jump to navigation

Saat Dikelilingi Orang-Orang Luar Biasa May 20, 2011

Posted by snhadi in Inspirasi Persahabatan.
Tags:
trackback

Gaya hidup adalah sebuah pilihan. Ada yang memilih menjalani hidup dengan bersahaja, ada pula yang memilih menikmati hidup dengan segala kemewahan yang dimiliki.

Pilihan gaya hidup bisa karena paksaan keadaan ataupun karena keikhlasan. Ada yang bergaya hidup sederhana karena memang tidak punya daya untuk bergaya hidup mewah. Adapula yang bergaya hidup mewah karena terdorong persaingan dengan gaya hidup sekelilingnya, meskipun sebenarnya secara pribadi tak mampu. Pada kondisi ini gengsi mengalahkan akal pikiran.

Dari semua itu yang paling menakjubkan adalah jika seseorang yang memilih hidup seperti orang kebanyakan, meskipun harta melimpah bisa saja mengantarkannya bergaya hidup glamour. Tetapi sayangnya menemukan orang-orang seperti ini sangat sulit.

Meskipun demikian, saya termasuk orang yang beruntung karena selalu dikelilingi manusia-manusia emas seperti ini. Seperti gaya hidup seorang Profesor Biokimia Lingkungan yang kini tinggal di Bogor. Meskipun segudang jabatan berada dalam genggamannya, seperti Dekan FMIPA sebuah universitas swasta di Bogor, Guru Besar di kampus IPB, ketua Yayasan (sekaligus pemilik) yang bergerak di bidang pendidikan sekolah kejuruan, dan staf ahli menteri lingkungan hidup, profesor lulusan Jepang dan juga beristrikan wanita Jepang ini, tetap tampil bersahaja. Kemana-mana selalu naik angkutan umum. Tak ada rasa risih sama sekali. Terima kasih pak untuk semua bimbingannya…

Begitupula seorang managing director (sekaligus pemilik) sebuah perusahaan food ingredient cukup terkenal di daerah Jakarta Utara, tetap tampil sederhana namun rapi. Tak ada yang menduga kalau sabuk yang dikenakan hanya berharga 40 ribu rupiah atau celana yang dipakainya banyak ditemukan di pedagang kaki lima pinggir jalan. Teruslah konsisten ya pak…

Atau seorang dosen sekaligus ketua Departemen Biokimia IPB, lulusan universitas di Australia, juga memangku jabatan peneliti senior di salah satu lembaga penelitian bertaraf internasional di bilangan Jakarta Pusat, tak pernah segan bergabung menaiki kereta api ekonomi non AC Jakarta-Bogor. Meski keringat bercucuran akibat rapatnya penumpang, tak ada kata mengeluh sama sekali dari mulutnya.

Dan masih banyak orang-orang yang lebih mementingkan kebersahajaan dalam menjalani hidup. Mereka mampu mengesampingkan gengsi yang seringkali membelenggu kita.

Sungguh saya sangat beruntung pernah mengenal mereka. Semoga semakin banyak figur seperti ini di tengah masyarakat Indonesia yang seakan kehilangan sosok panutan.

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: