jump to navigation

Di Balik Makna 10 Ribu atau 20 Ribu February 25, 2015

Posted by snhadi in Senyuman Cinta.
Tags: ,
trackback
angkot pwt

(Sumber: Enjoygram.com)

Suatu pagi, seperti biasa saya berangkat ke kampus menggunakan angkutan umum (angkot). Dalam perjalanan, seorang ibu dari bangku belakang mengatakan kepada sopir angkot agar dia diturunkan di suatu tempat sembari menyodorkan uang 10 ribu rupiah. Dengan tetap asyik mengemudi dan tanpa memperhatikan benar uang yang diterimanya, sang sopir menerima uang tersebut dan meletakkannya di dekat kemudinya.

Saat tempat tujuan telah di depan mata, si ibu memberi aba-aba agar sopir memberhentikan angkotnya. Si ibu kemudian meminta kembalian uangnya (sekitar 7000). Tanpa berpikir panjang sopir angkot memberikan sejumlah uang. Si ibu menerima uang pengembalian dari sopir tanpa memperhatikan jumlah uang yang diterimanya, lantas bergegas pergi.

Beberapa puluh meter angkot berjalan, sopir angkot tampak kebingungan karena merasa uang di dekat kemudinya jadi lebih sedikit (harusnya lebih banyak karena tambahan uang dari ibu penumpang yang baru saja turun). Lalu sopir angkot bertanya kepada saya, yang saat itu duduk di sebelahnya.

Sopir Angkot : “Tadi ibu-ibu yang barusan, uangnya 10 ribu apa 20 ribu ya?” Saya : “Setahu saya 10 ribu pak!” Sopir Angkot : “Aduh…saya kira uangnya 20 ribu, tadi saya kasih uang kembaliannya 17 ribu”. Saya : “Memang tadi bapak kasih kembalian 17 ribu, bukan 7 ribu?” Sopir Angkot : “Iya…walah malah rugi…! Mana ibu itu nggak ngecek lagi berapa kembalian yang dia terima. Main pergi saja…”

Sambil terus menggerutu sopir angkot bergegas memutar arah kemudinya dengan maksud menyusul si ibu yang baru turun angkot. Namun malang, si ibu keburu menghilang… Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya dengan tampang lesu, sopir angkot kembali memutar arah untuk melanjutkan perjalanan. Saya kemudian berkata, “Mudah-mudahan diganti dengan yang lebih banyak ya pak…”. Sopir angkot hanya mengangguk berusaha untuk mengikhlaskan.

Tidak berselang lama, angkot di stop oleh dua orang ibu yang hendak naik. Sembari tersenyum, saya menengok ke arah sopir angkot, “Tuh sudah dibalas langsung dengan dua orang penumpang baru ya pak…”. Dengan tersenyum sopir angkot menimpali, “Iya, impas…”

Pelajaran yang bisa diambil:

  • Biasakan memperhatikan sesuatu dengan baik, jangan diabaikan seberapa tidak pentingnya hal tersebut menurut kita.
  • Biasakan menghitung transaksi dengan teliti sekecil apapun transaksi tersebut di mata kita.
  • Ketika mendapat musibah, biasakan untuk tidak mengumpat. Justru harus berdoa agar diberikan kekuatan menerimanya. Berusaha ikhlas akan jauh lebih baik.
  • Yakinlah, semua peristiwa yang kita alami bukan hasil dari sebuah kebetulan melainkan by design, yang seharusnya lebih membuat mata hati kita semakin peka bahwa ada kekuatan Tuhan melingkupi segala sesuatu dan Tidak mungkin semua dapat berjalan tanpa Izin-Nya.

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: