jump to navigation

Calon Pemimpin Itu Siap Kalah! July 3, 2014

Posted by snhadi in Cermin Tergores, Kursi Patah.
Tags: , ,
trackback
46kpu

Sumber Gambar : http://ppp.or.id

Meskipun bulan Ramadhan, ternyata hiruk-pikuk perhelatan Pemilihan Presiden (pilpres) semakin seru dan menarik saja. Saya pikir orang akan lebih fokus beribadah dibandingkan asyik berdebat. Tetapi sudahlah tidak mengapa, namanya juga jaman demokrasi, siapapun berhak bersuara asal beradab.

Kali ini saya pun ingin bersuara. Saya ingin sedikit mengkritik elit-elit pemimpin kita. Seringkali mereka mengatakan sesuatu tanpa dipikir panjang terlebih dahulu. Mereka asal bunyi tanpa mempertimbangkan apa dampak di belakangnya. Bukan bermaksud menjelek-jelekkan, saya hanya ingin sedikit melakukan kritik sebagai warga negara yang mencintai calon pemimpinnya.

Baru-baru ini saya mendapatkan data, ada seorang calon pemimpin yang mengatakan,Optimis pasangannya bakal menang dalam Pemilu Presiden 2014. Hal itu dengan catatan bahwa pemilu berjalan jujur dan jauh dari praktik kecurangan (http://nasional.kompas.com/read/2014/07/02/1205487/Jusuf.Kalla.Kita.Menang.kalau.Pilpres.Jujur).

Bagi saya orang awam, pernyataan seperti ini aneh kalau sampai dikeluarkan oleh calon pemimpin dan ini bisa diinterpretasikan macam2, misalnya:

1. Elit tersebut berusaha menggiring masyarakat bahwa jika mereka kalah = pemilunya tidak berjalan jujur atau penuh kecurangan. Pemilu baru dianggap jujur kalau mereka menang!

2. Tidak percaya pada tugas penyelenggara pemilu, yang saya yakin sudah banyak mengorbankan waktu, pikiran, dan tenaganya untuk menyukseskan pilpres. Juga disinyalir tidak percaya bahwa sangat mungkin rakyat lebih banyak mendukung calon sebelah.

3. Tidak siap kalah dalam kompetisi. Padahal dalam kompetisi selalu ada pemenang. Masa dua-duanya jadi presiden?

Sekarang mari kita bayangkan, jika calon pemimpinnya sampai mengeluarkan kata-kata seperti itu, bagaimana masyarakat akar rumput akan menerjemahkannya? Bisa-bisa mereka ikut tidak legowo dengan calon pemimpin yang nantinya menjadi presiden, padahal dipilih mayoritas rakyat Indonesia. Akhirnya konflik horizontal yang akan muncul di tengah-tengah masyarakat (semoga sih tidak sampai sejauh itu ya…).

Mumpung masih di bulan Ramadhan, untuk siapapun, mari kita terus mengintrospeksi diri, agar jangan berkata-kata sembarangan yang dapat berujung kepada ketidakharmonisan kehidupan berbangsa dan bernegara. Mari kita arahkan masyarakat untuk menikmati pesta pilpres ini sebagai pesta kompetisi yang menyenangkan, bukan yang menakutkan dan berdarah-darah.

 

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: