jump to navigation

Negeri Tanpa Ayah April 5, 2015

Posted by snhadi in Inspirasi Persahabatan.
Tags: ,
trackback

TenangDalam sebuah postingan di facebook yang di-share oleh seorang teman, Ust. Bendri Jaisyurrahman membuat tulisan yang sangat menyentak siapa saja yang membacanya. Judulnya “Negeri Tanpa Ayah“.

Yang menarik, menurut beliau negeri ini hampir kehilangan AYAH. Semua pengajar anak di usia dini diisi oleh kaum ibu. Padahal keberanian, kemandirian, dan ketegasan harus diajarkan di usia dini. Dimana AYAH sang pengajar utama? Dunia AYAH saat ini hanyalah Kotak: koran, televisi, dan komputer. AYAH malu untuk mengasuh anak apalagi jika masih bayi. Banyak anak yang sudah merasa yatim sebelum waktunya sebab AYAH dirasakan tak hadir dalam kehidupannya.

Tetapi yakinlah, tidak semua AYAH melupakan anak-anaknya. Setidaknya pemandangan itulah yang saya lihat di sekitar tempat tinggal saya. Mereka masih sangat antusias menemani sang buah hati keliling kompleks, mendendangkan lagu untuk membuat sang anak terlelap di pangkuannya, mengajaknya bermain dan bercanda, membawa mereka ke masjid untuk sholat berjamaah, menasihati tentang pentingnya sebuah tanggung jawab, dan lain sebagainya. AYAH-AYAH ini tak pernah malu untuk mengasuh anaknya disela-sela kesibukannya mencari nafkah.

Mungkin AYAH-AYAH ini tahu bahwa IBU memang madrasah (sekolah) bagi anak, tetapi AYAH adalah kepala sekolahnya. Bisa jadi AYAH-AYAH ini pun tahu bahwa dari 17 dialog pengasuhan anak yang diungkap Al-Quran, 14 di antaranya menunjukkan pengasuhan AYAH terhadap anaknya. Mereka barangkali sepenuhnya sadar bahwa AYAH bukan PENJAGA SEKOLAH yang hanya mengurusi TV rusak, keran hilang, atau genteng bocor.

Yakin pulalah dengan adanya tulisan yang dibuat Ust. Bendri Jaisyurrahman, banyak AYAH yang akan tersadar tentang peran seharusnya yang jauh lebih banyak, tidak hanya sekedar pencari UANG demi kelangsungan hidup keluarga. Akan juga semakin banyak AYAH yang peduli tentang bagaimana dia harus memuliakan anaknya, sebelum dia dimuliakan anaknya atau bagaimana dia harus mendoakan anaknya sebelum dia kelak didoakan anaknya atau bahkan mampu mengajarkan anaknya bagaimana menjadi pemimpin yang tegas melengkapi tugas seorang ibu yang mengajarkan bagaimana menjadi pemimpin yang peduli.

Yakinlah dengan demikian negeri ini tidak akan benar-benar kehilangan sosok AYAH. Akan semakin banyak AYAH-AYAH yang akan mencetak generasi emas bangsa ini di masa depan.

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: