jump to navigation

Seandainya saya menjadi Anggota DPD RI December 18, 2011

Posted by snhadi in Uncategorized.
Tags:
trackback

Wakil menurut pengertian awam saya adalah pembantu. Pembantu menurut saya adalah orang yang senantiasa bersedia menjalani titah tuannya dengan penuh pengabdian. Jadi menurut saya, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) seharusnya merupakan kumpulan orang yang mau dengan senang hati membantu memperjuangkan keinginan rakyat daerah.

Untuk bisa menjadi pembantu yang baik, wakil daerah harus mengerti benar kondisi masyarakatnya, apa yang mereka butuhkan, dan bagaimana agar kebutuhan mereka bisa terwujud saat wakil tersebut sudah duduk di kursi dewan.

Saya yakin jalan menuju anggota dewan yang handal bukan proses yang instan, perlu waktu dan butuh kerja keras dan perjuangan yang tak kenal lelah. Makanya saya sangat miris jika ada wakil dewan terpilih bukan karena kerja nyatanya selama ini untuk rakyat di daerahnya melainkan karena kedekatannya dengan pihak-pihak berkuasa dan memiliki uang.

Karenanya Jika saya menjadi anggota DPD RI, satu hal yang pasti harus saya lakukan adalah mendatangi lagi rakyat yang memilih saya, lalu dihadapan mereka saya akan serius menandatangi perjanjian tertulis, jika saya tidak bisa mewujudkan apa yang mereka inginkan, tanpa perlu tekanan dari siapapun saya akan mundur dari jabatan saya. Saya juga akan menandatangani janji saya bahwa sedikitpun tidak akan melakukan tindakan yang melanggar hukum seperti KKN (korupsi kolusi dan nepotisme). Saya berharap dengan adanya janji tertulis saya, rakyat akan 100% percaya kepada saya karena kapanpun mereka bisa menagih janji tersebut, dan tentu saya tidak akan bisa menghindar karena sudah ada hitam di atas putihnya. 

Jika saya menjadi anggota DPD RI, langkah kedua yang akan saya lakukan adalah mendorong terjadinya pertemuan khusus anggota DPD RI untuk mendengarkan pemaparan setiap anggota. Dengan mendengarkan suara 132 orang anggota dewan yang tentu akan mengemukakan misi daerahnya masing-masing, kita bisa membuat skala prioritas perjuangan, bidang apa yang menjadi porsi utama yang harus didahulukan, dan di daerah mana bidang tersebut harus pertama diwujudkan. Ini penting agar di dalam menjalankan tugasnya anggota dewan tidak tercerai-berai dan bisa selalu bersatu. Dengan suara yang hanya 132 dibandingkan ratusan anggota DPR lainnya, sungguh sangat ironi jika anggota DPD RI sampai terpecah belah.

Jika saya menjadi anggota DPD RI, saya akan mendorong diprioritaskannya bidang pendidikan (umum maupun agama) dan ekonomi kerakyatan di atas bidang-bidang yang lain. Alasannya sederhana, pendidikan adalah investasi bangsa di masa depan. Hanya bangsa dengan pendidikan rakyat yang baik saja yang akan mampu kuat bersaing di kancah global. Rakyat kita di masa depan tidak akan cukup puas menjadi objek melainkan mampu menjadi subjek kemajuan. Bidang ekonomi rakyat penting karena di sinilah cikal bakal setiap permasalahan timbul. Perut yang lapar membuat orang bisa melakukan apa saja, termasuk kejahatan. Perut yang lapar juga bisa membuat kesehatan masyarakat menjadi terganggu. Gizi dan kesehatan rakyat yang buruk akan mendorong terlahirnya generasi yang bodoh. Generasi yang bodoh akan melahirkan pemimpin-pemimpin yang bodoh pula. Dan ujungnya kita akan semakin mudah dibodohi oleh negara-negara lain. 

Demikian sebuah rangkaian kata yang menjadi hal-hal prioritas yang seharusnya bisa dilakukan anggota DPD RI demi kesejahteraan, tidak hanya masyarakat daerah tetapi juga dalam lingkup nasional. 

 

 

 

 

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: