jump to navigation

Back To Dinar/Dirham; Episode Kebangkitan Ekonomi Islam January 9, 2012

Posted by snhadi in Uncategorized.
Tags:
trackback

Terus terang kalau berbicara sistem ekonomi Islam, saya termasuk yang masih sangat awam dan perlu belajar banyak. Saya hanya sebatas memanfaatkannya saja, itu pun hanya dalam bentuk memulai migrasi tabungan dari bank konvensional (dengan sistem bunga/riba) ke bank syariah (dengan sistem bagi hasil/non-riba). Begitu pula ketika orang memperkenalkan saya kepada mata uang dinar.

Awalnya saya pikir dinar yang diperkenalkan sama seperti mata uang biasa (kertas/fiat) layaknya dinar Iraq. Tapi ternyata bukan itu melainkan mata uang emas dengan kemurnian 91,7% dan sedikit campuran perak 8,3% (kadar 22 karat) dengan berat 4,25 gram. Di Indonesia sendiri ada beberapa perusahaan yang telah memproduksi koin dinar seperti PT Aneka Tambang, tbk dan PERURI yang distributor utamanya adalah GERAI DINAR. Selain itu ada juga yang diproduksi oleh Islamic Mint Nusantara (IMN) yang didistribusikan di Indonesia oleh DINAR FIRST dan World Islamic Min (WIM) oleh WAKALA NUSANTARA.

Yang menarik adalah meskipun cita-cita ketiganya (gerai dinar, dinar first, dan wakala nusantara) sama, yaitu ingin kembali kepada kejayaan sistem ekonomi Islam dengan dinar dan dirham sebagai ujung tombak transaksi ekonominya, namun perbedaan pemahaman belum bisa menyatukan mereka. Dinar yang dibeli pada distributor yang satu, belum tentu bisa diterima oleh distributor yang lainnya. Padahal sejatinya, mata uang dinar berbeda dari mata uang kertas karena yang dinilai bukan siapa yang memproduksi dan bagaimana modelnya melainkan kadar emas yang ada di dalamnya sesuai dengan standard atau tidak!

Terlepas dari itu semua, usaha ketiga distributor dinar-dirham di Indonesia ini patut diapresiasi. Karena ketiganya masyarakat Indonesia mulai melek dinar yang sejatinya memang harus kembali digunakan karena lebih adil dan tahan inflasi dibanding mata uang kertas, yang nilainya semakin tergerus oleh waktu.

Dari ketiga distributor dinar di Indonesia, saya melihat gerai dinar memiliki jaringan paling luas di Indonesia. Mungkin selain karena dinar yang didistribusikan berasal dari perusahaan BUMN ternama dan berpengalaman dalam membuat logam mulia (emas batangan) dan koin dinar, gerai dinar juga memiliki strategi yang cukup menarik, yang memberikan kemudahan umat Islam dalam memiliki dinar (kita bisa membeli dinar dalam pecahan 0,1 dinar). Selain itu gerai dinar juga membangun sistem yang memungkinkan pembeli dinar menitipkan dinarnya kepada mereka tanpa harus mengeluarkan biaya penitipan (tidak seperti yang berlaku di bank atau pegadaian). Bahkan kita akan mendapatkan bagi hasil karena dinar yang kita titipkan oleh gerai dinar dikembangkan untuk pembiayaan ekonomi sektor riil. Hasil keuntungan dari pembiayaan sektor rill inilah yang kemudian dibagikan kepada para nasabahnya. Para pemilik dinar pun diberikan keleluasaan akses terhadap dinar yang dimilikinya baik secara offline melalui agen-agen gerai dinar maupun secara online melalui situs m-dinar.

Saya jadi membayangkan, mudah-mudahan suatu saat saya bisa belanja di mall tanpa harus membawa uang kertas atau fisik koin dinar, tetapi cukup dengan menyerahkan kartu dinar (Dinar Card) yang bisa digesek (layaknya kartu ATM saat ini) kapanpun dan di manapun juga. Saya juga berharap uang dinar dan dirham semakin bisa diterima oleh masyarakat Indonesia, tidak hanya yang beragama Islam melainkan juga non-muslim, sehingga semuanya dapat menerima manfaat yang sebesar-besarnya.

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: