jump to navigation

Menebak akhir KOALISI; Bukti Kemenangan Kaum LIBERAL? March 7, 2011

Posted by snhadi in Kursi Patah.
Tags:
trackback

Dalam sebuah kesempatan di akhir pertemuan Forum Renovasi Indonesia, seperti yang dilansir kompas, 7 Maret 2011, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat, Ulil Abshar Abdallah menyatakan, “PKS sebaiknya keluar dari koalisi partai pendukung pemerintah karena dinilai kurang memberi warna ideologi nasionalis dalam pemerintahan SBY. Sebagai gantinya Partai Gerindra akan diajak bergabung. Sementara PDIP ingin juga digandeng untuk menggantikan partai Golkar“.

Ulil, yang juga pentolan Jaringan Islam Liberal, yang selama ini dikenal mendukung pemikiran pluralisme (semua agama
adalah sama dan karenanya kebenaran setiap agama adalah relatif; oleh
sebab itu setiap pemeluk agama tidak boleh mengklaim bahwa hanya
agamanya saja yang benar, sebuah paham yang difatwakan Majelis Ulama Indonesia, “Sesat dan Menyesatkan“), juga menyatakan, “PKS mengganggu citra pemerintahan SBY yang seharusnya pro-nasionalisme dan prokebinekaan“.

Mendengar pernyataan salah satu tokoh politik dari Partai Demokrat ini, tentu kita bisa sedikit menebak dan meraba-raba akhir dari koalisi pemerintahan SBY saat ini, “PKS disingkirkan dan Golkar didepak, sementara PDIP dan Gerindra dirangkul mesra”. Dan bisa jadi suatu saat, “PPP, salah satu partai islam lainnya, juga akan disingkirkan!” (apalagi PPP juga dikenal partai yang “tegas” terhadap JIL dan kaum liberal lainnya).

Kalau komposisi baru koalisi tersebut benar-benar terjadi, mungkin ini menjadi salah satu indikator kemenangan kaum liberal yang dimotori JIL. Dan kita tidak bisa membayangkan seperti apa wajah Indonesia di masa mendatang.

Sebenarnya kalau kita cermati, benarkah apa yang diungkapkan Ulil bahwa partai berideologi Islam mengganggu citra SBY yang pro-nasionalisme dan prokebinekaan? Bagi saya, ini pemikiran yang keliru. Nasionalisme dan kebinekaan jangan dipandang dan didefinisikan secara sempit! Siapa bilang partai Islam tidak cinta nasionalisme dan kebinekaan? Adakah bukti kongkret bahwa partai-partai berideologi Islam tidak cinta Indonesia, tidak cinta perbedaan di negeri ini? saya 100% yakin jawabannya TIDAK ADA BUKTI! Justru partai Islam yang moderatlah yang membuat nasionalisme dan kebinekaan di Indonesia selama ini tetap tegak!

Sebagai rakyat, dan orang awam, saya tentu berharap SBY bisa berpikiran jernih dalam memilih partai koalisinya, agar citranya yang selama ini cukup baik tidak digerogoti oleh kaum oportunis.

Dan terlepas dari kemungkinan adanya konspirasi di balik penataulangan koalisi ini, rakyat sudah bosan dengan segala macam manuver partai politik yang saling jegal dan bagi-bagi kekuasaan di antara para partai oportunis. Rakyat sudah bosan dengan pemerintah yang cuma bisa mewacanakan dan meretorikakan sesuatu tanpa bisa mewujudkan janji-janji politiknya. Lihatlah antrian panjang truk di Merak yang telah merugikan banyak pihak hingga triliunan rupiah yang sampai saat ini belum terselesaikan, lihatlah kelangkaan premium di RIAU, belum lagi kisruh PSSI dan sejumlah kasus korupsi lainnya yang sampai saat ini belum banyak tersentuh.

Rujukan:

  1. Keputusan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor : 7/MUNAS VII/MUI/II/2005 Tentang PLURALISME, LIBERALISME DAN SEKULARISME AGAMA menyatakan bahwa paham Pluralisme, Islam Liberal, dan Sekularisasi BERTENTANGAN dengan ajaran agama Islam (SESAT)!
  2. KOMPAS, Edisi 7 Maret 2011, Halaman 4.

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: