jump to navigation

Mari Menabung Emas! January 2, 2012

Posted by snhadi in Uncategorized.
Tags: , ,
trackback

Saya masih ingat dengan jelas sekitar 2 tahun yang lalu, harga semangkuk bubur ayam tidak jauh dari tempat saya bekerja 5000 rupiah. Kemudian setelah 2 tahun berlalu, ternyata uang 5000 rupiah sudah tidak bisa untuk membeli bubur ayam lagi. Harga semangkok bubur ayam sekarang 8000 rupiah. Itu baru bubur ayam belum kebutuhan pokok lainnya.

Sebenarnya kenapa hal tersebut bisa terjadi ya? apa lantaran harga barangnya yang naik atau nilai uang yang kita pegang sekarang yang justru turun? Usut punya usut, setelah saya mencari-cari info ke sana-kemari, saya berujung pada satu kesimpulan, “Bukan harga barangnya yang naik, tetapi nilai uang kita yang turun!”. Kemudian saya menemukan pada suatu fakta bahwa sebenarnya dari dulu hingga sekarang, harga barang kebutuhan manusia itu cenderung stabil, kalaupun naik tidak signifikan. Tetapi nilai uang yang digunakan oleh manusia yang cenderung fruktuatif dan semakin terjun bebas. Ini lantaran uang yang kita pakai (uang kertas) nilai intrinsiknya sebenarnya jauh lebih kecil dibanding dengan nilai nominal yang tertera. Karena biaya yang rendah untuk mencetak uang kertas ini membuat kapanpun pihak yang berwenang mampu mencetaknya jika dibutuhkan, dengan nilai nominal terserah kebijakan yang mencetak uang.

Untuk saat ini, nilai uang kertas dunia dikonversi ke nilai mata uang dollar Amerika Serikat (AS). AS yang notabene pencetak uang kertas dollar tentu menangguk untung besar. Dengan biaya cetak yang kecil, mereka bisa mencetak banyak dollar yang nilai nominalnya cukup besar sehingga mampu mengontrol harga-harga produk di pasaran. Negara-negara lain yang ingin membeli produk harus “wajib” mengikuti harga-harga yang telah ditetapkan oleh dollar AS. Jadilah mata uang negara-negara di dunia terpaksa bertekuk lutut di bawah dollar AS, yang berarti nilainya bisa turun kapanpun.

Sistem inilah yang membuat ekonomi dunia menjadi tidak menentu. Coba seandainya alat transaksi yang kita gunakan kembali kepada emas atau perak yang sejak dahulu sebenarnya telah digunakan orang-orang untuk bertransaksi, niscaya ekonomi dunia lebih kuat. Dengan alat tukar dalam bentuk emas, pihak yang memiliki otoritas pembuatan uang yang terbuat dari emas tentu tidak semena-mena mencetak dalam jumlah banyak karena keterbatasan sumber daya emas yang ada. Jadi otomatis uang emas yang beredar di pasaran jumlahnya sama dengan kemampuan sumber daya dari pihak pencetak uang emas. Sehingga nilai produk akan relatif stabil.

Salah satu produk emas yang digunakan dalam transaksi adalah dinar (emas) dan dirham (perak). Uang emas ini sudah digunakan sejak jaman dahulu dan semakin dipopulerkan saat masa kejayaan umat Islam sekitar 14 abad yang lalu. Uang emas ini terbukti tahan inflasi. Sebagai contoh, harga seekor kambing dari jaman Nabi Muhammad SAW sampai saat ini sekitar 1 dinar. Padahal kalau kita pakai perhitungan uang kertas (uang fiat), maka tentu nilai ini tidak berlaku.

Jadi bagi kita yang ingin mengamankan aset keuangan kita untuk masa depan, jangan simpan dalam bentuk tabungan karena nilainya cenderung turun akibat inflasi. Belikan saja tanah, bangunan, atau emas. Karena ketiganya selain mampu mengamankan aset anda, juga memiliki nilai yang terus naik dari tahun ke tahun. Bahkan khusus untuk emas, dalam 10 tahun terakhir kenaikannya bisa mencapai 360% lebih (lihat grafik di bawah ini). Artinya jika kita memulai menyimpan emas (dinar) saat ini yang harga 1 dinarnya berkisar 2,1 juta rupiah maka tahun 2022 nilainya akan melonjak menjadi sekitar 9,8 juta rupiah!

Grafik kenaikan nilai dinar (emas) dalam 10 tahun (Sumber: geraidinar.com)

Jadi ayo tunggu apa lagi, simpan aset Anda dalam bentuk emas murni atau koin dinar, niscaya Anda bakal bisa “mengamankan” masa depan Anda dan keluarga. Insya Alloh.

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: