliki rumah di Pondok Indah, Jakarta. Melalui dialog yang cukup panjang dan meyakinkan, Mr. Z bermaksud mengadakan transaksi jual-beli dengan saya. Beliau tertarik membeli miniatur perak candi Borobudur yang saya jual.

Sebagai pedagang yang berusaha baik kepada setiap calon pembelinya, saya dengan senang hati menanggapi. Sampai akhirnya saya informasikan, barang akan dikirim saat uang sudah ditransfer. Namun dengan dalih ada kerusakan jaringan bank saat itu, uang yang sudah ditransfer Mr. Z macet alias tidak bisa masuk ke rekening bank saya.

Dengan penuh meyakinkan, beliau mengajak saya teleconference dengan petugas bank bersangkutan berkaitan dengan masalah gangguan transfer. Sang “petugas” ini kemudian mengajak saya berdialog dan meyakinkan saya agar saat itu juga saya mau mengikuti petunjuknya. Mengikuti prosedurnya mengurai masalah kemacetan transfer langsung melalui mesin ATM.

Saat ALLAH memberi cinta, sebersit rasa tidak sreg di hati tentang situasi yang tidak biasa ini. Akhirnya tanpa saya yang meminta, telpon tersebut terputus. Karena mungkin merasa saya tidak tertarik dengan anjuran sang “petugas” bank ini. Saat hal ini dikonfirmasi ke kantor bank bersangkutan, prosedur seperti ini TIDAK akan pernah dilakukan petugas ASLI bank. Jadi kemungkinan ini salah satu usaha penipuan. Alhamdulillah ternyata allah masih memberi cintanya kepada saya…Meski kecewa transaksi bisnis gagal, rasa syukur mampu mengalahkannya.

Saat ALLAH memberi cinta, tiba-tiba seorang ibu dari Jakarta memberi kabar bahwa beliau sangat tertarik dengan miniatur perak candi Borobudur yang saya pampang di toko online saya. Beliau langsung akan membeli 2 buah. Dan tanpa harus berlama-lama, sang ibu segera melunasi pembayaran pesanannya.

Beberapa pertanyaan menggelitik dalam benak ini, yang masih sulit saya cerna. Kenapa dua orang tersebut memesan miniatur perak candi Borobudur yang sama, padahal ada lebih dari 200 produk yang saya pajang di toko online saya? Kenapa harus Mr. Z dulu yang menelepon dan setelah gagal melancarkan maksud jahatnya, si Ibu dari Jakarta baru melancarkan maksud baiknya?

Inikah scenario ALLAH SWT? Yah setidaknya itulah yang bisa saya percaya saat ini. Saat TUHAN memberi cinta, scenario indah akan dijalankan dengan apik dan sempurna. Skenario yang membuat saya belajar sesuatu, tidak mudah menjalani hidup, karenanya berharaplah selalu Allah akan memberi cintanya kepada kita. Cinta yang akan mengalahkan segala kejahatan dan kebencian makhluk-makhluknya yang lain kepada kita. Puji syukur ke hadirat-Mu Ya ALLAH, Sang Maha Pemilik CINTA….

NB: Segenggam rasa terima kasih untuk Ibu Ani Rahmawati (Kantor BKPM, Gatot Soebroto, Jakarta) untuk segala kebaikannya hari ini.

Comments»

1. bocahbancar - April 26, 2010

Subhanallah,, Alhamdulillah Mbak,… Anda masih bersyukur kepada Allah atas segala ujian dan angerahnya,,,,

Semoga Allah selalu merahmati kita semua, amiinn

Salam kenal dan salam semangat selalu

bocahbancar - April 26, 2010

Ralat,, Mas maksudnya,,saya terbawa ceritanya he he he

2. Ekozul - June 12, 2010

nice share… 😀

3. masmpep - July 8, 2010

Wah, pengalaman spiritual yang menarik mas. Menebalkan keyakinan….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: