jump to navigation

Kenaikan BBM, Sebuah Solusi Basi June 17, 2013

Posted by snhadi in Kursi Patah.
Tags:
trackback
Sumber: hminews.com

Sumber: hminews.com

Saat rakyat sedang bersiap-siap menghadapi bulan suci Ramadhan – yang biasanya ditandai dengan merangkak naiknya harga-harga kebutuhan pokok sampai puncaknya saat Idul Fitri, pemerintah justru memberi pil pahit, dalam hitungan hari harga bahan bakar minyak (BBM) akan naik!

Rencana kenaikan harga premium sebesar 44% (dari Rp 4500 menjadi Rp 6500) dan solar 22% (dari Rp 4500 menjadi Rp 5500) menjadi pukulan telak bagi jutaan rakyat di republik ini. BBM tidak naik saja, harga sembako secara umum akan naik menjelang puasa dan Idul Fitri. Apalagi kalau BBM jadi naik!

Sampai saat ini saya selalu tidak habis pikir, kenapa pembuat kebijakan negeri ini masih saja memilih opsi menaikan harga BBM, solusi yang menurut saya basi. Saat harga minyak dunia naik, pemerintah kita memilih menaikkan harga BBM, begitu pula ketika subsidi BBM dianggap membebani APBN, serta merta opsi kenaikan BBM menjadi pilihan. Apa tidak ada opsi terintegrasi yang memang mampu mengatasi masalah dari akarnya? Masa dari pemerintah satu ke pemerintah lainnya, kenaikan BBM selalu saja menjadi pilihannya. Apa tidak ada pilihan lain yang lebih cerdas atau jangan-jangan pilihan ini memang sudah paling cerdas dari para pembuat kebijakan dengan gelar pendidikan berderet itu?

Tapi saya salut, para penguasa selalu punya waktu yang tepat untuk merealisasikan sebuah kebijakan yang tidak populis seperti rencana kenaikan BBM ini. Kali ini entah disengaja atau tidak, rencana kenaikan BBM digelontorkan saat menjelang bulan suci Ramadhan. Saat puasa biasanya memang sebagian rakyat kita yang mayoritas muslim tentu dengan lapang dada akan menerima opsi tersebut. Kalau menolak dan marah apalagi sampai berbuat huru-hara, bisa-bisa batal pahala puasanya! Jadi dijamin tidak akan ada pergolakkan yang cukup berarti.

Kembali kepada hitung-hitungan sederhana saya sebagai rakyat. Dengan kenaikan harga BBM, tentu akan ada kenaikan pula pengeluaran dalam setiap keluarga . Karena biasanya kenaikan BBM akan diikuti kenaikan bahan pokok (~20%), transportasi (~20%), dan kebutuhan yang lainnya. Hitung-hitungan sederhana saya disajikan pada tabel berikut:

PASCA BBM

Dari tabel yang saya buat, saat BBM belum naik, rakyat dengan penghasilan standard UMR DKI Jakarta masih cukup bernafas lega. Minimal setiap bulan mereka bisa menabung untuk masa depan sebesar 10% dari total penghasilan, dengan catatan program pensiun dan asuransi telah di-cover dari tempat kerja. Namun saat harga BBM naik, yang diikuti naiknya harga kebutuhan lainnya, secara otomatis akan ada kenaikan pengeluaran. Rakyat yang tadinya bisa menabung kini justru mengalami defisit pendapatan sekitar 137 ribu rupiah atau >6% dari penghasilan! Menjadi sangat wajar jika kemudian ada yang menganalisis, kenaikan ini akan meningkatkan jumlah penduduk miskin 1,5% atau menurunkan daya beli masyarakat >7%.

Pemerintah berdalih, kenaikan harga BBM tidak akan terlalu berpengaruh nyata bagi rakyat miskin karena adanya program BLSM (sering dipelesetkan menjadi BALSAM). Pemerintah bersikukuh akan menjalankan program BALSAM ini. Meskipun sebagian orang mempertanyakan sumber dana BALSAM (ada yang menduga dari hasil hutang!), bahkan sebagian pengamat mencurigai BALSAM menjadi “suap” mujarab menjelang pemilu 2014! Parpol yang ikut andil dalam pemberian BALSAM akan dengan mudah tenar di mata rakyat miskin yang jumlahnya mencapai puluhan juta!

Sekali lagi sebagai rakyat, saya berharap kenaikan BBM tidak sampai menambah miskin rakyat yang memang sudah miskin. Menambah menderita rakyat yang memang hidupnya seringkali terbiasa dengan penderitaan. Menambah beban rakyat yang sudah banyak terbebani bermacam masalah. Sembari saya terus berharap suatu saat pemerintah mempunyai kebijakan yang cukup berani dalam masalah energi, meski mungkin tidak sefrontal Venezuela yang menasionalisasi perusahaan asing di negerinya. Selain tentu kebijakan tersebut harus bisa memperbaiki nasib bangsa dalam jangka panjang.

Advertisements

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: