jump to navigation

Menjadi MAKELAR Sedekah June 4, 2012

Posted by snhadi in Uncategorized.
Tags:
trackback

Di berbagai kesempatan, media-media seringkali mengangkat tema tentang kegigihan seseorang atau sekelompok orang berbuat sesuatu yang bernilai bagi sekelilingnya. Ada yang membangun tempat penampungan dan rehabilitasi bagi orang kurang ingatan (gila), ada yang membuat komunitas belajar bagi masyarakat kurang mampu, ada yang mendirikan yayasan pendidikan bagi kaum pinggiran, ada yang membangun rumah singgah bagi anak jalanan, ada yang berjuang memberdayakan kalangan cacat agar tidak hanya bisa pasrah terhadap nasib tetapi juga mampu menghasilkan karya, dan lain sebagainya.

Rata-rata orang-orang hebat ini memulai langkahnya dari melihat keadaan sekitarnya, lalu tergerak menjadi bagian dari solusi. Tidak seperti sebagian dari kita yang kadang hanya bergumam dengan sejuta kritikan tanpa solusi yang ujung-ujungnya saling menyalahkan.

Bagi kita yang super sibuk dengan pekerjaan kantor yang seringkali memaksa kita pulang sampai larut malam, dan berangkat kembali sebelum matahari terbit, tentu sangat sulit untuk bisa ikut terjun langsung dalam kegiatan-kegiatan sosial seperti orang-orang hebat yang saya sebutkan di atas. 

Tetapi jangan khawatir, Alloh memang telah membuat segala sesuatu di dunia ini penuh keseimbangan. Kita bisa melakukan hal-hal hebat tanpa harus terjun langsung 100%. Bagi kita yang dianugerahi Tuhan harta berlimpah, partisipasi bisa dilakukan dengan ikut beraksi mendonasikan sebagian harta kita kepada sahabat-sahabat kita yang memiliki concern terjun langsung di dunia sosial (jangan khawatir, kita tidak akan jatuh miskin karena memberikan sebagian harta kita kepada orang-orang yang berhak, justru insya alloh akan semakin berlipat).

Nah lalu bagaimana dengan kita yang waktu luang tidak punya, uang berlimpah pun hanya kadang-kadang saja datangnya. Apa kita cukup puas hanya sebagai penonton? Mudah-mudahan sih tidak ya…Saya teringat sebuah kisah seseorang yang berprofesi sebagai OB (Office Boy) di sebuah rumah sakit. Hati kecilnya ingin sekali membantu sodara-sodaranya yang kekurangan. Tapi apa daya, sebagian besar waktunya dihabiskan di rumah sakit. Sementara uang gajian hanya cukup untuk membiaya kehidupan sehari-harinya saja. Tapi orang ini rupanya tidak kehilangan akal. Dia tetap ingin ikut terlibat langsung dalam kegiatan sosial. Al hasil dia menjelma sebagai MAKELAR sedekah.

Meski hanya bisa menjadi MAKELAR sedekah alias orang yang mengompor-kompori (mengajak) orang lain untuk bersedekah, dia cukup senang. Meski awalnya banyak mendapat cibiran dari rekan-rekannya di rumah sakit, tapi dengan kekonsistenannya di bidang MAKELAR sedekah, lambat laun teman-temannya ikut juga terpengaruhi. Bahkan akhirnya justru banyak dari teman-temannya memberikan dia kepercayaan untuk menyalurkan uang sedekah dari gaji bulanan para karyawan kepada pihak yang berhak mengelolanya (Kalau tidak salah saat itu disalurkan ke PPPA Darul Quran).

Meski hanya berprofesi sebagai MAKELAR sedekah, ternyata Alloh membalas usahanya ini. Ia mendapatkan imbalan yang tidak disangka-sangka, yaitu diberi kesempatan melanjutkan pendidikan ke universitas secara gratis (mendapat beasiswa dari pimpinan rumah sakit). 

Jadi, ayo tunggu apa lagi, mari kita beraksi…Jangan hanya mau jadi penonton!  

 

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: