jump to navigation

Aksi Kelulusan Pelajar; Generasi Penerus Bangsa? May 22, 2014

Posted by snhadi in Kursi Patah.
Tags: ,
trackback

Konvoi Kelulusan (Suara Merdeka)

Pengumuman kelulusan tingkat sekolah menengah atas (SMA) setiap tahun selalu dilakukan. Setiap tahun pula beragam aktivitas dilakukan para pelajar SMA di negeri ini dalam menyambut kelulusannya. Sebagian masih merayakan kelulusan dengan cara hura-hura, konvoi, dan corat-coretan baju sekolah. Sebagian lagi memilih jalan lain seperti melakukan sujud syukur berjamaah atau mengadakan aksi sosial seperti membagi-bagikan nasi bungkus kepada masyarakat di sekitar.

Sujud Syukur Kelulusan

Sujud Syukur Kelulusan (Suara Merdeka)

Pertanyaan yang menggelitik adalah kenapa tidak semua pelajar merayakan hari kelulusannya dengan cara yang simpatik dan tidak mengundang kekhawatiran?

  1. Apakah karena para pelajar menganggap UAN adalah momok menakutkan sehingga ketika mereka berhasil keluar dari tekanan UAN ini menghasilkan rasa gembira yang luar biasa tak terkira?
  2. Apakah sikap para pelajar ini buntut dari sikap permisif yang mungkin masih ada di benak guru dan sekolah yang menilai wajar para siswanya meluapkan rasa senangnya karena selama ini guru dan pihak sekolah juga merasa tertekan dengan UAN tersebut?
  3. Apakah mungkin dilatarbelakangi belum semua sekolah memiliki program kreatif untuk menyalurkan rasa gembira siswanya dalam kegiatan yang lebih positif? Hanya sebagian yang bisa mengarahkan siswanya melakukan kegiatan simpatik seperti bagi-bagi nasi bungkus, melakukan sujud syukur, atau melakukan aksi menyumbangkan seragam pakaiannya kepada pihak yang membutuhkan.
  4. Atau mungkin karena kurangnya peran orang tua dalam mendidik putera-puterinya tentang bagaimana berprilaku yang beradab, tidak melakukan kegiatan melanggar hukum?
  5. Atau mungkin masih besarnya keran kebebasan yang diberikan orang tua kepada anaknya dengan memberikan fasilitas yang belum seharusnya diberikan misalnya dibelikan sepeda motor atau mobil yang dapat digunakan untuk aksi konvoi yang merugikan pengguna jalan yang lain?

Entahlah, pertanyaan mana yang paling tepat untuk menjawab segala permasalahan tentang calon pemimpin bangsa ini. Yang jelas selaku pendidik saya berdoa semoga mereka cepat menyadari bahwa kelulusan dari pendidikan menengah, bukan akhir dari segalanya. Masih banyak tanggung jawab yang akan mereka emban. Masih banyak jalan yang harus mereka tempuh untuk menjadi generasi yang siap menerima estafet kepemimpinan bangsa di masa yang akan datang.

 

 

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: