jump to navigation

Saat Suatu Rezim Dijadikan Pembenar Membuat Teror! March 22, 2011

Posted by snhadi in Kursi Patah.
Tags:
trackback

Siapapun tahu, gejolak politik di Timur Tengah membuat banyak negara khawatir. Dan saya yakin, kekhawatiran ini bukan lantaran nasib apa yang akan menimpa negara-negara Timur Tengah yang sedang bergolak tersebut, tetapi lebih kepada kekhawatiran terhadap dampak politik dan ekonomi yang akan dirasakan negara-negara lain. Buktinya pasca memanasnya wilayah Timur Tengah, harga minya melambung tinggi.

Kekhawatiran dampak ekonomi akibat krisis Timur Tengah rupanya juga tengah melanda negara-negara Eropa dan Amerika. Resesi ekonomi beberapa waktu yang lalu saja belum mereda, apalagi jika sekarang ditambah dengan beban ekonomi yang bakal membengkak karena meroketnya harga minyak.

Jadi bagi saya amatlah wajar, jika negara Amerika Serikat, Perancis, Inggris, dan beberapa negara lainnya saling bekerja sama berusaha menggulingkan rezim penguasa, dan kali ini targetnya adalah Moammar Khadafi. Mengusung resolusi PBB sehingga terlahirlah zona larangan terbang di Libya, sampai serangan membabi-buta tentara sekutu ke jantung pertahanan penguasa Libya diyakini banyak pihak sebagai bagian dari skenario busuk negara-negara maju untuk mengamankan harga minyak. Apalagi kita mengetahui, cadangan minyak di Libya cukup besar, bahkan menjadi nomor ketiga di Afrika setelah Nigeria dan Angola. Belum lagi minyak Liby dikenal dengan jenis Light Sweet dengan kandungan sulfur yang rendah, yang sangat ideal diolah menjadi bensin dan solar.

Bagi kebanyakan penduduk dunia yang masih memiliki hati dan pikiran jernih, krisis Libya tidak seharusnya berakhir dengan penyerangan sekutu. Apalagi presiden Venezuela beberapa waktu yang lalu mempelopori usulan perdamaian di Libya. Serangan ini justru sangat kentara memiliki maksud terselubung meskipun diselimuti dalih menggulingkan pemerintah Libya yang diktator dan telah membunuhi banyak rakyatnya. Apa pihak sekutu yakin serangan ini tidak akan membunuh banyak warga sipil yang tidak berdosa? saya yakin tidak! Kalau sudah begini, apa bedanya negara-negara sekutu dengan pemimpin diktator Libya? Bahkan mungkin negara-negara sekutu ini jauh lebih buruk, karena kemunafikan yang mereka tunjukan.

Libya kini tengah berada diambang kehancuran seperti Irak yang sejak tahu 2003 dibumi-hanguskan Amerika Serikat dengan dalih adanya senjata kimia yang dimiliki pemerintahan Saddam Husein, padahal sampai saat ini berita itu tidak terbukti kebenarannya. Bahkan pihak AS sendiri mengakui alasan itu terbukti keliru!

Kini kita tinggal menunggu waktu saja, setelah Irak dan Libya, negara mana lagi yang akan menjadi sasaran kerakusan dan kebencian negara-negara barat. Mungkin Iran, atau bisa jadi INDONESIA! Dan saya berharap dan berdoa sebelum hal itu terjadi, AS dan negara-negara lain yang merasa dirinya POLISI dunia sehingga bisa seenaknya bertindak telah terlebih dahulu BINASA. Lihatlah JEPANG yang porak poranda akibat gempa dan stunami, lihatlah juga Australia yang dihancurkan oleh banjir. Apakah itu tidak cukup sebagai pelajaran? Kalau tidak, bisa jadi suatu saat Allah SWT akan memberikan ganjaran yang lebih pedih bagi negara-negara tersebut.

 

 

 

Advertisements

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: