jump to navigation

Diam Berarti Mati, Maka Terus Bergeraklah…! May 30, 2013

Posted by snhadi in Senyuman Cinta.
Tags: ,
trackback

Pelatihan Teknik Dasar Bioteknologi copy

Pertama kali menjejakkan kaki di kampus Universitas Jenderal Soedirman, sejujurnya saya belum tahu, apakah saya bisa berkontribusi optimal atau sekedarnya saja (datang, duduk, mengajar, lalu pulang).

Apalagi mendengar beragam cerita dan pengalaman, biasanya di bulan-bulan awal masuk kampus, tidak banyak hal yang bisa kita lakukan, istilah kasarnya seolah-olah kita makan gaji buta. Mau mengajar, semester sudah berjalan, terpaksa menunggu semester depan. Mau meneliti, NIDN (nomor induk dosen nasional) belum keluar, terpaksa menyimpan rapat rencana proposal di dalam laptop kesayangan. Jadi mau apalagi coba? Kalau terbawa suasana, bisa-bisa saya benar-benar makan gaji buta (hal ini mungkin tidak berlaku untuk para dosen muda yang awalnya staf honorer di kampus).

Tetapi beruntung, selama delapan tahun saya digembleng di dunia swasta. Atmosfir kerja yang tinggi dengan target yang kadang tidak masuk akal serta ritme kerja yang bernafas lega sejenak pun seolah tak sempat, membuat saya malu kalau sampai saya hanya duduk diam di ruangan, sembari menikmati cahaya matahari pagi dari balik jendela atau sekedar ngobrol ke sana-kemari menceritakan “kegilaan” saya yang mau-maunya meninggalkan hidup mapan di dunia swasta hanya demi sebuah idealisme, berbagi pengalaman dan ilmu di kampus nun jauh dari hiruk pikuk kehidupan kota besar yang sebelumnya saya rasakan.

Beruntung pula saya di kelilingi para dosen senior, yang tak henti-hentinya memberikan motivasi dan mengajak saya ikut berkontribusi, walaupun mungkin beliau-beliau belum mengenal begitu dalam tentang kapasitas dan kemampuan saya. Dengan sorot mata penuh kepercayaan, mereka tak segan mengajak saya berdiskusi dan ingin mendengarkan masukan saya tentang bahan kuliah yang mereka ajarkan ke mahasiwa. Padahal saya 100% yakin, mereka jauh lebih pengalaman dan baik dalam menyusun materi kuliah. Saya angkat topi, mereka tak pernah sedikit pun menganggap remeh dosen muda meskipun dari semua sisi mereka jauh lebih unggul dibanding dosen-dosen muda, apalagi jika dibandingkan dengan saya yang baru dua bulan menginjakkan kaki di dunia kampus.

Beberapa dosen tak pernah bosan memotivasi saya agar mulai membuat proposal penelitian. Tidak penting usul penelitian itu akan diajukan tahun ini atau tidak atau berhasil mendapat dana atau justru ditolak, yang terpenting kita sudah berusaha berlatih membuatnya. Bahkan ada dosen yang sudah mulai mengajak saya menjadi anggota dalam tim penelitiannya, namun sayang sistem masih menolaknya karena NIDN saya belum ada (ternyata NIP saja tidak cukup).

Beberapa dosen lainnya tanpa saya duga mengajak saya dalam sebuah kepanitiaan. Padahal kepanitiaan yang terakhir saya pernah ikuti sudah beberapa tahun yang lalu. Itu pun dalam lingkup kecil masyarakat. Tidak tanggung-tanggung mereka meminta saya jadi sekretaris, padahal masih banyak deretan anggota tim lainnya yang bahkan memiliki gelar keilmuan lebih dari saya, dan jauh lebih senior. Mereka juga meminta saya berkontribusi membuat tulisan untuk modul pelatihan yang akan kami selenggarakan. Bahkan mereka meminta saya ikut menjadi salah satu trainer berbekal kepercayaan bahwa saya sudah sangat familiar dan pengalaman dengan topik yang akan diajarkan. Hal ini istimewa bagi saya. Diberikan kesempatan ketika banyak orang yang mungkin berebut mendapatkan kesempatan yang sama. Dengan mudah diberikan kepercayaan ketika banyak orang mungkin menganggap kepercayaan yang disematkan itu menjadi barang langka.

Leaflet Pelatihan Biotek UNSOED 2013

Kepercayaan yang telah diberikan tentu tak patut kalau disia-siakan dan tak pantas kalau disepelekan. Dianggap baik bukan perkara yang penting bagi saya, justru berusaha melakukan yang terbaik untu menjawab kepercayaan yang telah diberikan menjadi perkara yang super penting. Semoga saya bisa terus berkontribusi nyata, saat ini dan esok untuk kampus tercinta. Tetap semangat berjuang di garis depan demi sebuah idealisme dan cita-cita.

Advertisements

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: