jump to navigation

Saat Kebahagiaan Kita (Mungkin) Menyakiti Orang Lain September 24, 2014

Posted by snhadi in Senyuman Cinta.
Tags:
trackback

Sebuah kisah yang ingin dibagi.

Alam yang Senantiasa BahagiaSuatu ketika ada seorang guru yang sudah sangat senior menasihati guru juniornya…

Dalam nasihatnya guru senior itu mengatakan, “Jangan pernah takut dalam menghadapi hidup. Kita punya Alloh SWT tempat bersandar dan bergantung. Mintalah agar Alloh SWT memudahkan hajatmu dan konsistenlah dalam memohon kepada-Nya. Karena ini tanda engkau bersungguh-sungguh”.

Sang guru senior ini pun membagi pengalaman. Suatu ketika ada seorang tua datang kepadanya. Beliau bercerita tentang puterinya yang tak kunjung mendapat jodoh. Sang guru senior menyarankan agar orang tua dan puterinya berdoa bersungguh-sungguh. Sebagai bukti kesungguhan, perbanyaklah sholat sunah seperti dhuha dan tahajud. Jangan lupa dalam sujud terakhir dan akhir sholat, ungkapkan hajatnya. Lakukan secara terus-menerus.

Tidak berselang lama (sekitar 1 bulan), orang tua yang diberi nasihat menghadap guru senior tersebut. Dalam dialognya, orang tua itu mengucapkan rasa syukur dan terima kasih atas nasihat yang pernah diberikan kepada guru senior kepadanya. Karena tidak berselang lama setelah nasihat dijalankan, puterinya mendapatkan jodoh yang baik. Sebuah hasil bahagia yang turut menyenangkan hati sang guru senior.

Mendengar nasihat sang guru senior, guru junior pun meyakini kebenarannya. Beliau berjanji akan berusaha menjalani nasihat guru seniornya. Guru junior ini ingin mencoba mempraktikkannya.

Selang beberapa lama, dengan wajah sumringah (bahagia), guru junior menghadap sang guru senior. Dalam pertemuan ini, guru junior mengucap syukur dan rasa terima kasih atas nasihat yang pernah diberikan kepadanya. Alhamdulilah hajatnya sudah menampakkan hasil. Isterinya sedang mengandung anak pertama. Sebuah hajat yang memang diidam-idamkannya.

Entah mengapa, dalam kepekaannya guru junior ini menangkap sebuah kenyataan bahwa ada gurat sedih yang nampak pada sang guru senior ini. Meskipun mulut dan mimik wajah sang guru senior ingin menutupi, tapi ekspresi hati tak sepenuhnya bisa disembunyikan. Tapi sang guru junior tidak bisa menebak-nebak ada apa gerangan?

Hari berganti hari, bulan berganti bulan, sampai tibalah sebuah rahasia terungkap. Dari sebuah cerita yang tidak sengaja diungkap oleh sahabat baik sang guru senior, guru junior ini mendapatkan kabar bahwa sebenarnya sang guru senior ini hingga usianya yang sudah mendekati masa pensiun, belum juga dikaruniai putera. Berita yang membuat sang guru junior terpana dan sangat menyesal. Bukan menyesal karena doanya telah dikabulkan, tetapi lebih karena kenapa dia menyampaikan kabar bahagia itu pada orang yang mungkin belum siap menerimanya.

Sangatlah mungkin sang guru senior itu sebelum memberi nasihat kepada guru juniornya telah mengamalkannya sendiri. Tetapi takdir Alloh SWT berkata lain, usaha dan doa sang guru senior belum dikabulkan Sang Maha Pencipta. Sampai akhirnya nasihat itu dijalankan sang guru junior, dan ternyata Alloh SWT berkenan mengabulkannya.

Sejak saat itu, sang guru junior selalu berhati-hati saat ingin berbagi berita bahagianya. Bukan karena tidak mau berbagi bahagia, tetapi lebih karena takut menyakiti hati orang lain yang mungkin menginginkan kebahagiaan yang sama namun belum terwujudkan.

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: