jump to navigation

Semangat yang Tergerus Gerbong Kereta November 26, 2010

Posted by snhadi in Cermin Tergores.
trackback

Pagi itu saya begitu semangat memulai hari. Pagi, 25 November 2010, ada satu semangat positif timbul begitu besarnya. Bukan tanpa sebab, karena hari itu rencananya saya memulai pekerjaan lab saya setelah lebih dari 3 bulan berkutat pada studi di depan komputer. Dengan dimulainya pekerjaan wet lab ini, saya berharap riset untuk tesis saya akan semakin cepat selesai.

Meskipun malam sebelumnya saya  baru saja tidur agak malam (di asrama kami biasa jaga malam bergantian setiap hari dan kebetulan saya kedapetan jaga setiap hari rabu malam kamis), tapi rasa kantuk yang tersisa tak mampu mengalahkan semangat yang hadir. Apalagi ternyata jalur angkot yang biasanya macet, entah kenapa pagi itu menjadi lancar. Akhirnya saya bisa ke stasiun Bogor tanpa harus tertinggal jam berangkat kereta ekonomi (pukul 07:04 menit).

Kebetulan saya masuk kereta beberapa menit menjelang kereta berangkat menuju Jakarta. Saya masuk gerbong ketiga dari belakang. Saat saya masuk, ada beberapa kursi yang masih kosong di ujung depan gerbong. Tetapi saya agak curiga, tumben kursinya tidak ditempati padahal tidak jauh dari kursi itu, beberapa orang terlihat berdiri. Tanpa prasangka, saya pun duduk.

Kecurigaan saya ternyata terbukti, beberapa saat setelah saya duduk, aroma tak sedap datang dari samping kanan saya. Sejurus kemudian saya menengok ke arah bau tak sedap tersebut. Alangkah terkejut saya, ternyata di dekat sambungan gerbong, di depan kursi paling ujung, berjarak tiga kursi dari tempat duduk saya terlihat seonggok kotoran manusia menumpuk! Masya Allah, ini gerbong kereta api atau TOILET (WC)?

Sungguh saya tidak habis pikir, kenapa pihak yang seharusnya bertanggung jawab tidak mengecek dulu kondisi kereta sebelum siap diberangkatkan. Karena bagi saya, kondisi ini sudah tidak manusiawi! Saat orang memulai hari dengan semangat tinggi untuk bekerja, ternyata moda transportasi yang dipakainya justru membuat semangat tersebut sedikit banyak tergerus!

Apa karena Kereta JABOTABEK yang tarifnya tidak ikut naik, sementara kereta ekonomi luar kota jarak pendek dan menengah lainnya mengalami kenaikan akibat jurus jitu PT KAI yang mengubah zona jarak kereta ekonomi, membuat pelayanan menjadi dinomorduakan?

Pagi itu, tidak hanya saya, sepanjang perjalanan, penumpang kereta lainnya, yang berada di samping seonggok “produk domestik” itu, berusaha sekuat mungkin menjalani waktu dengan sabar dengan bau kurang sedap (yang berusaha kami atasi dengan minyak angin atau parfum) dan pandangan yang tak nyaman (yang berusaha kami atasi dengan memalingkan muka) yang ikut mengiringi langkah kami memulai hari, sambil terus berharap semangat kami tak ikut lenyap akibat ulah pihak-pihak yang tak bertanggung jawab. Kami juga dalam hati terus berharap, semoga kejadian pagi hari ini tak terulang kembali di masa mendatang…

Advertisements

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: