jump to navigation

Media dan Politisi “Bunuh” TIMNAS Indonesia! December 27, 2010

Posted by snhadi in Cermin Tergores, Kursi Patah.
Tags: , , ,
trackback

Hal yang sama mungkin dirasakan jutaan penduduk Indonesia tadi malam, saat tim sepakbola kesayangannya dibantai tim Harimau Malaya, tiga gol tanpa balas! Hasil yang sungguh di luar dugaan semua pihak (kecuali pendukung tim Malaysia tentunya) karena sebelumnya di babak penyisihan grup, tim Garuda berhasil menekuk tim Malaysia 5-1!  Sedih, kecewa, marah larut dalam satu ditambah lagi dengan ulah suporter Malaysia di stadion Bukit Jalil yang tidak sportif mengganggu Markus, dkk dengan tembakan sinar laser dan petasan!

Sial nian nasib timnas kita, dari babak penyisihan sampai masuk final digadang-gadang bakal menjadi kampium baru piala AFF 2010, namun kini hancur berantakan, bukan lantaran kualitas pemain yang jelek ataupun strategi pelatih Riedl yang kacau, melainkan karena faktor mental yang ambruk.

Kalau saya jadi anggota timnas, mungkin hal yang sama akan saya rasakan. Bagaimana tidak ekspose media yang berlebihan seakan-akan tim kita sudah jawara didukung ulah politikus yang obral bonus (entah bermaksud mencari muka atau benar-benar ikhlas), membuat timnas bisa jadi terlena dan mabuk kemenangan. Padahal pertandingan final sejatinya belum kita menangkan. Belum lagi acara-acara PSSI di luar agenda pelatih Riedl yang masih dipertanyakan arti pentingnya seperti undangan jamuan makan, doa bersama (yang lebih mirip jumpa fans), wawancara ekslusif, dll membuat persiapan timnas menghadapi Malaysia jadi setengah-setengah (padahal menurut orang bijak, persiapan yang kurang matang sama saja kita merencanakan kegagalan).

Bagi saya, ulah media dan politisi negeri ini telah “membunuh” timnas kebanggaan kita! Membunuh mental (karena ekspose media yang berlebihan membuat timnas sedikit banyak akan merasa terbebani atau paling sedikit mungkin menjadi jumawa dan kurang waspada), membunuh waktu (seharusnya mereka latihan atau mungkin istirahat malah sibuk wara-wiri ke sana ke mari memenuhi undangan), dan pada akhirnya telah membunuh mimpi semuanya!

Namun, saya tetap bangga pada timnas dan pelatih Alfred Riedl yang telah berusaha mati-matian menumbuhkan asa kebangkitan persepakbolaan tanah air. Dan yang paling penting menyalakan kembali nasionalisme bangsa kita. Saya berharap, tanggal 29 Desember nanti ada keajaiban yang membuat timnas bisa bangkit dan akhirnya memenangkan piala AFF 2010 ini, meksi kemungkinan itu hanya tinggal 10% saja. Tadi malam, Tuhan memberikan kita pelajaran penting, bahwa takdir yang baik harus selalu diupayakan maksimal dengan kerja keras dan semangat yang tanpa kenal letih. Dan jangan lupa, sikap yang selalu rendah hati dan menjauhi sikap meremehkan orang lain.

Maju terus TIMNAS! Maju terus GARUDAku! Maju terus dengan penuh semangat karena piala AFF 2010 hanya bagian kecil dari mimpi yang ingin kita raih di pentas persepakbolaan dunia!

Advertisements

Comments»

1. herbalkalijati - December 28, 2010

Bagi saya, ulah media dan politisi negeri ini telah “membunuh” timnas kebanggaan kita!

Mengomentari kalimat di atas Menurutku ada yang kurang mas..Bukan hanya ulah media dan politisi..tapi juga Kyai yang mimpin istighosah tersebut..soalnya istghosah seperti itu biasanya tidak lepas dari tawasul via orang mati yang termasuk sarana menuju kesyirikan..cukuplah kita berdo’a secara sendiri2 karena hal ini lebih dekat kpda ikhlas…dan bukankah do’a sesama muslim tanpa sepengetahuan saudaranya itu mustajab?bukan do’a yang di ekspos dengan spanduk/baliho besar dan di liput oleh media…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: