jump to navigation

Untuk Mereka yang Tak Pernah Lelah Berkarya Hingga Senja July 21, 2013

Posted by snhadi in Inspirasi Persahabatan.
Tags: , , ,
trackback

IMG01047Dalam setiap sudut kota yang pernah saya singgahi, seringkali terdapat hal-hal sederhana namun membawa kesan yang mendalam.

Jika kita melihat orang-orang muda dengan gigih berjuang menjemput rejeki, mungkin kita akan berkata, “Itu memang sudah sewajarnya!”. Memang pemandangan yang biasa dan lumrah. Yang tidak biasa justru orang-orang muda yang malas bekerja keras. Hanya mau bekerja jika upahnya besar atau yang mau bekerja hanya pada pekerjaan tertentu yang dianggap enak sementara jika pekerjaan itu tidak didapat, lebih memilih menghabiskan waktu melamun sambil menyeruput kopi hitam dan menghisap belasan batang rokok. Beberapa orang muda ini lebih nyaman mengisi perut anak isterinya dengan sepiring gengsi! Atau orang-orang muda yang tak peduli pekerjaan yang dilakukannya halal atau tidak, pantas atau tidak, atau akan menurunkan harkat martabatnya atau tidak, yang penting pekerjaan itu mudah dilakukan dan mendapatkan keuntungan yang besar.

Namun jika kita melihat pemandangan sosok tua renta, rambut yang beruban, badan yang ringkih dan bungkuk, serta tenaga yang tinggal sisa-sisa, masih dengan semangat menjemput rejeki, apa yang ada dalam benak kita?

Jl. Soeparno Purwokerto 16 Jul 13 (1)

Suatu ketika saya dan isteri bertemu dengan ibu-ibu (lebih tepatnya nenek-nenek), yang berjualan jeruk dan salak di depan stasiun Kejaksan Cirebon. Jika dilihat, buah-buahan yang dijualnya cukup menggoda, segar dan nampaknya manis, namun ternyata tak banyak calon penumpang kereta yang melirik untuk membelinya. Alhasil, meskipun matahari siang sudah mulai tergelincir ke barat, barang dagangan nenek ini masih tetap saja bersisa banyak. Namun demikian sang nenek tetap dengan setia menuggu barang dagangannya sembari berharap ada satu dua orang yang akan membelinya, syukur-syukur semua jeruk dan salaknya habis tak bersisa. Kontras dengan perilaku sang nenek yang meski di usia senja tetap bertahan menjemput rejeki, persis di sampingnya, ada seorang ibu yang saya yakin jauh lebih muda, dengan tanpa rasa malu lebih memilih menengadahkan tangan meminta-minta.

Di sudut kota Yogyakarta, pemandangan perempuan-perempuan senja yang tetap gigih berkarya juga seringkali saya temukan. Dengan pakaian tradisional khasnya (kebaya dan kain bawahan batik dan selendang), para ibu renta ini tak pernah mencoba beristirahat dari berburu rejeki. Meski seringkali apa yang mereka jual tak dilirik pembeli, mereka terlihat tetap bersemangat. Pemandangan yang sama juga saya jumpai di kota mendoan, Purwokerto. Wanita-wanita perkasa yang tak pernah lelah berkarya meski hingga usia senja.

IMG01046

Terlepas dari faktor apa yang melatarbelakangi wanita-wanita renta perkasa ini tetap bekerja di usia tuanya, sebagai orang yang tergolong muda, semua ini membawa pelajaran berharga, “Berkarya tidak memandang batas usia” dan “Sekecil apapun karya kita, niat yang lurus Insya alloh akan mengantarkan kepada pahala dari yang kuasa”. Semoga Alloh SWT senantiasa menjaga para wanita perkasa ini dalam kebaikan di sisa usianya. Aamiin.

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: