jump to navigation

Pancasila yang Selalu Dikhianati! June 1, 2011

Posted by snhadi in Cermin Tergores.
trackback

Merebaknya isu Negara Islam Indonesia (NII) dan semakin karut marutnya kehidupan bangsa ini dianggap sebagian orang karena terpinggirkannya nilai-nilai pancasila. Padahal kalau mau jujur, bukan saat ini saja pancasila terpinggirkan, sejak masa orde lama yang notabene adalah pencetus lahirnya pancasila (1 Juni 1945),dan masa orde baru yang notabene penyokong pengaplikasian ajaran-ajaran P4 (pedoman penghayatan dan pengamalan pancasila) di setiap lini kehidupan, pancasila senantiasa “dikhianati”.

Orde lama dengan ide NASAKOM (nasional, agama, dan komunis) yang digagas Ir. Soekarno dianggap beberapa pihak sebagai bentuk “penyelewengan” terhadap pancasila.

Begitu pula order baru, hanya bisa melembagakan nilai-nilai pancasila tanpa bisa dimaknai untuk bisa diamalkan. Terbukti dengan tindakan KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme) yang begitu jauh mengakar di kehidupan bangsa ini, bahkan sampai saat ini tak pernah bisa dimusnahkan.

Begitu pula era reformasi, di mana kekebasan menjadi nafasnya, terlihat semua orang seakan punya hak melakukan sesuatu sesuai dengan keinginannya tanpa melihat apakah hal tersebut melanggar hak orang lain. Belum lagi kehidupan politik yang semakin kotor dan memuakkan.

Kalau sudah begini, yang salah itu pancasila-nya atau orang-orang yang seharusnya melaksanakannya? Benarkah pancasila masih sakti dan masih kuat melandasi kehidupan berbangsa kita atau justru semakin lemah seperti ideologi-ideologi buatan manusia lainnya? Bisakah pancasila menghentikan segala bentuk penghianatan-penghianatan kepadanya, atau justru nilai-nilainya semakin tergerus kemajuan peradaban? Masihkah pancasila relevan untuk bangsa ini, di mana kemerosotan moral memerlukan sistem ideologi yang tangguh untuk memperbaikinya, dan bagi sebagian orang ideologi tersebut bukan lagi buatan tangan-tangan manusia? Entahlah, hanya Tuhan yang Tahu karena hanya Dia-lah sejatinya pemilik hukum yang hakiki dan tak terkalahkan.

Untuk refleksi hari lahirnya Pancasila, 1 Juni 1945

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: