jump to navigation

Mencari Ujung Sebuah Pusaran July 5, 2011

Posted by snhadi in Senyuman Cinta.
trackback

Seringkali di setiap akhir sholat kita berdoa,”Ya Tuhan, ampuni dosa-dosa hamba. Berikanlah hamba petunjuk ke jalan lurus-Mu”, namun tak jarang belum lima menit kaki ini melangkah meninggalkan tempat sholat, sejuta pikiran akan dunia menghapus semua ingatan kita akan Tuhan! Saat itu Tuhan terpinggirkan dan kita kembali bergelut di pusaran setan kedurhakaan.

Sungguh sangat sulit menjadi orang yang konsisten berjalan di jalan yang lurus. Perasaan bangga terhadap “kesucian” diri, tak sadar seringkali menyusup ke sanubari dan melempar kita jauh dari jalan sebenarnya, dan tanpa kita sadari kita kembali menapaki lingkaran setan yang sangat nyata di mata Tuhan, tapi begitu semu di mata kita.

Sungguh sangat sulit menjaga keikhlasan, saat keikhlasan telah menjadi kebanggaan kita. Saat pujian orang menjadikan kita merasa telah menjadi orang yang paling ikhlas di bumi ini.

Sungguh sangat berat menerima kritikan orang lain, saat diri ini menyakini kebenaran selalu berpihak kepada kita.

Sungguh membutuhkan perjuangan yang besar menjadi orang yang sabar, saat kesabaran kita nilai memiliki batas yang bisa diukur secara matematis.

Yang paling mudah dari semua itu adalah kita kembali menjatuhkan diri ke pusaran setan, saat kenikmatan dunia bisa kita reguk tanpa peduli hari pembalasan. Saat kita mungkin merasa mampu menyuap malaikat penjaga pintu neraka, agar tak ada daftar kita di list manusia yang dijebloskan ke sana.

Namun sayangnya, kita adalah kita. Manusia yang tak akan bisa hidup seribu tahun seperti mimpi sang pujangga Chairil Anwar. Kita juga bukan binatang, yang terbebas dari perhitungan timbangan amal kebaikan dan keburukan di hari akhir. Kita hanya makhluk tanpa daya yang diberikan Tuhan dua jalan pilihan, jalan yang bebas kita tempuh dengan konsekuensi masing-masing, yaitu jalan kebaikan atau jalan keburukan.

Kita adalah kita yang harus terus berjuang keluar dari pusaran tipu daya setan, setiap detik atau menit saat kita ingat. Kita adalah manusia yang senantiasa bisa memilih menjadi teman setan atau musuh abadi setan.

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: