jump to navigation

JAKARTA Mencari PEMIMPIN July 7, 2012

Posted by snhadi in Senyuman Cinta.
Tags:
trackback

11 Juli 2012 tinggal menghitung hari…Jakarta akan memilih pemimpinnya yg baru. Dalam acara tadi malam di Metro TV, dua pasangan tidak hadir (No. 1 yg merasa sudah terkenal & No. 3 yg entah sedang disibukkan dg apa). Dalam acara tersebut, masyarakat bisa berdialog secara langsung dengan Cagub No. 2, 4, 5, dan 6.

Pilkada di Jakarta memang UNIK, jumlah pasangan cagub/cawagub yg banyak membuat penduduk JAKARTA memiliki lebih byk pilihan. Namun tentu, hal ini menjadi sebuah ancaman tersendiri jika sampai SALAH PILIH.

Kalau orang lain lebih byk menyoroti kebaikan2 para cagub/cawagub, saya lebih memilih sisi sebaliknya. Tanpa bermaksud memojokkan atau mengunggulkan salah satu pasangan calon, warga JAKARTA wajib mengetahui SIAPA sebenarnya CALON PILIHANNYA.

Mari kita bedah satu per satu:

A. Calon No. 1. Pasangan ini mengklaim telah berbuat banyak untuk Jakarta. Padahal resep “sang ahli” ini menurut sejumlah orang terbukti belum bisa mengatasi masalah klasik JAKARTA: kemacetan, kekumuhan dan kesemrawutan, sampah, banjir, aksi premanisme, karut-marut sistem transportasi, dll. Jiwa kepemimpinan yg kurang kuat dan cenderung lamban, diduga menjadi titik lemah dari “sang ahli” untuk maju lagi ke pilkada sekarang. Belum lagi adanya laporan dari mantan cawagubnya terdahulu, yg harus mundur karena merasa tidak sejalan, tentang dugaan penyalahgunaan wewenang dan praktik korupsi membuat pasangan No. 1 harus berbuat ekstra keras jika ingin kembali memimpin JAKARTA. Belum lagi ada dugaan mobilisasi perangkat pemerintah untuk memilihnya (setidaknya itu yg diungkap pasangan No. 5 saat acara dialog calon di Metro TV), membuat kita bertanya2, bisakah pilkada di Jakarta berlangsung JUJUR dan ADIL?

B. Calon No. 2. Dengan semboyan “JAKARTA JANGAN BERKUMIS (Berantakan, Kumuh, dan Miskin), pasangan independen ini maju dalam pilkada Jakarta kali ini. Namun sayangnya ada contoh kecil masalah leadership yg seharusnya diperbaiki calon yang satu ini, “JANGAN TERLALU BANYAK MENYALAHKAN ORANG LAIN”. Karena seorang pemimpin daerah sekelas JAKARTA tentunya tidak bisa menjadi kuat hanya dari mencari-cari kesalahan orang lain. Calon pemimpin JAKARTA harus mampu menjadi panutan masyarakatnya. Terus, kalau kampanye jangan sampai datang terlambat lagi ya pak…kasian waktu itu warga miskin yang bapak janjikan akan mendapatkan pengobatan gratis harus menunggu berjam-jam! Kalau baru berkampanye saja sudah datang terlambat mengunjungi warga miskin, apalagi nanti kalau sudah jadi pemimpin?

C. Calon No. 3. Pasangan gado-gado ini turut meramaikan pilkada JAKARTA. Yang satu dari SOLO, yg satunya lagi dari BANGKA. Dalam debat beberapa waktu lalu di KPU, tampak bahwa kedua calon ini kurang benar-benar menguasai seluk-beluk JAKARTA. Hanya dengan bermodalkan “keberhasilan” di daerah, pasangan ini berani mengumbar janji bahwa hal yang sama akan mampu dilakukan di JAKARTA. Namun yg patut disayangkan, cawagub No. 3 ini sering melakukan BLUNDER (yang saya menyakini ini keluar dari buah pemikirannya bukan lahir spontan) seperti “Ayat-ayat KONSTITUSI lebih wajib diikuti dibanding Ayat-ayat SUCI”. Tentu ini menyakiti hati umat beragama. Masa ayat-ayat suci yg datang dari TUHAN harus kalah dibanding ayat-ayat konstitusi yg lahir dari buah pikiran manusia?? Belum lagi pasangan ini diduga didukung kalangan PREMAN (terlihat dengan kehadiran salah satu pentolan PREMAN di kampanye pasangan No. 3). Ini tentu miris, karena aksi tolak PREMANISME menjadi isu penting dalam menciptakan JAKARTA yang lebih aman & nyaman. Bisa jadi kalau pasangan ini terpilih, JAKARTA semakin dikuasai PREMAN.

D. Calon No. 4. Pasangan cagub/cawagub ini menjadi fenomena tersendiri bagi pilkada JAKARTA tahun ini. Dengan background mantan ketua MPR dan ulama yang sering muncul di acara TV swasta, cagub yg satu ini diminta turun gunung oleh pendukungnya. Dengan moto “Ayo Beresin JAKARTA”, cagub ini menggandeng pakar ekonomi sebagai cawagubnya – sebuah kombinasi yang cukup baik. Meskipun memiliki track record yg cukup baik, namun yg masih menjadi sebuah pertanyaan bagi penduduk JAKARTA, kira-kira dengan backgroud ulama yg terkenal lembut, apakah bang DAYAT mampu berlaku tegas dan tanpa kompromi, serta tidak lamban dalam mengatasi karut-marut permasalah di JAKARTA? Memang penting seorang pemimpin itu hidup SEDERHANA, BERSIH DARI KORUPSI, BERAKHLAK BAIK DAN PAHAM AGAMA, tetapi tentu harus juga dilengkapi dengan STRONG LEADERSHIP!

E. Calon No. 5. Satu lagi pasangan independen yg dimiliki Jakarta saat ini. Mengandeng anak dari seorang tokoh BETAWI, pasangan ini bermimpi akan menjadikan JAKARTA lebih baik dari saat ini. Namun yg menjadi titik lemah dari pasangan ini adalah ketokohan keduanya dirasa masih di bawah “ketenaran” dari tokoh cagub/cawagub lainnya. Belum lagi faktor pasangan independen, yang tentunya akan menjadi tantangan yg serius jika sampai pasangan ini terpilih. Bagaimana mereka nanti mampu menyakinkan anggota DPRD Jakarta (yg terdiri atas para politisi partai) untuk selalu mendukung upaya mereka menjadikan Jakarta seperti yg mereka impikan.

F. Calon No. 6. Satu lagi pasangan urban dari daerah, yang mencoba peruntungan di pilkada JAKARTA. Mengusung keberhasilan program-program di daerahnya, mereka berusaha menarik penduduk Jakarta untuk mendukung mereka pada pilkada tahun ini. Namun sayangnya, pasangan ini terkesan juga sering mencari-cari kelemahan pasangan yang lainnya dalam berkampanye. Kalau mereka percaya bahwa program-program yg diusung sangat baik untuk JAKARTA, tentu tidak perlu bagi mereka harus mencari-cari kesalahan2 pasangan lain dan mengumbarnya di ranah publik. Selain itu ICW mensinyalir pasangan ini tidak luput dari tindakan kurang jujur (ICW menemukan bukti berupa tanda terima, foto, dan video tentang dugaan praktik money politik yg dilakukan pasangan ini/tim suksesnya di posko pemenangan mereka). Sungguh miris, belum dipilih saja sudah melakukan praktik kurang baik, apalagi nanti kalau sudah terpilih??

Nah setelah semua dibuka, kira-kira pasangan No. berapa yg dipilih? Kalau bagi saya terserah saja, tapi sebisa mungkin cari pasangannya yg sedikit melakukan praktik kesalahan ya…Jauh2 dari pasangan yg SEKULER, diduga didukung kalangan PREMAN, Melakukan tindakan MONEY Politic, Sering menjelek2an orang lain….

Selamat memilih…

Advertisements

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: