jump to navigation

Menyumbang untuk Koruptor! March 9, 2012

Posted by snhadi in Kursi Patah.
Tags:
trackback

Saat mendapat kabar akan ada kenaikan gaji pasca cuti panjang untuk pendidikan, sebagai manusia biasa saya tentu menyambut dengan gembira. Walaupun saya tidak tahu, berapa persen angka kenaikannya tersebut. Tapi tidak mengapa, saya syukuri saja!

Kegembiraan saya menjadi kenyataan saat pihak manajemen memutuskan jadi menaikkan gaji saya. Mereka mengapresiasi saya karena sudah melewati masa cuti kuliah 2 tahun dan mendapatkan hasil yang sangat baik. Kembali, saya mensyukuri karunia dari Alloh ini.

Saat saya mendapat kabar, gaji pasca kenaikan sudah masuk rekening, saya mempersiapkan diri dengan segudang pos-pos pengeluaran yang sepertinya harus saya tunaikan. Saya membayangkan, saya mendapat utuh 100% angka kenaikan tersebut, kalaupun dipotong pajak dan jamsostek, paling kenaikannya tidak terlalu besar dan proporsional dengan kenaikan gaji yang saya peroleh.

Tetapi saya keliru, potongan pajak yang saya terima ternyata cukup signifikan. Bahkan hampir 3x lipat pengeluaran per bulan saya untuk sewa kamar. Hal ini beberapa saat membuat saya tercengang, “Wah lumayan besar juga ya ‘sumbangan’ saya untuk negara”! Itu baru pajak dari penghasilan, belum “kutipan-kutipan” lain ketika saya belanja ke supermarket, beli baju di mall, atau makan di foodcourt. Semakin besar saja sumbangan saya untuk negara. Tetapi saya mencoba mengikhlaskan saja. Anggap saja itu bukan rejeki saya, tetapi rejeki buat negara.

Tetapi kemudian saat saya mendengar dan melihat, tidak sedikit pajak-pajak yang disetorkan oleh wajib pajak diselewengkan oleh oknum penyelenggara negara sehingga fungsi utama pajak untuk membangun negara menjadi tersendat, bahkan mungkin terabaikan, keikhlasan saya mendapatkan batu ujian yang sesungguhnya. Bayangkan, saya yang bekerja mati-matian untuk mendapatkan penghasilan yang halal, lalu negara meminta saya untuk menyumbang, dengan ikhlas saya berikan, tetapi kemudian ternyata uang tersebut ujung-ujungnya diselewengkan dan dinikmati oknum nakal penyelenggara negara, apa tidak sakit hati….?

Kalau boleh memilih, uang buat pajak, mending saya kasih saja sebagai bentuk infak dan sedekah kepada fakir miskin yang jelas-jelas membutuhkan, tentu ada banyak pihak yang akan diuntungkan. Saya insya alloh akan memperoleh pahala, lalu si fakir miskin juga insya alloh bisa meningkat taraf hidupnya, dan juga negara tidak perlu lagi mengingkari aturan Undang Undang Dasar yang bunyinya “Fakir miskin dan orang terlantar dipelihara oleh negara”. Tetapi ya sudahlah, sebagai rakyat saya hanya bisa bersabar sambil berdoa, semoga para penyeleweng uang pajak itu segera menyadari kekeliruannya, sebelum terlambat. Karena jika terlambat, jeruji besi yang disiapkan KPK bisa saja akan dinikmati, belum lagi siksaan Alloh di akhirat nanti. Kalau sudah berpikir begini, hati ini kembali plong dan lega, mengikhlaskan diri karena Alloh Maha Tahu apa yang terbaik untuk hamba-hamba-Nya.

NB: Ayo dukung Gerakan Indonesia Miskinkan Para Koruptor!

Comments»

1. gatot ts - March 9, 2012

Biar adil, pajak penghasilan tarifnya progresif, Semakin besar penghasilan semakin besa pajaknya.

“Tetapi kemudian saat saya mendengar dan melihat, tidak sedikit pajak-pajak yang disetorkan oleh wajib pajak diselewengkan oleh oknum petugas pajak”

Statement di atas ngawur, pajak disetor ke kas negara lewat bank, kantor pelayanan pajak cuma nerima laporan penghitungan & bukti setor. Uang yg sdh masuk ke kas negara baru bisa keluar setelah diproses di kantor pelayanan perbendaharaan negara.

snhadi - March 10, 2012

Terima kasih pak gatot untuk koreksinya. Tulisan sudah saya perbaiki.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: