jump to navigation

Ternyata Kita Bersaudara… May 7, 2013

Posted by snhadi in Inspirasi Persahabatan.
trackback

love-merah-putihKemarin sewaktu hendak sholat Ashar di masjid kampus, tiba-tiba ada suara dari belakang memanggil. Setelah menoleh, ternyata suara itu berasal dari ibu kepala tata usaha Faperta Unsoed. Sejenak saya masih terpaku mencerna apa yang beliau ucapkan. Bukan karena nggak nyambung tetapi karena masih bertanya-tanya kok bisa ibu tersebut menyebut nama sesorang yang saya kenal (ayah mertua) dengan panggilan mas? Apa saya gak salah dengar?

Setelah dijelaskan, ternyata beliau masih punya tali kerabat dengan adik sepupu ayah mertua. Selepas sholat, obrolan kami berlanjut. Namun tidak lagi berdua melainkan ada seorang dosen lagi yang ikut nimbrung (dosen cukup senior di sana). Ternyata pak dosen itu pun punya kekerabatan dengan saudara sepupu ayah mertua saya yang ada di Purwokerto. Bingung? Jangan kuatir saya juga sampai sekarang masih bingung merunutnya.

Tapi sudahlah lupakan kebingungan itu. Karena bisa jadi tanpa kita sadari, saya dan Anda itu bersaudara (tidak hanya saudara satu suku atau daerah melainkan bertalian darah).

Dulu orang tua kita sering mengajak kita ikut dalam acara rutin yang sering diadakan oleh keluarga besar. Namun semakin bertambahnya usia, kita semakin malas mengikutinya. Jangankan anak yang usianya sudah dewasa yang semakin disibukkan dengan urusan pribadi masing-masing, anak-anak remaja juga mulai jarang ikut dalam acara keluarga seperti ini. Entah apa yang salah, padahal saat tersebut adalah waktu yang tepat untuk saling mengenalkan anggota keluarga masing-masing.

Semakin jarangnya keluarga besar bertemu ditambah semakin panjangnya silsilah kekeluargaan membuat kita seringkali tidak kenal dengan orang yang kalau dirunut mungkin punya hubungan darah dengan kita. Jadinya hubungan interaksi yang melandasi hanya hubungan sosial kemasyarakatan dan profesi saja. Padahal jika ditambah ada rasa memiliki hubungan pertalian darah, dijamin hubungan yang terjadi akan semakin kuat dan erat.

Jika hubungan yang terjalin semakin kuat dan erat, yakinlah tidak akan ada lagi atau minimal bisa dikurangi timbulnya sengketa lantaran masalah sepele apalagi sampai mengorbankan nyawa. Tidak ada lagi orang yang selalu berusaha menanamkan kebencian dan teror. Tidak ada lagi orang yang mau menang sendiri untuk mencapai tujuan. Tidak ada lagi orang yang memfitnah dan membuat citra buruk untuk saudaranya. Semua orang akan merasa sungkan kalau sampai menyakiti hati saudaranya, karena saking hormat dan sayangnya.

Sekali lagi, bisa jadi saya dan Anda bersaudara!

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: